Sabar dan Syukur

Semoga Allah menjaga hati kita saat sedang diuji dan diberi nikmat oleh-Nya sehingga bisa menjadi mukmin yang ajaban (mengagumkan). Kalau diuji maka bersabarlah karena itu kebaikan. Kalau diberikan kenikmatan maka bersyukurlah, karena itu pula kebaikan.

Ada banyak kebaikan yang diberikan oleh Allah kepada mereka yang bersabar. Pun ketika diberi nikmat lalu bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat untuk hamba-Nya tersebut. Menjadi orang beriman itu hidupnya tak ada beban. Semua hal yang terjadi kepadanya adalah kebaikan.

Tak ada ruginya menjadi orang beriman. Setiap orang akan diuji. Varian ujiannya berbeda menimpa setiap orang. Manusia diuji dari tiga hal yaitu ujian fisik (misalnya sakit), harta (kekayaan, karier, pekerjaan, usaha, bisnis dan jabatan) dan perasaan (merasa hati tidak enak seperti gelisah, kehilangan orang yang disayangi).

Orang-orang beriman tetap beramal sholeh dalam menggunakan hartanya (infaq di jalan Allah), baik dalam keadaan lapang dan sempit. Saat ia berkecukupan atau miskin, ia tetap berbuat kebaikan. Ini mukmin yang keren banget. Ia tidak pernah membiarkan kesempatan untuk berbuat baik lolos dari genggamannya. Ia tetap beramal sholeh ketika dalam kondisi diberi nikmat atau sedang diuji.

Contoh orang-orang yang tetap berinfaq dalam keadaan sempit adalah kebaikan yang dilakukan oleh kaum Anshar (penolong) dari kota Madinah. Ketika kaum Muhajirin (orang yang berhijrah dari Mekah) datang ke kota Madinah, mereka berebutan berbuat kebaikan. Segala hal kebaikan yang bisa diperbuat, mereka segera tunaikan. Ada yang memberikan harta, rumah, tempat berdagang, modal usaha, tanah bahkan mengenalkan calon istri. Tidak semua kaum Anshar memiliki kelapangan harta, tetapi hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk membantu saudaranya dari Mekah. Segalanya dilakukan. Kaum Anshar mendahulukan kebutuhan kaum Muhajirin, karena mereka beriman. Mereka yakin akan janji Allah dan Rasul-Nya bahwa siapa yang berbuat baik akan mendapatkan kebaikan pula dari Allah.

Sebagai orang yang beriman, apapun yang menimpa terhadap diri, baik senang atau susah akan diterima dengan baik. Kalau kamu saat ini sedang diuji, bersabarlah. Pun bila kenikmatan yang kini kamu rasakan maka bersyukurlah. Semakin banyak bersyukur, nikmat yang kamu rasakan justru akan ditambah oleh Allah.

Yuk, tetap semangat menjalani hidup ini. Ujian dan nikmat akan tetap kita hadapi setiap hari. Jadilah mukmin yang mengagumkan!

Hadits Muslim Nomor 5318

Telah menceritakan kepada kami [Haddab bin Khalid Al Azdi] dan [Syaiban bin Farrukh] semuanya dari [Sulaiman bin Al Mughirah] dan teksnya meriwayatkan milik Syaiban, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Shuhaib] berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Perkara orang mukmin mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”

###

Yuk nongkrong bareng UHA di sini!

Perbaikilah Shalatmu, Hidupmu Pasti Berubah

Allah berfirman :

Kita sering mendengar ayat ini disampaikan oleh para ulama, da’i dan ustadz, tentang bagaimana cara supaya mendapatkan pertolongan dari Allah. Yaitu dengan melakukan shalat.

Banyak orang yang bilang, “Saya shalat, tapi hidup saya gini-gini aja.”

“Saya sudah shalat, tapi kok doa saja gak diijabah.”

“Saya sudah shalat, tapi masalah saya belum selesai.”

“Saya sudah shalat, tapi musibah yang menimpa terus beruntun tiada henti.”

Kita perlu belajar shalat seperti apa yang bisa mendatangkan pertolongan Allah tersebut. Mari kita renungkan sebuah kisah yang pernah disampaikan oleh Annas bin Malik.

Dahulu di masa nabi Muhammad, ada seorang laki-laki di kota Madinah. Ia melakukan perjalanan antara Syam dan Madinah untuk berdagang. Di tengah perjalanan, laki-laki ini dirampok. Perampok itu menghunuskan pedang ke arahnya.

Laki-laki itu berkata, “Wahai fulan, jika kamu ingin mengambil hartaku, ambillah. Lalu izinkan aku untuk melanjutkan perjalanan.”

Perampok itu menjawab, “Harta ini telah menjadi milikku. Sekarang aku ingin membunuhmu.”

Merasa tidak punya pilihan, laki-laki ini memohon. “Wahai fulan, jika kau ingin membunuhku, lakukanlah. Tetapi sebelum itu, berikanlah aku kesempatan untuk melaksanakan shalat dua rakaat.”

Perampok setuju dan memberikan waktu baginya untuk shalat. Ia pun shalat dengan sangat khusyu. Dalam shalatnya, usai membaca Alfatihah, ia membaca surat Annaml ayat 62,

Ia membaca surat itu dengan penuh penghayatan dan perenungan. Ia mentadabburi ayat ini sehingga muncullah rasa yakin di dalam hatinya bahwa harapan satu-satunya adalah Allah. Selepas shalat ia mengangkat kedua tangannya. Ia berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang mulia.

“Wahai Tuhan yang Maha Pengasih, Wahai Tuhan yang Maha Penyayang, Wahai Tuhan yang memiliki Arrasy yang mulia, Wahai Tuhan yang menampakkan makhluk, Wahai Tuhan yang Maha mengembalikan. Wahai Tuhan yang Maha melaksanakan apa yang Dia kehendaki, aku mohon dengan cahaya-Mu yang memenuhi sudut-sudut Arrasy-Mu, hamba mohon kepada-Mu yang menguasai mahkluk-Mu, dan dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Ya Allah. Wahai Tuhan yang Maha Penolong, tolonglah aku.”

Tiba-tiba setelah selesai berdoa muncullah seorang laki-laki dengan jubah warna hijau, menunggangi kuda berwarna abu-abu, dan menghunus pedang ke arah perampok. Perampok itu melawan dengan pedangnya tapi ia berhasil dikalahkan. Ia dibunuh oleh laki-laki  misterius tadi.

Si pedagang bertanya, “Siapakah Tuan ini?”

Penunggang kuda itu menjawab, “Ketahuilah, saya adalah malaikat yang turun dari langit ke-3. Ketika kamu berdoa yang pertama kepada Allah, kami mendengar suara gemerincing dari pintu-pintu langit. Para malaikat bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi. Kemudian muncullah doamu yang kedua hingga pintu=pintu langit terbuka dan keluarlah cahaya yang sangat benderang. Dan di doamu yang ketiga, datanglah Malaikat Jibril kepada kami seraya berseru, ‘Siapakah di antara kalian, para malaikat, yang mau menolong hamba Allah itu?’ Lalu aku memohon kepada Allah supaya diizinkan melaksanakan tugas ini.

Wahai hamba Allah, ketahuilah, barangsiapa yang berdoa seperti yang kau baca tadi ketika dalam kesedihan, penderitaan dan dalam keadaan sedang susah maka Allah akan melepaskanmu dari kesedihan dan menolongmu.”

Kawan, itulah salah satu kisah dari keajaiban shalat. Seorang pedagang yang terancam nyawanya ditolong oleh Allah usai shalat dan berdoa. Pertanyaannya adalah apa rahasia shalat pedagang itu sehingga Allah menolongnya dari kesulitan?

Para ulama menjelaskan bahwa pedagang itu melaksanakan shalat dengan ihsan. Seperti yang dikatakan nabi tentang bab ihsan. Ihsan adalah kamu takut (khasyyah) kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu

Nabi mengajarkan kepada kita tentang shalat yang langsung terkoneksi dengan Allah. Terkoneksi dalam yakin dan iman. Artinya jika kita shalat seolah-olah bisa melihat Allah, lalu dalam kondisi itu kita memohon pertolongan Allah dengan penuh keyakinan, itulah shalat yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

Atau jika kita tidak bisa membayangkan sedang melihat Allah, karena itu memang sulit, maka yakinlah bahwa Allah sedang memperhatikanmu. Allah pasti akan melihat dan mendengarmu. Allah sedang menunggu apa yang kita butuhkan.

Orang yang shalat dalam keadaan seolah-olah sedang bertemu dengan Allah lalu ia meminta pertolongan Allah, maka shalat seperti itulah yang disebutkan dalam surat Albaqarah ayat 153 tadi. Semakin sering kita melakukan shalat dengan ihsan, maka Insya Allah shalat sudah menjadi jalan keajaiban dalam kehidupan kita.

Mari perbaiki shalat kita, Kawan! Mulai dari wudhu yang tertib, pakaian dan tempat sujud yang bersih serta syarat-syarat dan rukun shalat lainnya yang mesti dipenuhi. Lalu shalatlah dengan sikap ihsan.

Keterangan :

Hadits tentang ihsan bisa kamu baca di pos Ishfah Seven dengan judul Islam, Iman, Ihsan dan Kiamat.

###

Yuk nongkrong bareng UHA di sini!

Meneladani Perasaan Nabi



Tak ada orang atau sosok yang lebih dicintai oleh muslim selain Nabi Muhammad. Kamu tidak bisa mengklaim kamu mencintai beliau tanpa mengenalnya. Kalau kamu bilang sudah cinta beliau dari hanya secuil kisah, maka jangan-jangan kamu belum jujur.

Salah satu bukti cinta adalah dengan mengenal beliau hingga pada level kamu lebih mengenalnya daripada orang lain bahkan dirimu sendiri. Seperti ketika Umar bin Khattab datang kepada Nabi lalu berkata, “Ya Rasulallah, aku mencintaimu lebih dari apapun selain diriku.”

“Belum cukup wahai Umar.”

Lalu Umar meralat dan berkata, “Aku mencintaimu melebihi cinta pada diriku sendiri.”

Beliau menjawb, “Benar, wahai Umar.”

Seharusnya seperti itu pula muslim berlaku. Ia lebih mengenal Nabi daripada keluarga, pasangan, anak, teman, tetangga atau kolega. Seorang ayah tahu betul apa yang dibutuhkan keluarga. Ibu tahu karakter anak-anaknya. Suami atau istri tahu sifat pasangannya. Anak tahu cara menyenangkan hati orang tuanya. Maka sebagai umat islam kita pun harus tahu apa yang diinginkan dan disenangi oleh Nabi. Juga tahu apa yang beliau larang dan tidak disukai.

Cara mengenal beliau adalah dengan mempelajari sunnahnya. Pertama adalah surrah artinya penampilan Nabi. Banyak yang membahas tentang penampilan Nabi seperti jenggot, sorban, jubah atau sandalnya

Kedua adalah sirah artinya perbuatan Nabi. Kehidupan Nabi secara dzohir seperti cara tidur, berdiri, jalan, shalat, sikap, dan semua tentang daily life beliau. Termasuk jihad dan dakwahnya. Kehidupan pribadi, lingkungan di sekitar, dan akitifitas di masjid.

Kedua sunnah tersebut sering dibahas namun ada satu lagi sunnah yang jarang diketahui yaitu sarirah. Sarirah artinya perasaan. Seperti apa yang membuat Nabi senang, malu, marah, berkenan, berkesan, tidak suka, sakit hati atau bagaimana cara beliau memaafkan orang lain.

Nabi adalah orang yang sangat menjaga perasaan orang lain. Beliau tidak suka memberatkan atau membebankan sesuatu kepada orang lain. Oleh karena itu yuk kenali sarirah nabi. Bukan hanya surrah atau sirah yang merupakan bagian dzohir atau yang tampak oleh mata. Kita juga harus meneladani hingga ke dalam perasaan Nabi.


###

Mari pelajari surrah, sirah dan sarirah dari guru-guru dan ulama. Salah satunya kamu bisa mengikuti kajian dari Ustadz Hanan Attaki.

Mager

Pada suatu malam di acara kajian rutin hari Rabu di Masjid Al-Lathif, Ustadz Hanan membahas tentang mager (malas gerak). Istilah mager ini dalam konteks pemuda yang sedang banyak masalah lalu ia duduk di masjid mengikuti kajian ilmu dari ustadz atau ulama. Pemuda yang malas gerak ke manapun tapi justru menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu, ia diberi pahala yang besar. Selain mendapatkan pahala sejauh berapa langkah jarak antara rumah dan masjid, ia juga menerima pahala seperti para prajurit yang sedang melakukan ribat. Penjelasan tentang apa itu ribat dan lainnya bisa kamu simak pada video Youtube di akhir pos ini. Continue reading “Mager”

Berkurban

Kurban (Bahasa Arab: قربن, transliterasi: Qurban),yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sedangkan ritual kurban adalah salah satu ritual ibadah pemeluk agama Islam, di mana dilakukan penyembelihan binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. (Wikipedia) Continue reading “Berkurban”

Renungan I’tiraf

Siapakah kita yang dengan sombong mengatakan sebagai orang yang pantas mendapatkan Surga? Sungguh, kita adalah pendosa. Dan siapakah kita yang dengan sombong mengatakan tidak takut kepada api Neraka? Sungguh, kita tak akan kuat menanggungnya.

Membaca kalimat di atas tadi, kita bisa merenungi diri bahwa sebenarnya kita bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan dan rahmat dari Allah. Aku jadi teringat sebuah syair indah dari Abu Nawas. Sebuah syair yang berisi renungan dan pengakuan seorang hamba kepada Rabbnya, Tuhannya. Mari kita simak dan renungkan bersama. Continue reading “Renungan I’tiraf”

Kisah Ajaib Orang Yang Ikhlas

Teman-teman, Rasulullah pernah mengisahkan sebuah kisah tentang orang yang bersedekah 3 kali dan ketiganya itu dianggap gagal oleh dirinya.

Pada malam pertama, pria itu berdoa, “Ya Allah, malam ini saya ingin bersedekah. Tunjukkan saya orang yang membutuhkan sedekah.” Lalu ia keluar dari rumah dan bertemu dengan seseorang. Pria itu memberikan uang sedekahnya. Besok pagi, tiba-tiba terdengan kabar yang membuat warga gempar. Orang-orang mengatakan bahwa ada seorang pencuri yang mendapatkan sedekah. Pria ini merasa bersalah karena telah bersedekah kepada seorang pencuri. Dia merasa sedih seharian. Continue reading “Kisah Ajaib Orang Yang Ikhlas”