Saat Cinta Ditolak

Hai, Sahabat! Apa kamu pernah ditolak ketika menyatakan cinta kepada orang yang kamu sukai? Aku sih yes, hehe. Beberapa penolakan dari perempuan yang aku taksir sejak masa remaja hingga dewasa memiliki sebuah persamaan. Ketika mendengar kata tidak dari dia maka hati merasa kecewa. Bedanya, semakin dewasa aku sudah bisa menata hati agar tidak larut dalam kekecewaan. Berbeda dengan aku yang masih muda, culun dan tolol soal percintaan ketika ditolak perempuan malah menangis dan seolah-olah masalahku itu adalah masalah terbesar dan paling menyedihkan sedunia. 

Semakin dewasa, aku memegang sebuah prinsip soal menyatakan rasa cinta yaitu, “Lelaki boleh menyatakan cinta kepada siapapun perempuan yang ia sukai dan perempuan boleh menolak siapapun lelaki yang tidak ia sukai.” Jadi, sebagai lelaki saat ditolak cinta, aku akan cari lagi. Incar lagi. Nyatakan cinta lagi. Dan bagi yang perempuan, ia juga punya kebebasan untuk menolak lelaki manapun yang tidak ia sukai. Fair, bukan? 

Saat ini, Alhamdulillah, aku sudah menikah. Pacaran lama sama siapa, eh nikahnya sama siapa. Kadang-kadang hidup bisa nge-prank ya. Kalau mengikuti logika pendek dan sederhana, kenapa tidak dari awal aku dipertemukan dengan istriku? Kenapa aku harus menghabiskan banyak waktu berpacaran dengan perempuan yang tidak berujung ke jenjang pernikahan? Apakah kamu merasakan hal yang sama?

Anyway, sebab satu dan lain hal kita memang harus melewati jalan itu. Bisa dibilang, takdir yang telah digariskan memang seperti itu. Tergantung kepada kita akan memandangnya sebagai apa. Penyesalankah? Atau justru ada hikmah di balik love journey itu? Ada sesuatu yang berharga yang bisa kita temukan jika benar-benar menggalinya lebih dalam.

Pada pos ini, yuk kita bahas tentang apa saja sih yang harus kita lakukan saat cinta ditolak? Tak jauh-jauh, aku ambil dari pengalaman sendiri agar terasa lebih relate dan mudah bagiku untuk menjelaskannya.

1. Coba Lagi

Seperti yang sudah aku sampaikan di awal, langkah pertama yang dilakukan adalah mencoba lagi. Aku akan mencoba untuk mengutarakan lagi cinta kepada perempuan yang telah menolakku sebelumnya. Bisa saja dia menolakku saat itu karena suasana hatinya sedang tidak baik, tempatnya tidak mendukung, waktunya tidak pas, atau sesederhana akunya jelek lantas ia menolak. Untuk alasan terakhir memang sebaiknya kita harus bercermin dulu sebelum terlanjur percaya diri menyatakan cinta kepada seseorang. Tapi namanya anak muda, tak peduli itu. Dulu aku lebih sering bertindak dulu daripada mengedepankan otak untuk berpikir dan menimang-nimang sesuatu. Jadi waktu itu kalau aku suka kepada perempuan, aku utarakan saja. Melalui pesan, telepon atau secara gentle langsung menemuinya dan mengatakan langsung di hadapannya.

Opsi pertama ini bisa kamu lakukan tanpa terburu-buru juga. Misalnya kamu nembak dia hari Senin lantas kamu berencana untuk mencoba lagi lusa. Gak gitu juga konsepnya. 

Ketika kamu memutuskan untuk tetap berfokus pada satu perempuan artinya kamu memiliki ketertarikan dan menaruh harapan kepadanya. Kamu tidak peduli atau melirik perempuan lain. Kamu maunya dia. Dia saja. Tidak apa-apa. Cinta itu begitu. Cinta itu membuat seseorang merasa ingin memiliki orang yang ia kasihi. 

Berkaitan dengan coba tembak dia lagi ini, artinya kamu coba deh pikir-pikir lagi selama ini sejauh apa usaha yang telah kamu lakukan untuknya supaya dia melirik kamu. Setidaknya dia aware bahwa kamu itu ada. Jangan-jangan perempuan yang kamu tembak itu justru orang yang tidak kamu kenal atau baru kamu temui minggu lalu. Dan pada tingkat rasa yang lebih lanjut, ritual pernyataan cinta itu bahkan tidak dibutuhkan oleh perempuan. Mereka itu mahkluk perasa yang lebih sakti daripada kaum lelaki. Kamu tunjukkan perhatianmu kepadanya, tulus dari hati dan jangan dibuat-buat. Kalau sudah luluh, kamu tidak menyatakan cinta saja, dia sudah tahu kok kalau kamu condong kepadanya, bukan kepada perempuan lain. Namun untuk lelaki yang love language-nya butuh afirmasi maka menyatakan cinta kepada perempuan adalah mutlak baginya. Bagi lelaki seperti ini ketika mendengar kata ya dari perempuan incarannya itu ibarat mendapatkan jackpot di kasino. Senang bukan main.

Jadi, hal yang harus kamu lakukan sebelum memilih opsi coba lagi adalah bertanya kepada diri sendiri, “Apakah aku sudah melakukan usaha terbaikku untuknya? Apakah aku sudah punya potensi untuk membahagiakannya? Sebenarnya seberapa besar cintaku untuknya dan serela apa aku jika harus berkorban untuknya?”

2. Cari Lagi

Langkah kedua dan terakhir yang bisa aku sampaikan adalah jangan tutup kemungkinan baru. Jika kamu sudah yakin bahwa lelaki atau perempuan yang kamu taksir sebelumnya itu sudah berbeda (entah dia yang sikapnya mulai berubah atau kamu yang sudah luntur ketertarikan kepadanya), maka jangan sampai kamu menutup kemungkinan adanya calon pasanganmu berikutnya. 

Masih banyak ikan di lautan, kata pepatah seperti itu. Mati satu tumbuh seribu, kalau kata peribahasa. Artinya jika si dia memang sudah tak bisa lagi kamu jadikan sebagai calon pasangan, sudahi saja usahamu, Move on! Cari yang baru. Jangan hanya meratapi diri sambil mendengarkan lagu-lagu melow atau masih stalking akun sosial media miliknya. 

Hidup ini hanya sekali. Jangan sia-siakan hidupmu hanya berkutat pada masalah cinta. Semakin kamu dewasa, permasalahan hidup bukan hanya soal mesra-mesraan atau pamer kepada teman bahwa kamu punya pasangan. Di tahap kehidupan selanjutnya hal-hal yang tidak boleh kamu sepelekan seperti masalah finansial diri dan keluarga, bayaran cicilan dan tagihan sana-sini, ongkos bepergian, bekal makan sebulan, kebutuhan rumah dan lain-lain. Belum lagi masalah di kantor dan pekerjaan. Dan masih banyak lagi masalah lain. Alih-alih kamu sedih karena tak punya pasangan, lebih baik upgrade diri menjadi pribadi yang lebih baik. Misalnya kamu bekerja. Toh, meskipun kamu sudah berpacaran sekarang atau punya calon istri/suami, tetap butuh uang kan?. Jalan-jalan, makan, nonton bioskop atau sekedar minum kopi kekinian, semua tak lepas dari yang namanya uang. Dan di lingkungan kerjamu yang baru, kemungkinan bertemu calon pendamping hidup bisa terjadi. Banyak di antara rekan-rekan kerjaku yang menemukan calon istri atau suaminya di tempat kerja.

Jadi, jika kamu sudah memutuskan untuk berhenti menyukai orang yang kamu taksir sebelumnya yang menolak cintamu itu, yuk sekarang saatnya kamu melangkah lagi. Cari lagi cintamu yang baru!

###

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Cinta Monyet

Hai, Sahabat! Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata Cinta Monyet? By the way, kita tidak sedang bicara soal cintanya seseorang kepada hewan (dalam hal ini adalah monyet), melainkan sebuah istilah hubungan antara lelaki dan perempuan dalam fase awal percintaan.

Secara sederhana Cinta Monyet dapat diartikan sebagai bentuk cinta seseorang kepada lawan jenisnya untuk pertama kali dan ia tak tahu harus berbuat apa. Hal ini memberikan kesan betapa tingkahnya norak, konyol bahkan gila sebab ia kurang pengalaman dan belum tahu banyak hal tentang bagaimana cara mendekati si gebetan (orang yang ia taksir).

Aku juga berpikir mengenai nama hewan yang disematkan di belakang kata ‘cinta’. Kenapa mesti monyet yang dipilih? Apakah si penemu istilah ini dulunya sering berkunjung ke kebun binatang atau hutan? Atau mungkin saat ia kasmaran, di rumahnya terdapat hewan peliharaan dari kelas primata. Apa kau tahu alasannya?

Jika menelisik dari perilaku gerombolan monyet secara umum, tingkah laku mereka itu konyol, sering tertawa dan berteriak tanpa sebab, melakukan hal-hal gila demi sesuatu misal makanan. Mereka juga berpikiran pendek karena yang dipikirkan adalah bagaimana cara mengamankan pasokan makanan bahkan kalau perlu tega merebut dari monyet lain. Tentu tak semua monyet seperti itu. Karena ada pula monyet cerdas seperti Simpanse yang disebut-sebut peneliti memiliki kemiripan struktur otak 98% dengan manusia.

Kembali ke soal di atas, sepertinya penyematan nama monyet dalam istilah Cinta Monyet lebih cenderung dipilih karena tingkah konyolnya. Waktu aku SD, di kelas 6 teman-teman siswi yang sekelas sudah mulai dewasa. Beberapa di antara mereka ada yang sudah mengalami siklus haid dan pertumbuhan buah dada yang signifikan. Dan secara naluri para bocah yang beranjak remaja ini ada yang sudah mengenal apa itu dandan. Mereka kreatif. Bisa belajar dari ibu, kakak atau sepupunya yang perempuan. Atau jika di era milenial seperti sekarang, sudah banyak beauty vloger dan MUA (make up artist) dadakan yang menebar ragam tips dan trik berdandan.

Saat para siswi sudah mulai dewasa dengan perubahan bentuk fisiologis tubuh dan psikologisnya, kami para siswa masih bertahan di posisi sama. Masih tolol dan tak tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan. Yang kami tahu adalah menjaili mereka, iseng, kadang-kadang sampai merundungnya tapi kami senang. Tertawa-tawa dan bahagia melihat teman siswi sekelas diperlakukan seperti itu.

Tentu ada saja siswi yang berani dan balas melawan kelakuan para siswa. Seperti jika ada siswi yang dijaili dengan menaruh sisa permen karet di kursinya sehingga ketika diduduki dan bangkit si permen karet itu akan melekat erat pada rok merahnya. Dan bagi kalangan siswi yang pemberani, akal jail terlintas pula di pikirannya. Ia akan mengambil penghapus papan tulis kapur (waktu aku kecil belum ada papan tulis putih dan spidol) lalu menempelkannya di pipi siswa jail tadi. Ah, tidak berhenti hingga di sana. Rambut hitamnya pun tak luput menjadi sasaran empuk. Plus celana pendek warna merah menjadi target berikutnya. Dan suasana kelas menjadi riuh-rendah, berantakan, tidak karuan. Yang kami lakukan berikutnya adalah tertawa sebelum datang guru, lengkap dengan omelan dan mistar kayu panjang yang diacung-acungkan.

Pun demikian, benih-benih cinta bisa dirasakan pada anak-anak semi remaja ini. Cinta monyet itu datang juga kepadaku. Di kelas 6, tak akan pernah aku lupa, ada siswi yang aku sukai. Alasannya cukup konyol karena nama dia sama-sama berawal huruf F. Selain itu orangnya kalem dan lembut. Kalau dia senyum luluhlah semua pertahananku. Kalau berpapasan dengannya aku selalu degdegan. Jauh lebih berdebar dibandingkan biasanya. Seolah-olah ada tukang pemukul bedug yang tinggal di jantungku.

Namun semakin aku mengenal dan mengikuti semua informasi darinya, aku patah hati untuk pertama kali. Bukan karena cinta ditolak sebab aku belum sempat menyatakannya, melainkan sebuah tradisi di kampung halamanku. Jika ada orang tua yang memiliki anak gadis, lalu ada lelaki yang berkeinginan untuk meminangnya, ditambah si lelaki merupakan bagian dari keluarga terpandang di kampung, maka sudah bisa dipastikan anak gadis itu akan dijodohkan. Dan itu yang terjadi kepadanya.

Bagi beberapa orang tua di kampungku, terutama mereka yang masuk dalam kalangan ekonomi lemah dan memiliki anak gadis maka semakin cepat dipinang orang semakin baik. Perjodohan macam ini lumrah terjadi di era aku masih kecil (entah sekarang apakah sudah berubah). Bahkan saat aku lulus SMA, hanya 3 orang (termasuk aku) dari teman sekelas lulusan SD yang belum menikah. Ada teman-temanku yang menikah/dinikahkan usai lulus SD, SMP, atau SMA. Beragam. Tergantung syarat dan kondisinya.

Memang tak semua menikah lantaran dijodohkan, ada juga yang jatuh cinta kepada lawan jenis yang berusia di atasnya. Jika teman-temanku semasa SD menikah itu sebelum umur mereka 18 tahun maka aku menikah di usia 28. Menikah bukan soal siapa yang cepat menuju ke pelaminan tetapi tentang keberkahan setelah acara resepsi. Kehidupan seseorang baru akan masuk ke babak baru setelah menikah. Dikatakan bahwa orang yang menikah itu menyempurnakan agamanya. Karena dari lahir hingga saat memikah, ia sudah menjalani sebagian kehidupannya. Sebagian lagi ia jalani usai melangsungkan resepsi.

Tentang Cinta Monyet yang kita bahas di atas, ada satu pertanyaan yang naik ke permukaan. Bisakah Cinta Monyet itu serius?

Berkaca dari pengamatan dan pengalaman dari masa kecil hingga sekarang, Cinta Monyet bisa serius jika terdapat hal-hal berikut:

  1. Kecocokan mental, yaitu kondisi ketika seseorang bisa menjadi dirinya sendiri di depan orang (si pasangan). Sudah tidak merasa malu untuk melakukan apa saja.
  2. Perilaku yang mirip (pada pasangan) dengan orang yang ia kagumi. Misal ia (perempuan) mengagumi lelaki yang baik hati dan santun seperti bapaknya. Atau ia (lelaki) menyukai perempuan yang sangat perhatian layaknya sang ibu.
  3. Tingkat kenyamanan (level of comfort) yaitu keadaan ketika sesorang merasa nyaman dekat pasangan.

Seseorang yang sudah kenal cukup lama (karena cinta monyet saat remaja) memiliki potensi untuk menjadi cinta yang serius (berujung ke pernikahan) jika mereka memiliki ketiga hal di atas.

Apakah kamu pernah mengalami Cinta Monyet? Atau malah pernah merasakan cinta yang lebih besar seperti yang dialami oleh Raditya Dika yaitu Cinta Brontosaurus? Yuk ceritakam Cinta Monyet versimu di kolom komentar!

Dadah!

###

Cari motivasi lainnya di sini.

Wanita Penakluk

Pernah mendengar sebuah perkataan yang berbunyi, “Di balik suami yang hebat ada istri di belakangnya (yang mendukungnya).” Apakah terdengar semacam joke bapak-bapak belaka? Kalau dipikirkan lebih jauh, perkataan itu ada benarnya. Seorang lelaki hebat memiliki orang terdekat yang mendukungnya di segala aspek kehidupan. Dalam hal ini adalah pasangan hidupnya yaitu sang istri. Pertanyaannya adalah tipe wanita apa yang bisa menjadi istri yang seperti itu?

Jawabannya bisa beragam dari mulut setiap orang. Tapi kalau pertanyaan itu datang kepadaku, maka kujawab, “Itu adalah tipe wanita penakluk.”

Wanita tipe penakluk ialah wanita yang jika bertemu dengan lelaki, maka lelaki tersebut mudah takluk kepadanya. Namun, wanita dengan kualitas seperti ini tidak menaklukkan semua laki-laki. Tidak sembarang orang. Wanita smart tidak menaklukkan laki-laki yang tidak pantas untuk ditaklukkan.. Dia akan menaklukkan laki-laki yang dihebatkan dan menghebatkannya.

Untuk mengetahui seperti apa wanita penakluk, mari kenali sifat-sifat yang dimiliki olehnya.

MENGENALI IMPIAN LAKI-LAKI

Sifat pertama yaitu wanita penakluk bisa mengenali impian laki-laki yang akan ditaklukkannya. Wanita ini membaca dan mencari tahu apa yang diimpikan oleh lak-laki tersebut.

Misal, laki-laki ini ingin wanita yang tidak banyak bicara, jadi dia diam. Ingin yang anggun, dia menjadi anggun. Dia menyesuaikan diri. Laki-laki ini suka dengan wanita yang bisa marah. Maka dia marah secukupnya.

Atau laki-lakii ini dekat dengan ibunya. Ibunya sering mengomeli tapi dengan cara yang anggun, maka ditirulah cara tersebut. Jadi laki-laki ini akan melihat, “Ini wanita idaman saya.” Padahal wanita itu telah membaca yang didamkan oleh laki-laki.

MENJADI SEPERTI YANG DIIDAMKAN LAKI-LAKI

Wanita idaman laki-laki memiliki formulanya. Ada formula lazim dan umum. Pun ada formula khusus. Seperti menginginkan wanita yang mendebarkan, tapi ada yang lebih memilih wanita yang anggun, mandiri dan rajin. Ada juga laki-laki yang menyukai wanita yang belanjanya di mall karena kelihatannya keren. Selera laki-laki itu berbeda-beda. Tapi wanita penakluk akan bisa membaca dan mengenali dan menjadi seperti impian laki-laki tersebut.

Lihat, kenapa dia bisa menjadi wanita yang hebat? Karena kalau dia baca dan tidak cocok maka akan ditinggalkan si laki-laki itu. Misal, “Tidaklah pantas kalau saya harus menyesuaikan diri dengan impiannya dan saya menjadi wanita yang murah. So, he’s not for me.”

Dibutuhkan konsistensi bagi wanita oenakluk agar bisa menjadi apa yang diinginkan oleh pasangannya. Dia melakukannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa kepura-puraan. 

MEMBIARKAN LAKI-LAKI MERASA BERKUASA

Wanita dengan sifat ini tentulah wanita yang kuat. Dia akan memasang posisi seolah-olah orang yang lemah dan dikendalikan. Jadi laki-lakinya merasa berkuasa. Tetapi tidak lama setelah itu wanita penakluk akan melakukan hal-hal yang membuat laki-laki menurut kepadanya. Dan si lelalki masih tetap merasa berkuasa.

MELATIH LAKI-LAKI BERGANTUNG KEPADANYA

Setelah mengenali impian laki-laki, menjadi seperti yang diidamkan laki-laki dan membiarkannya merasa berkuasa, selanjutnya wanita penakluk akan mengurusi segala urusan laki-laki itu supaya ia bergantung kepadanya.

Wanita penakluk ini akan mengalah kepada laki-laki yang berkualitas (yang ditaklukkannya). Ia tidak masalah saat mengurusi segala keperluan si laki-laki. Menjadi istri dari seorang suami yang sukses jauh lebih baik daripada yang tidak.

Wanita penakluk mau melakukan dan memberesi segala hal yang diperlukan oleh laki-lakinya hingga laki-laki itu bergantung kepadanya. Laki-lakinya itu tidak bisa memutuskan tanpa bertanya kepada si wanita karena wanita inilah yang melakukan urusannya sekarang. Setelah ketergantungan ini ada, maka disiapkanlah cengkeramannya. Dia menguasai laki-laki itu hingga sesuai dengan yang diinginkan olehnya.

Kalau laki-lakinya lemah dari awal, maka ia akan rusak. Tapi jika laki-laki yang dipilihnya itu seorang yang hebat, maka si laki-laki akan semakin hebat daripada sebelumnya dengan dukungan si wanita. Yang lebih hebatnya lagi, dalam kekuasannya sang wanita, ia masih bisa membuat laki-laki itu merasa dialah yang berkuasa.

###

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Ada Otak?

“Otak itu seperti parasut, bekerja hanya ketika membuka.” (Thomas Dewar)

Otak merupakan pengontrol semua aktivitas tubuh makhluk hidup. Otak digunakan untuk berpikir dan memutuskan sesuatu: apa yang harus dilakukan, kapan mau melakukan, di mana tempat untuk melakukan, siapa yang akan melakukan, kenapa hal ini harus dilakukan, bagaimana cara untuk melakukan.

Manusia adalah makhluk yang berpikir. Karena itu pula manusia lebih tinggi derajatnya daripada hewan dan tumbuhan. Kita ini adalah makhluk sempurna dan mulia. Jadi berlakulah sebagai orang yang mulia.

Jika seseorang berlaku kejam, membunuh, mengumbar syahwat, serakah, ingin menang sendiri atau untuk kelompoknya dan hal buruk lainnya maka ia tak jauh beda dengan binatang. Bahkan saat ini sebagian manusia berlaku lebih buruk daripada binatang.

Sebagai contoh, ada seorang ibu yang tega membunuh empat orang anaknya dengan meracuni makanan. Setelah semua anaknya mati, ia sendiri makan makanan beracun itu. Ada juga orang tua yang mengantarkan anaknya ke rumah bordil untuk dipekerjakan sebagai pelacur. Ada orang yang mengkonsumsi bayi manusia yang baru lahir untuk dibuat sup atau sebagai bahan kosmetik dan lain sebagainya. Ah sebaiknya matikan saja televisimu. Terlalu banyak kabar buruk di dalamnya.

Manusia bisa melakukan hal yang baik dan buruk. Manusia akan memutuskan apa yang akan ia lakukan setelah berpikir. Untuk mendapatkan sebuah keputusan yang benar dan tepat ia harus membuka pikirannya. Agar pikirannya terbuka ia harus berpikir dengan kepala dingin dengan mencari tempat atau suasana yang tenang.

Saat sudah siap untuk berpikir maka ia mesti berpikir dengan keras dan merenungi apa yang harus dilakukan. Ia harus berpikir berulang-ulang mencari jawaban yang benar. Sepeti kata pepatah, “Semakin sering pedang diasah maka akan semakin tajam.” Begitu juga dengan otak, semakin sering manusia berpikir maka ia akan semakin pandai.

Fakta –> Data –> Proses –> Informasi –> Pengetahuan –> Bijaksana

Perhatikan pola di atas. Seseorang berpikir tentang sebuah fakta. Fakta yang ada dijadikan sebuah data kemudian diproses sehingga menjadi informasi. Hasil dari informasi adalah pengetahuan atau ilmu dan lebih jauhnya akan menjadi bijaksana.

Sebagai contoh, Ali kecil melihat sebuah objek yang berbentuk panjang dengan tinta di dalamnya yang dirancang sedemikan rupa sehingga bisa nyaman dipegang oleh tangan. Ali belum mengetahui benda tersebut. Mata sebagai alat penglihatan Ali mengirim sinyal ke otak. Otak memprosesnya dan menyimpannya sebagai data. Ali kecil kemudian bertanya kepada ayahnya dan ayah Ali mengatakan bahwa benda tersebut adalah sebuah pena yang berfungsi untuk menulis.

Ali sekarang paham bahwa benda itu adalah pena. Otak telah mendapatkan informasi bahwa benda panjang dengan tinta di dalamnya adalah sebuah pena dan menyimpan informasi tersebut di memori otak. Kini Ali sudah mendapatkan pengetahuan bahwa benda yang ia lihat adalah pena.

Beberapa tahun kemudian setelah Ali remaja dan bersekolah ia mendapatkan banyak pengetahuan. Dan salah satu di antaranya tentu saja adalah pena. Ali remaja kini tidak hanya mengetahui pena adalah pena, tetapi ia juga tahu bagaimana pena itu bisa dibuat, bahan-bahan apa yang digunakan dan sebagainya. Ali pun terus mengasah otaknya dengan terus berpikir dan belajar. Dan setelah Ali dewasa, ilmu yang ia dapatkan semakin bertambah banyak. Sekarang ia tidak hanya mengetahui bagaimana pena itu dibuat melainkan mengetahui kenapa wahyu pertama Rasulullah SAW dari Allah mengenai Baca dan Qalam (pena). Sebagaimana termaktub dalam Al-qur’an.

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu-lah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan Qalam” (Qur’an Surat Al – Alaq : 1 – 4)

Ali memahami bahwa kata ‘Bacalah’ mengandung arti yang luas. Baca (Iqra) bermakna manusia harus membaca, memperhatikan, merenung, bertafakur, memahami, belajar untuk mendalami sesuatu. Dan kata Qalam atau pena bermakna tulis baca. Walaupun Ali baru mengetahui sedikit tentang Baca dan Qalam tetapi sedikit banyak hal itu mengubah pemikirannya. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak lepas dari pengawasan Allah. Semua yang Allah berikan mempunyai maksud dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Kita hanya perlu untuk membuka mata, pikiran dan hati untuk mempelajari sesuatu. Kita juga perlu untuk bertafakur dan bersyukur. Seperti yang dilakukan oleh Ali.

Ali pernah melihat tubuhnya di cermin. Salah satu yang ia lihat adalah matanya sendiri. Ia bertafakur bagaimana matanya bisa berkedip setiap saat, ia juga bersyukur ia diberi mata yang sehat dan berfungsi dengan baik, sedangkan di luar sana ada banyak orang yang tidak mempunyai mata yang sehat.

Ali juga sekarang mulai untuk membiasakan diri untuk melihat hal yang baik-baik dan menutup mata atau menunduk saat ia berjalan jika melihat sesuatu yang tidak boleh ia lihat. Dengan ilmu atau pengetahuan yang ia miliki Ali menjadi seorang yang bujaksana. Ia tahu bagaimana bersikap di berbagai kondisi, ia tahu kapan ia harus berbicara dan tahu apa yang harus ia katakan. Terdengan seperti di negeri dongeng? Adakah Ali di dunia nyata? Ada. JIka kamu belum menemukanya, jadilah dia. Orang yang menggunakan otaknya dengan semestinya.

Apa yang dilakukan Ali bermula saat ia mau untuk berpikir. Karena otak itu seperti parasut, bekerja hanya ketika membuka. Jadi, bukalah otakmu dan mulailah untuk berpikir!

###

 Cek pos lainnya di sini.

Mencintai Orang yang Tidak Mencintaiku

“Bagaimana kalau aku mencintai orang yang tidak mencintaiku?”

Kalau kamu berada dalam kondisi seperti itu pasti akan frustasi. Karena hukum pertama dari cinta adalah perhatian. Jika kamu mencintai orang yang tidak mencintaimu maka perhatian yang ia berikan kepadamu lebih rendah daripada yang kamu harapkan.

Kedua, cinta itu satu ‘ruangan’ bagi dua jiwa. Kalau kamu mencintai orang yang tidak mencintaimu berarti dia berada di luar ruangan itu sehingga kepentinganmu bukan menjadi kepentingan dirinya. Dan urusan dia berada di luar kehidupanmu.

Ketiga, cinta itu pencemburu. Jadi kalau kamu mencintai orang yang tidak mencintaimu, dia akan bergaul di luar circle atau lingkunganmu. Kamu akan cemburu jika dia lebih mengutamakan orang lain daripada dirimu.

Kamu tak bisa membayangkan dia berada dalam masa depanmu jika dia tidak bisa berada di dekatmu. Karena rencana-rencana dia pun tidak melibatkan dirimu.

Ada pertanyaan umum yang ditanyakan oleh seseorang kepada kekasihnya. “Seberapa jauh aku ada dalam masa depanmu?”

Kalau cinta itu memang harus memiliki maka ada dua hal yang harus kamu lakukan. Pertama, kamu mesti mengupayakan supaya dia bisa mengerti bahwa kamu mencintainya. Kedua, dia melihat keuntungan karena dicintai olehmu, yaitu menjadikannya orang yang lebih baik.

Banyak orang tidak melihat keuntungan dalam mencintaimu. Apa untungnya? Lho kok hitung-hitungan? Nanti dulu. Ini cintanya baru atau sudah lebih matang? Karena kalau cintanya baru maka tidak ada hitung-hitungan. Tidak masuk akal pun tetap dipaksakan. Tapi kalau sudah mulai matang dan dewasa maka ia bisa menghitung rencana masa depan. Misalnya apakah tetap akan meneruskan hubungan dengan kekasihnya atau berhenti dan tentunya tentang masalah finansial yang mesti dipikirkan bersama.

Untuk menghilangkan frustasinya cinta yang tidak berbalas itu adalah dengan memperkuat upaya untuk membuatnya mengerti bahwa kamu mencintainya dan tahu keuntungan dicintai olehmu.

Atau, jika segalanya tidak berhasil kamu bisa berhenti berharap kepadanya dan move on kemudian temukanlah orang yang mencintai dan dicintai olehmu. Karena salah satu keindahan dalam hidup ini adalah mencintai orang yang juga mencintaimu.

###

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Logika dan Perasaan

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan logika dan perasaan pada cinta?

Semua hubungan cinta itu sudah diatapi oleh sesuatu yang bernama perasaan. Pertanyaan ‘kapan menggunakaan perasaan?’ jawabannya yaitu ‘sudah menggunakannya’. Itu sebabnya disebut cinta.

Ketika kita bertemu seseorang dengan perasaan itu maka semua keputusan diwarnai oleh cinta. Cinta itu tidak logis karena cinta memiliki logikanya sendiri. Logika cinta itu apa? Yaitu tergesa-gesa, harus hanya dia, harus selamanya, jangan sakiti aku, setialah hanya kepadaku, dan aku mau apa saja pokoknya kamu harus mengerti. Seseorang yang mengatakan, “Aku butuh pasangan yang pengertian,” itu sama artinya dengan, “Apapun yang aku lakukan, semua hal yang aku mau, kamu HARUS mengerti.”

Semua hal ini dinaungi oleh atap rasa. Supaya seimbang, saat seseorang sedang mabuk kepayang oleh cintanya, ia juga mesti menggunakan otak dan pikirannya. Ia harus punya rasa dan logis dalam waktu bersamaan.

Ketika kamu sedang dalam upaya pendekatan, jangan mengatakan hal-hal yang bisa membuat cemburu si calon pasangan. Baru kenal, jangan bicara tentang mantan kekasih. Baru kenal, sudah membanding-bandingkan. Atau baru kenal mengatakan, “Kamu lebih cantik deh kalau kamu menggunakan jenis potongan rambut seperti ini,” sambil menunjukkan foto seprang model di sebuah majalah. Bayangkan, sudah ada demand, tuntutan dan permintaan yang memaksa. Atau misalnya saat pertama bertemu bertanya, “Gajimu berapa?”Laki-laki yang ditanya soal gaji sama tidak senangnya dengan wanita yang ditanya soal umur dan berat badannya.

Pembuktian yang sebenarnya dalam kehidupan adalah hal yang liogis. Contohnya biaya hidup, kesehatan untuk keluarga dan perawatan anak dalam kandungan hingga melahirkan. Pikiran logis tentang hal seperti ini tidak boleh hilang.

Kalau laki-laki berkata, “Terimalah aku apa adanya. Kita percayakan kepada Tuhan.”

Tuhan menjawab, “Kalau kamu percaya kepada-Ku maka percayalah juga pada hukum upaya. Bahwa kalau kamu mengupayakan sesuatu, kamu akan mendapatkannya.”

Tidak bileh kita mengatakan PERCAYA kepada Tuhan tapi mengabaikan hukum-Nya.

Jadi jawaban untuk pertanyaan, “Kapan seseorang menggunakan perasaannya?” Jawabnya ialah, “Sepanjang waktu.” Perasaan sayang, cinta, memperhatikan dan mengkhawatirkan pasangan dan keluarga dan bertanggung jawab, itu semua digunakan hingga akhir hayat. Sementara logika dimulai seawal mungkin untuk mengenali tanda-tanda ketidaksetiaan, rendahnya tanggung jawab, malas mencari nafkah dan mengurus rumah tangga. Dan logika mesti dipakai secara teratur supaya perjalanan cinta di bawah naungan perasaan itu menjadi indah, logis dan mampu. Karena sulit sekali kita mencintai dengan damai kalau kita tidak mampu secara ekonomi dan logis (mapan dalam kehiduoan dan matang dalam pemikiran).

###

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Kenapa Cintaku Biasa Saja?

Cinta memiliki kekuatan perasaan yang ekstrem dalam segala perilakunya. Ada rasa rindu, keinginan untuk bertemu, rasa sayang, marah, bahagia, malu dan sedih yang ekstrem. Jika cintamu menurun maka ia akan berada pada level biasa saja, hambar, flat atau datar dan tak ada perasaan yang menggebu-gebu. Adakah cinta yang seperti itu? Kenapa bisa terjadi? Wajarkah?

Manusia cenderung bersemangat pada saat-saat yang baru. Masuk sekolah, berkenalan dengan orang, bergabung komunitas, atau diterima di tempat kerja yang baru. Hal itu juga terjadi pada cinta yang baru. Seseorang akan sangat bersemangat dengan cinta barunya itu.

Berarti kita mesti berhati-hati pada orang yang sudah tidak berdebar-debar akan cintanya. Ia tidak lagi excited (senang) ingin bertemu pasangannya. Bahkan ia bisa menjadwalkan putus dan sambungnya sebuah hubungan. Itu namanya Transactional Love. Cintanya seperti transaksi perdagangan. Segalanya diperhitungkan. Ini tak bisa lagi disebut dengan cinta. Karena cinta sejatinya itu tak ada batasan. Cinta itu membuat orang ingin selalu berada dengan kekasih hatinya. Jika tidak bisa dalam bentuk kehadiran fisik, ia bisa merasakannya dalam spirit (merasakan kehadiran meskipun berjauhan).

Cinta yang biasa saja ini belum tentu karena seseorang tidak pantas untuk dicintai. Ada orang yang memang kebiasaannya itu nge-flat atau biasa saja. Ia cepat sekali tertarik tetapi cepat juga merasa hambar dan bosan. Ada yang begitu. Segala sesuatu itu memang membiasa. Apalagi bagi orang yang tidak suka mensyukuri cinta, uang dan persahabatan.

Anjuran untuk orang yang suka nge-flat ini adalah ia harus memperbaiki diri untuk tidak mudah merasa hambar atau bosan. Ia harus melatih dirinya dengan bersyukur.

Ada beberapa hal yang resikonya besar jika kita selalu merasa hambar selain cinta yaitu sebagai berikut:

1. UANG

Tidak bersyukur atas uang yang dimiliki sebagai wujud dari rezeki yang diberikan oleh Tuhan merupakan contoh seseorang yang hambar terhadap uang.

Jika ia bersyukur maka ia akan berterimakasih kepada Tuhan melalui doa-doa dan perilaku sehari-hari. Sebesar apapun rezeki yang diberikan ia akan menerima dengan ikhlas. Ia sama sekali tidak menyepelekan uang.

Di lain sisi, ada orang yang selalu rutin menerima uang setiap hari tetapi tidak pernah puas dengan jumlahnya. “Ah, masih kecil. Ah, tak cukup.”

2. PEKERJAAN

Ada jutaan orang di Indonesia yang menganggur. Lalu ada seseorang yang memiliki pekerjaan tetapi ia malah menyepelekan pekerjaan. Ia tidak bekerja dengan giat dan sepenuh hati, datang tidak tepat waktu, bahkan di beberapa kasus ada pegawai yang mencuri aset perusahaan.

“Gua malas kerja juga gak apa-apa. Gua dipecat juga gak apa-apa. Toh gua udah lakuin yang gua bisa. Cincay lah ya kerjaan gua itu. Kecil.”

Lalu Tuhan berkata, “Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?” Orang itu bisa-bisa dibabat oleh Tuhan karena sifat sombong dan menyepelekan nikmat berupa pekerjaan.

3. ILMU

Ada dua orang yang menginginkan ilmu lalu mereka pergi ke sebuah perpustakaan. Si A masuk tetapi ia malah mengantuk dan bosan. Ia hanya buka-buka buku, melihat-lihat dan membolak-balik halaman tanpa diresapi kandungan isinya. Sementara itu Si B yang masuk ke dalam perpusatakaan dengan penuh semangat, jiwanya bergejolak dan senyumnya terlukis di wajah.

“Betapa banyak buku yang ada di sini. Ini adalah kekayaan ilmu yang luar biasa.”

Sebenarnya kalau kita membaca buku itu seperti duduk bersama penulisnya. Lalu berdiskusi dengannya dan membahas apa yang sudah ia tulis.

Jadi pribadi yang suka nge-flat ini rata-rata karena ia lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Sang Pemberi Rezeki. Kalau ia bersyukur maka kapanpun dan di manapun ia akan selalu melihat keindahan baru yang tidak akan membuatnya bosan. Itulah sebabnya jatuh cinta kepada orang yang sama selama bertahun-tahun bisa terjadi karena orang itu selalu bisa menemukan sisi-sisi atau hal baru dari pasangannya. Ia menolak untuk nge-flat. Ia fall in love setiap hari.

Ada pula orang yang dalam hubungannya dengan orang lain, ia menunggu perasaannya berdebar-debar. Jadi standar dia untuk menilai kecocokan dengan orang lain adalah berdasarkan debaran di hatinya. Ia ibarat metal detector yang mencari dan mendeteksi logam di sekitarnya. Ia mengecek kecocokan hatinya berdasarkan debaran atau sebarapa degdegannya dia saat bertemu seseorang. Calon kekasihnya, ia ibaratkan seperti itu.

Tetapi bagaimana jika detector miliknya itulah yang rusak? Kira-kira detector debaran yang rusak itu seperti apa sih? Orangnya itu pendiam. Tidak terlihat apakah dia sedang mengantuk atau pingsan. Tak marah meskipun diganggu sehebat apapun. Tidak bisa dibedakan apakah ia sedang tersenyum atau sedang kesakitan karena kesetrum. Lalu dia menstandarkan hubungannya dengan orang lain pada getaran dan debaran di hatinya? Mana mungkin bisa. Dia sendiri tidak pernah merasakan itu. Jangan menggunakan standar seperti ini kalau kamu bukan tipe orang yang excited dan berdebar-debar karena semangat. Memang ada orang yang seperti ini. ia melihat segala sesuatu itu biasa saja.

Sebaliknya orang yang terlalu mudah excited,  mudah pula mati ketertarikannya. Sulit sekali kita bisa menentukan apakah seseorang itu adalah jodoh kita atau tidak hanya dari debaran. Karena ada orang yang sangat biasa saja dan ada pula yang terlalu bersemangat. Jadi mesti bagaimana?

Kamu mesti berada dalam posisi yang wajar. Tidak terlalu biasa dan tidak terlalu berlebihan. Kamu harus memiliki ketegasan untuk melihat keindahan pada pribadi pasanganmu lalu menemukan debaran itu dalam kebersamaan. Bukan alamiah. Kemesraan itu tidak alamiah. Ia dibentuk. Kesetiaan pun tidak alamiah. Ia tumbuh karena ada rasas percaya.

Ada yang bilang, “Ketidaksetiaan adalah masalah kesempatan.”

Bukan. Karena ada kesempatan pun, orang yang tegas akan selalu setia. Jadi hindarilah diri dari kebiasaan tidak mensyukuri. Hidupkan kesyukuran dan rasa berterimakasih atas apapun yang kita miliki sehingga sekecil-kecilnya rahmat Tuhan itu kelihatan patut dihargai. Apalagi yang namanya cinta. Cinta adalah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada umat manusia.

###

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

.

Tak Ada Gading yang Tak Retak

Sebagai anak kecil pada umumnya aku adalah seorang yang ekspresif. Mudah bergembira akan sesuatu meskipun kecil. Mudah marah kalau keinginan tidak terkabulkan. Namun cepat melupakan masalah dan berbaikan karena ada teman-teman yang mengajak bermain lagi.

Bertambahnya usia yang beranjak remaja, mulailah aku mengenal masalah yang lebih rumit daripada sebelumnya. Keluargaku yang berlatar belakang ekonomi lemah seringkali menjadi penghambat tercapainya sebuah rencana atau keinginan untuk membeli sesuatu. Rasa iri terhadap teman-teman yang bisa membeli semua yang mereka mau sudah mulai tumbuh di dalam dada. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika aku menginginkan sesuatu tetapi tidak bisa mewujudkannya.

Masa remaja beralih menuju dewasa level awal. Yaitu ketika memasuki perkuliahan. Di masa ini pun aku bertemu lagi dengan tipe orang yang aku benci. Dialah mahasiswa yang berasal dari keluarga berada, yang bisa menyewa kamar kos paling mewah, membayar uang kuliah selalu di awal waktu, memiliki kendaraan dan gawai yang canggih, serta uang bulanan yang tak pernah kekurangan. Tetapi ia tidak belajar dengan seharusnya di kampusnya. Tidak serius, sering bolos, main sana-sini, bermain game sepuasnya, mencontek tugas kuliah dan tak pernah malu kalau harus mengulang sebuah mata kuliah. Di sisi lain, adalah aku yang untuk kuliah saja, Bapak mesti berutang dan bekerja keras di proyek-proyek pembangunan gedung.

Memasuki dunia pekerjaan pun tak jauh berbeda. Aku selalu menemukan orang yang bermuka dua, penjilat level dewa dan memiliki energi untuk membual tiada henti. Di tempat lain, ada pula orang-orang yang tidak bisa memegang janji dan komitmennya.

Kemudian aku duduk merenung memikirkan semua ini. Mau ke manapun pergi, di manapun termpat aku berada, menjadi sebuah bagian dari suatu kelompok atau sekedar bertemu sembarang orang di jalanan, masalah itu akan selalu datang menghampiri. Tetapi tidak ada masalah yang tak bisa diatasi, bukan?

Tentang iri hati itu sudah ada obatnya yaitu ikhlas dan bersyukur. Bahkan jika aku sekaya apapun, nafsu untuk memiliki lebih banyak kekayaan akan terus ada. Manusia jika diberi segunung emas masih akan bertanya apakah masih ada gunungan emas yang kedua. Mempelajari kedua ilmu ini memang tak akan ada habisnya. Harus selalu dilatih.

Semua ciptaan Tuhan itu indah, bahkan pada sesuatu yang kita anggap cacat seperti retakan gading gajah. Gading justru indah karena ada retakannya. Jika mulus itu bukan gading tetapi akrilik.

Jika membandingkan kelebihan orang lain dengan kekurangan diri sendiri maka timbullah stres. Jika membandingkan kelebihan diri sendri dengan kekurangan orang lain maka muncullah sombong. Bersikap sewajarnya adalah hal yang paling bijaksana.

Kadang-kadang terlintas dalam benak kapan semua getir, gusar dan gundah ini berakhir? Semua berhenti sampai ajal tiba. Hingga masa itu manusia pasti akan dihinggapi ketiga perasaan tadi. Hanya mereka yang bisa berdamai dengan dirinya sendiri, ikhlas, bersyukur terhadap apa yang mereka miliki serta tetap melakukan amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak, yang bisa tenang menghadapi hidup.

###

Silakan baca pos lainnya di sini.

Umur Ideal Laki-laki untuk Menikah

Halo, Sahabat!

Untuk kamu yang belum menikah, kira-kira kapan rencana itu akan terwujud? Pada umur berapa kamu akan menikah?

Pertanyaan seperti ini tidak hanya muncul saat keluarga berkumpul di momen Idul Fitri. Biasanya tante yang penasaran, sepupu yang usil atau teman yang K.E.P.O. selalu bertanya ini. Dan ternyata pertanyaan inI pula sedikit banyak mempengaruhi diri sendiri. Seseorang bisa membayangkan hal itu sebelum ia tidur yang membuatnya malah gelisah.

Pada pos berjudul Kapan Nikah, aku sudah membahasnya.

Sebenarnya di umur berapa sih laki-laki itu ideal untuk menikah?

Memang kedewasaan tidak ditentukan oleh umur. Karena ada orang yang berumur 22 tahun dan sudah mapan. Ada orang yang 44 tahun tetapi masih pemarah, emosional atau ngambekan.

Selanjutnya di umur berapa laki-laki itu boleh menikah? Di umur di bawah 25 tahun laki-laki boleh menikah. Bahkan di umur 70 tahun ia boleh menikah (lagi).

Laki-laki pada umur 25 tahun itu sudah diharapkan dewasa. Bukan karena umurnya tetapi masyarakat melihat (menilai) anak muda umur 25 tahun itu sudah mandiri. Ia sudah mulai bekerja dan memiliki pendapatan. Umur di bawah 25 tahun, laki-laki masih kuliah dan persiapan masuk ke dunia kerja. Kalau umur 27 tahun dianggap sudah lebih matang lagi. Artinya ia sudah meniti karier selama dua tahun, memiliki gaji dan posisi sudah bagus. Laki-laki umur 30 tahun sudah matang. Dan pada umur 35, laki-laki sudah sangat matang dalam segala hal. Kalau begitu rentang umur laki-laki yang sudah diduga siap untuk menikah adalah antara 25 hingga 35 tahun. Yang membuat dia siap bukan karena umur semata melainkan ia sudah dewasa. Maksudnya ia sudah lebih matang emosinya (bisa mengendalikan diri), intelekutal dan finansial.

###

Keterangan :

K.E.P.O. adalah akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu akan detail sesuatu. Apa saja yang terlintas di benaknya akan ditanyakan terus. Hal-hal sepele ditanyakan serta serba ingin tahu urusan orang lain.

K.E.P.O. biasa disematkan sebagai sebutan yang tidak baik karena keterkaitannya pada sibuk mengurusi (sangat ingin mengetahui) apa saja yang terjadi pada orang lain. Lain halnya jika rasa penasaran itu ada pada proses belajar-mengajar, mengkaji ilmu dan sebagainya. Untuk poin kedua ini sepertinya istilah K.E.P.O. tidak cocok.

Pos lainnya ada di sini

Menjadi Calon Menantu Idaman

Sebagai lelaki, hal yang paling dibutuhkan dari pasangannya adalah menjadi dirinya sebagai perempuan. Perempuan yang punya kasih sayang dan bisa mengurus rumah dengan caranya sendiri. Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi maka titelnya itu adalah tambahan atau sebuah nilai plus. Memiliki istri yang tidak hanya pandai di bidangnya namun telaten dalam mengurus rumah tangga sungguh merupakan anugerah bagi suaminya. Namun andaipun istri bukan sarjana atau bahkan di bawahnya tentu bukan masalah. Istriku juga demikian. Jika ditanya siapa superhero di rumah? Maka dengan yakin kukatakan dialah istriku.

Seorang perempuan ditanya tentang kriteria pasangannya kelak. Ia menjawab bahwa lelaki yang memiliki sosok sebagai imam/pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab adalah jawabannya. Bagi kamu, wahai para lelaki, jangan dulu menganggap itulah jawaban utama mereka. Memang hanya ada 2 kritea sebagai calon pemdamping hidup seorang perempuan. Tapi ingatlah ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pernikahan bukan hanya tentang menyatunya lelaki dan perempuan tetapi keluarga juga. Sebelum atau sesudah menikah menjalin hubungan baik antara kedua keluarga besar perlu dijalin.

Untuk kamu yang saat ini sedang memiliki rencana untuk menikah, maka hal yang tidak kalah penting adalah mencari cara untuk mendekatkan diri kepada camer (calon mertua). Calon mertua menjadi penting untuk ‘didapatkan’ hatinya karena mereka adalah orang tua dari kekasih kita dan kelak akan menjadi orang tua bagi diri kita sebagai suami dari anaknya. Dianggap penting karena pada akhirnya keputusan untuk menikah ada di tangan calon mertua. Uniknya, kamu bisa jadi tidak butuh fase PDKT atau pendekatan yang oertama (mendapatkan si perempuan), jika calon mertua sudah merestuimu menjadi calon menantunya. Dalam beberapa contoh pernikahan seseorang, si lelaki justru lebih dulu mendapatkan ‘hati’ calon mertua daripada anak perempuannya. Caranya bisa melalui perjodohan antara orang tua pengantin lelaki dan perempuan atau justru orang tua perempuan yang datang meminang si lelaki agar mau menikahi anak perempuannya. Tentu, tidak semuanya seperti itu karena jalan hidup setiap orang berbeda.

Kalau kamu belum mengetahui caranya, berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar bisa PDKT dengan calon mertua.

PENAMPILAN

Mata manusia memiliki batasan yaitu hanya bisa melihat sebatas mata memandang. Tidak bisa melihat suatu benda yang terhalangi oleh benda lain. Tidak bisa tembus pandang. Tidak bisa menebak isi hati dan tidak bisa melihat ke masa lalu atau masa depan. Oleh karena itu, apa yang terlihat akan menjadi bahan pertimbangan seorang manusia untuk melakukan sesuatu atau untuk mengambil suatu keputusan tertentu.

Karena mata memiliki sifat seperti itu, maka saat seseorang ingin menarik perhatian orang lain, ia mesti memperhatikan penampilan dirinya. Ia harus bisa membuat dirinya tampil menarik dan tetap menunjukkan jati dirinya.

Begitu pun dengan calon mertua. Penampilan menjadi hal penting yang mesti kamu pikirkan. Saat kamu berkunjung ke rumahnya, kamu mesti memilih pakaian terbaik agar tampil sempurna dan menawan di mata si kekasih, apalagi saat kamu akan bertemu dengan calon mertua.

Kesan pertama itu tidak hanya selalu menggoda tetapi juga selalu menentukan langkah berikutnya. Saat kamu pertama kali bertemu dengan calon mertua, pilihlah pakaian terbaikmu, yang sopan, bersih, rapi dan mencerminkan jati diri sebagai orang baik.

BICARA

Saat kamu bicara dengan calon mertua, pilihlah kata-kata yang baik, tidak terburu-buru, jelas dan bisa dipahami. Jangan terlalu lebay (berlebihan) dalam menceritakan sesuatu yang tidak ada dalam dirimu karena artinya kamu telah berbohong kepada calon mertua. Jangan berpura-pura senang atau takut di hadapannya. Berusahalah menjadi dirimu sendiri. Tunjukkanlah bahwa kamu itu lelaki yang tidak takut dan siap berhadapan dengan siapa saja.

Pemilihan kata juga mesti diperhatikan. Kata adalah dasar dari sebuah hubungan komunikasi. Sebuah komunikasi akan terjalin baik dan nyambung jika bahasa yang digunakan itu berkualitas. Ketahuilah, bahwa bahasa adalah pembeda kelas yang sebenarnya.

Orang yang bicaranya sembarangan, kasar dan ngawur itu kelas orang yang tidak pandai, terbukti dari pilihan kata yang keluar dari mulutnya. Orang yang bicaranya terburu-buru, cepat, tidak jelas, lebih sering manggut-manggut daripada diamnya, itu adalah kelas orang yang panikan. Sedangkan orang yang bicaranya tenang, lancar, jelas dan tidak berbelit-belit adalah kelas orang yang bijak dan cerdas.

Jadi, kamu bisa membedakan kelas orang lain dari cara ia memilih kata-kata. Kamu juga bisa merenung, tipe kelas mana kamu berada. Kalau kamu belum terbiasa bicara jelas dan tenang, belajarlah dari sekarang agar apa yang ingin kamu sampaikan bisa dimengerti dengan baik oleh calon mertua.

TUJUAN

Dalam beberapa kali pertemuan dengan calon mertua, pastikanlah bahwa mereka tahu akan tujuan utamamu yaitu ingin menikahi anak perempuannya dan menjadi amggota baru di keluarga besar mereka. Jangan sampai mereka salah paham, kalau kamu dianggap hanya sebagai teman anaknya atau bahkan bisa dikira tukang ojek karena misalkan setiap hari datang menjemput anaknya untuk pergi.

Untuk poin ini, katakanlah secara tegas tentang keinginanmu untuk menikah. Bahwa dengan pernikahan, kamu memiliki tujuan yang mulia, yang ingin kamu bangun bersama dengan calon istrimu nanti.

Kamu bisa menyampaikan beberapa tujuan dari pernikahan menurut Islam sebagai berikut :

  1. Tuntutan Naluri Manusia. Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan akad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini; dengan kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
  2. Benteng Akhlaq. Pernikahan berfungsi untuk membentengi manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabatnya. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”
  3. Ibadah. Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadahan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain, bahkan berhubungan suami istri pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan isterinya adalah sedekah!” (Mendengar sabda Rasulullah, para Sahabat keheranan) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap isterinya akan mendapat pahala?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain isterinya, bukankah ia berdosa? Begitu pula jika ia bersetubuh dengan isterinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.”
  4. Keturunan Yang Shalih. Tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang shalih, untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” [An-Nahl : 72]

LATAR BELAKANG

Selanjutnya, kamu juga mesti memberitahukan informasi tentang latar belakangmu seperti tempat tinggal, silsilah keluarga, riwayat pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. Hal ini penting dilakukan untuk bisa membangun kepercayaan dari kedua belah pihak dan nantinya masing-masing akan semakin mengenal lebih dekat.

Ajaklah camer untuk membicarakan hal ini secara santai. Kamu bisa mengajaknya ke taman dekat kompleks perumahannya sambil lari pagi di hari Ahad, makan siang bersama dengan keluarga camer, atau bisa sambil bermain catur dan minum kopi di sore hari.

HOBI CAMER

Kamu pasti senang jika ada orang lain yang mau berpartisipasi melakukan suatu kegiatan yang merupakan hobimu. Kamu merasa ada orang yang perhatian dan mempunyai keinginan untuk menemani dan menyenangkanmu dalam melakukan suatu hobi tertentu. Walaupun kamu tahu bahwa orang itu tidak sejago dan sebagus kamu dalam hobi tersebut.

Begitu pun dengan hobi dari calon mertua. Mereka akan senang jika ada orang yang menaruh perhatian pada hobi yang mereka miliki. Tugas pertamamu adalah mencari tahu hobi apa yang disenangi baik oleh camer lelaki atau perempuan kemudian berusahalah untuk terjun langsung dan mencoba hobi itu, meskipun hanya sekali saja.

Misal, camer perempuan menyukai hobi berkebun maka kamu bisa memyempatkan waktu untuk menemaninya mengurus tanaman di depan rumahnya atau kamu bisa membelikannya bibit pohon dan bunga yang ia sukai. Atau jika dia hobi masak, kamu bisa membantunya memasak di dapur. Kalau kamu payah dalam hal ini, setidaknya ajukanlah diri untuk menemani camer untuk berbelanja ke pasar atau supermarket.

Camer lelaki juga sama, kamu harus mau ikut berpartisipasi dalam hobinya. Misal, ia hobi memancing ikan di kolam pemancingan atau di laut. Kamu bisa ikut menemaninya dan cobalah untuk bersaing mendapatkan ikan terbanyak. Camer lelaki pasti akan senang dan merasa tertantang untuk melakukannya.

Jika kamu pandai mencari hal yang bisa membuat kedua calon mertuamu senang dan bahagia dalam melakukan hobinya maka peluangmu untuk bisa meluluhkam hati camer bisa meningkat. Dan berarti kamu telah mengalami kemajuan yang pesat. Jika kekasihmu mengetahui bahwa kamu peduli kepada orang tuanya, maka ia pun akan semakin respect dan sayang kepadamu.

WAKUNCAPH DI RUMAH

Berusahalah untuk menekan egomu untuk selalu ingin pergi berduaan ke luar rumah. Pertama, kamu dan dia belum halal. Kedua, hal ini tidak baik dilakukan.

Saat Wakuncaph (Waktu Kunjung Calon Pendamping Hidup), sebaiknya kamu lakukan di rumah. Jangan pergi ke mana-mana. Habiskan semua kerinduanmu itu di rumahnya. Banyak hal positif yang bisa kamu lakukan bersama seperti membantu camer membersihkan halaman rumah dan sebagainya. Dan datanglah berkunjung minimal 2 kali dalam sebulan. Jangan terlalu sering datang ke rumahnya. Selain untuk menjaga hati dan nafsu (emosi dan syahwat), kamu juga bisa memelihara rasa rindu, baik dari calonmu atau camer. Kalau mereka sudah sampai ke tahap, “Neng, kemana si Aa, kok belum dateng lagi ke rumah?” maka peluangmu untuk meluluhkan hati camer sudah semakin tinggi.

Kalau memang kamu perlu pergi bersama dengan calonmu itu, jangan pergi sebelum ia ditemani oleh mahramnya. Jadi, kamu pergi tidak hanya berdua tetapi minimal ada satu orang mahram yang ikut. Ini penting untuk menjaga dirimu dari melakukan hal-hal yang diinginkan oleh syahwat dalam dirimu.

MAKANAN FAVORIT CAMER

Terakhir, bawakanlah makanan favorit calon mertuamu. Ingatlah bahwa makanan itu tidak hanya martabak. Ada sekian banyak menu kuliner di daerahmu. Jangan melulu memberikan martabak untuk camer. Bukan tidak boleh. Sesekali kamu bisa membelikannya martabak tapi setelah itu belikanlah makanan lain yang tidak kalah enak.

Bagaimana kalau ternyata makanan favorit camer adalah martabak? Tetap belikan martabak saat kamu berkunjunga ke rumahnya dan nanti belikan makanan lainnnya. Kamu bisa bilang, “Om, Tante, cobain deh. Makanan ini lagi hits loh,”

Tentunya kamu juga mesti jeli memilih makanannya. Tanyalah calonmu itu sebagai sumber referensi makanan favorit orang tuanya. Jangan sampai kamu membelikan makanan yang lagi hits tetapi tidak bisa dimakan oleh camer karena penyakit atau alergi tertentu.

###

Demikianlah tips yang bisa kamu coba untuk mendekatkan diri kepada keluarga calon pendamping hidupmu. Kamu bisa mencoba salah satu atau seluruhnya. Atau mungkin kamu memiliki tips lain yang sudah kamu lakukan dan berhasil? Boleh dong share pengalamanmu di sini.

Salam.

Temukan motivasi lainnya di sini.