Perban

Kamu datang saat butuh sandaran
Menangis sedu-sedan sebab putus hubungan percintaan
Kekasihmu menghilang, memilih mengejar selingkuhan

Kamu cantik menarik menawan
Rambut panjang, kulit halus mulus, tubuh idaman
Namun kini kamu merengut, cemberut, menyedihkan

Kamu datang membawa masalah kehidupan
Bercerita ini-itu menumpahkan perasaan
Bukankah setengah masalah harusnya hilang kalau kamu rupawan?

Kenapa sekarang mencari si teman?
Orang yang cintanya dulu kamu abaikan
Orang yang kamu anggap sebagai perban

Aku telah mengobati lukamu, menutupinya beberapa jahitan
Setelah sembuh, kau lepas si perban
Lantas pergi lagi mencari si mapan, tampan, pujaan

Padahal aku mampu, kalau diberikan kesempatan
Genggaman, pelukan, kenyamanan
Semua hal yang kamu butuhkan

Cinta memang tak biaa dipaksakan
Tak apalah aku selalu menjadi perban
Entah sampai kapan

###

Lihat puisi lainnya di sini.