Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


2 Comments

Terbiasa Sedekah

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Semoga Allah Yang Maha Menatap, yang menguasai Bumi, menggenggam diri-diri kita, selalu membuka mata hati kita agar sadar bahwa segalanya adalah titipan sehingga kita tidak merasa memiliki kecuali merasa dititipi amanah. Semoga Allah menyadarkan diri kita bahwa hidup ini hanya mampir di dunia. Kita pasti akan mati dan meninggalkan dunia ini. Dan semoga Allah selalu menyadarkan diri kita bahwa yang kembali kepada diri kita adalah hasil dari perbuatan kita sendiri sehingga kita tidak sibuk menuntut orang lain, justru kita awali dengan sibuk menuntut diri kita sendiri. Continue reading

Advertisements


Materi Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagai sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi. Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Download : Materi Jaringan Komputer

Mari belajar tentang Komputer di sini.


3 Comments

7 Ustadz Favorit Zaman Now

Assalamualaikum, Sahabat Viewers? Semoga kita semua berada dalam kesehatan yang prima dan senantiasa dilindungi oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Pada kesempatan kali ini, Seven Views akan membahas tentang para ustadz yang menjadi favoritku saat ini.

Di tahun 2017, ketika aku membeli handphone baru, aku mempunyai hobi baru yaitu nonton video di Youtube. Kenapa jadi hobi? Karena aku melakukannya setiap hari. Dulu membuka Youtube hanya sekali waktu saja atau saat sedang penasaran terhadap sebuah berita atau konten tertentu. Tetapi berbeda dengan sekarang. Setelah memiliki handphone dengan spesifikasi yang mumpuni, aku bisa lebih leluasa streaming video di Youtube. Selain itu kartu GSM yang digunakan pun memberikan pilihan kuota internet yang besar. Jadinya aku bisa puas dengan kemudahan ini.

Continue reading


MSM 3 – Pikiran Pendek

–DINI—

Hari itu awalnya biasa-biasa saja. Semua orang pada umumnya membenci pagi-pagi hari Senin, tapi aku tidak. Bukan hanya Senin saja, semua hari aku suka, asal aku bisa keluar dari rumah. Lepas dari bayang-bayang Mama yang selalu membela Andre dibandingkan anaknya sendiri.

Aku senang datang pagi-pagi ke kantor, menyalakan komputer, membereskan meja kerja dan mengelapnya sampai kinclong. Work Station-ku berada di paling pojok sebelah kiri ruangan. Bersebelahan dengan Ira dan Kaka, teman kerjaku yang bawel dan heboh. Kalau ada mereka, rasanya beban dalam dadaku seakan terangkat dan hilang begitu saja. Biasanya sebelum mulai bekerja, kami mengobrol banyak hal. Biasanya tentang berita apa yang sedang hot, baik di tempat kerja atau di dunia maya. Selalu ada kabar baru dari Ira yang hobi menggunakan sosial media. Continue reading


MSM 2 – Aku Tak Akan Melepaskanmu

— GILANG—

Jimmy menepuk pundakku berulang kali sambil menyampaikan ucapan terima kasih. Raut mukanya tak lagi kusut dan tegang. Sebuah senyum menghiasi wajahnya. Ia jadi tampak lebih semangat dan ceria kembali.

“Kalau tidak dibantu sama Akang, saya gak tahu harus bilang apa sama itu bule,” Jimmy kembali mengenakan headset yang tadi aku pakai, “ternyata bahasa Inggris saya masih payah. Beruntung ada Kang Gilang yang mau bantu nyelesain case ini.”

“Sesama Agent harus saling bantu kan,” Aku mengangguk perlahan, tersenyum dan balik menepuk pundak Jimmy. Continue reading


MSM 1 – Tak Ada Gunanya Aku Hidup

— DINI —

Teman-teman yang satu shift kerja denganku sudah mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas. Beberapa teman melambaikan tangannya berpamitan pulang. Sementara yang lainnya berjalan santai menuju kantin sekedar untuk melepas penat dari pekerjaan yang membutuhkan kesabaran yang ekstra.

Aku bangun dengan malas dari kursi kerjaku. Aku tak ingin pulang. Tapi aku juga tak mau duduk terus di sini. Dengan langkah gontai dan lemas aku keluar dari ruangan kerja. Melirik kembali sebentar ke dalam ruangan. Dimana Ira? Sepertinya tadi aku melihatnya masih di dalam ruangan dan sedang fokus mendengarkan keluhan dari para customer. Atau mungkin Ira sudah keluar bersama teman-teman yang lain. Continue reading