Mereka Bilang Saya Perawan Tua 30 – Malam Bahagia

Tokoh : Rama

Hai, namaku Muhammad Ramadhan Karim Al-Jabbar. Atau kau lebih mengenalku dengan sebutan Rama. Meskipun aku mengenal Via itu tidak lama dari masa perkenalan, pendekatan kemudian lamaran tapi kami berdua sudah memutuskan bahwa hari ini, tanggal 15 Dzulhijjah kami akan mengikrarkan janji suci berupa akad yang disaksikan oleh penghulu, wali, para saksi dan semua orang.

Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 30 – Malam Bahagia”

Advertisements

Mereka Bilang Saya Perawan Tua 29 – Move On

Tokoh : Reni

Saat aku membuka mata, aku sedang berbaring di atas tempat tidur berseprai putih, berbantal putih, ada infus yang menempel ke tangan kiri, dan ruangan berbau obat-obatan. Kurasa aku tahu sedang berada di mana.

Jam dinding yang berada lurus dari arah mata menunjukkan pukul 4 sore. Aku mencoba mengingat-ingat hal terakhir apa yang aku lakukan. Agak lama aku mencoba memutar memori beberapa jam sebelumnya. Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 29 – Move On”

Mereka Bilang Saya Perawan Tua 28 – Lomba Lari

Tokoh : Mulan

Pertama kali aku bertemu dengan Teh Via adalah saat acara lamaran. Saat bicara dengannya aku merasa seperti mengobrol dengan sahabat lama. Teh Via ternyata gampang akrab dan ramah. Jauh dari bayanganku tentang orang kaya yang sombong. Sepertinya aku harus berhenti menonton sinetron bertema adzab di televisi. Efeknya aku selalu berpikir buruk kepada orang. Dan kalau mereka ternyata benar buruk dan jahat maka segera kusumpahi biar mendapatkan adzab atau siksa. Astagfirullahaladzim. Ampuni aku, Ya Allah. Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 28 – Lomba Lari”

Mereka Bilang Saya Perawan Tua 27 – Game

Tokoh : Wildan

Aku berada dalam posisi yang tidak menyenangkan. Aku sudah berusaha mencegah Teh Via untuk mengabaikan ajakan Reni untuk bertanding.

Meskipun kami berdua seumuran, tapi aku memanggil Via dengan embel-embel ‘Teteh’ sebagai bentuk rasa hormat kepada A Rama yang sudah kuanggap sebagai kakakku. Karena jika misalnya mereka berdua jadi menikah maka Via akan menjadi Teteh atau kakakku juga.

Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 27 – Game”

Mereka Bilang Saya Perawan Tua 26 – Tantangan

Tokoh : Via

Sejak awal aku merasa Reni akan menjadi semacam halangan bagi hubunganku dengan A Rama. Inikah yang disebut dengan firasat? Atau justru ini hanya sebuah ketakutanku? Jalan menuju pelaminan sudah dimulai. Aku ingin semuanya lancar, tak ada  gangguan. Tapi kita semua tahu bahwa tidak semua hal yang kita inginkan sesuai dengan harapan. Sebagai manusia, kita hanya perlu berupaya sekuat tenaga. Semaksimal mungkin. Oleh karena itu, sejak awal pun saat mengenal A Rama, aku menanamkan sebuah perasaan negatif, atau aku menyediakan sebuah ruangan di dalam hatiku yang kusebut dengan Kemungkinan Terburuk. Di dalamnya kupajang beberapa kemungkinan terburuk apa yang akan terjadi antaraku dengan A Rama. Dan Reni menjadi salah satu di antaranya. Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 26 – Tantangan”

Mereka Bilang Saya Perawan Tua 25 – Sebuah Langkah Awal

Tokoh : Via

Kabar tentang acara lamaranku dengan A Rama sudah tersebar di kampung Abah. Hari ini adalah hari bahagia itu. Hari ketiga lebaran dipilih sebagai hari lamaran atau khitbah. Kau tak perlu tanya bagaimana perasaanku saat ini. Tapi lihatlah Abah. Sudah sejak pagi Abah gagah memakai jas warna abu-abu kebanggaannya meskipun bawahnya dia pakai sarung. Abah mondar-mandir tak tahu berbuat apa. Mungkin banyak hal yang harus Abah kerjakan. Padahal semua tugas sudah didelegasikan kepada person in charge untuk masing-masing keperluan. Ada yang bertugas memasak, merapikan halaman rumah, memasang tenda di halaman, mendekor ruangan, merapikan kue-kue agar indah dilirik, petugas parkir dan lain-lain. Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 25 – Sebuah Langkah Awal”

Mereka Bilang Saya Perawan Tua 24 – Menunggu Halal

Tokoh : Rama

Tiga minggu telah berlalu. Banyak hal yang terjadi dalam rentang waktu tersebut. Hubunganku dengan Via menjadi semakin erat. Kami sudah bertemu di Jakarta. Via sudah berkunjung ke kosanku dan begitu pun sebaliknya. Kami juga sudah pernah hangout ke beberapa tempat wisata di Jakarta. Continue reading “Mereka Bilang Saya Perawan Tua 24 – Menunggu Halal”