Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


MSM 3 – Pikiran Pendek

–DINI—

Hari itu awalnya biasa-biasa saja. Semua orang pada umumnya membenci pagi-pagi hari Senin, tapi aku tidak. Bukan hanya Senin saja, semua hari aku suka, asal aku bisa keluar dari rumah. Lepas dari bayang-bayang Mama yang selalu membela Andre dibandingkan anaknya sendiri.

Aku senang datang pagi-pagi ke kantor, menyalakan komputer, membereskan meja kerja dan mengelapnya sampai kinclong. Work Station-ku berada di paling pojok sebelah kiri ruangan. Bersebelahan dengan Ira dan Kaka, teman kerjaku yang bawel dan heboh. Kalau ada mereka, rasanya beban dalam dadaku seakan terangkat dan hilang begitu saja. Biasanya sebelum mulai bekerja, kami mengobrol banyak hal. Biasanya tentang berita apa yang sedang hot, baik di tempat kerja atau di dunia maya. Selalu ada kabar baru dari Ira yang hobi menggunakan sosial media. Continue reading

Advertisements


MSM 2 – Aku Tak Akan Melepaskanmu

— GILANG—

Jimmy menepuk pundakku berulang kali sambil menyampaikan ucapan terima kasih. Raut mukanya tak lagi kusut dan tegang. Sebuah senyum menghiasi wajahnya. Ia jadi tampak lebih semangat dan ceria kembali.

“Kalau tidak dibantu sama Akang, saya gak tahu harus bilang apa sama itu bule,” Jimmy kembali mengenakan headset yang tadi aku pakai, “ternyata bahasa Inggris saya masih payah. Beruntung ada Kang Gilang yang mau bantu nyelesain case ini.”

“Sesama Agent harus saling bantu kan,” Aku mengangguk perlahan, tersenyum dan balik menepuk pundak Jimmy. Continue reading


MSM 1 – Tak Ada Gunanya Aku Hidup

— DINI —

Teman-teman yang satu shift kerja denganku sudah mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas. Beberapa teman melambaikan tangannya berpamitan pulang. Sementara yang lainnya berjalan santai menuju kantin sekedar untuk melepas penat dari pekerjaan yang membutuhkan kesabaran yang ekstra.

Aku bangun dengan malas dari kursi kerjaku. Aku tak ingin pulang. Tapi aku juga tak mau duduk terus di sini. Dengan langkah gontai dan lemas aku keluar dari ruangan kerja. Melirik kembali sebentar ke dalam ruangan. Dimana Ira? Sepertinya tadi aku melihatnya masih di dalam ruangan dan sedang fokus mendengarkan keluhan dari para customer. Atau mungkin Ira sudah keluar bersama teman-teman yang lain. Continue reading


Untukmu, Ramadhan

Bagian 1 – Mudik

Tokoh : Rama

Tadi malam ibuku menelpon dan menanyakan kabarku di Jakarta. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir aku pulang ke rumah adalah 6 bulan yang lalu. Waktu itu aku pulang untuk menghadiri acara pernikahan sepupuku.

Bukannya aku tidak rindu sama ibu, tetapi aku terlalu sibuk bekerja di kota ini. Sibuk mencari pekerjaan baru, lebih tepatnya. Dan momen mudik di bulan puasa ini menjadi sangat pas dan mendorongku untuk segera pulang.

Yang aku inginkan sebenarnya bisa pulang setiap bulannya ke kampung halaman. Namun, hal itu sepertinya belum bisa aku lakukan dengan baik. Alasan minta cuti dari kantor yang susah atau tiadanya ongkos untuk pulang menjadi jawabanku kepada Ibu setiap kali beliau menanyakanku kapan aku pulang.

Continue reading


8 Comments

SINGLE

Tadi malam gue baru saja nonton film Raditya Dika yang terbaru. Judulnya SINGLE. Yup, seperti gue yang lagi sendiri alias jomblo. Gue suka film-film yang dibuat oleh Raditya Dika. Film Single berhasil membuat gue terhibur, ketawa-ketiwi, terharu, kesal, sedih, gregetan dan yang paling gue suka adalah unpredictable ending. That’s very a good one.

Dari film Single gue belajar banyak hal, terutama tentang sudut pandang terhadap kata single itu sendiri. Sampai tadi malam gue masih berpikir bahwa menjadi single adalah sebuah momok yang menakutkan, tabu dan lebih cenderung kepada gengsi terhadap pandangan orang sekitar yang mencap gue jomblo atau tak laku. Well, akhirnya hari ini gue belajar sesuatu bahwa single itu bukan hanya tentang mencari pasangan untuk hubungan pacaran saja, bukan untuk memuaskan nafsu atau hasrat untuk berpasangan. Terkadang kita terbuai atau tertutupi sebuah pemikiran yang menyebutkan bahwa single itu adalah seorang yang payah dan tidak menarik. Lebih baik mana single tapi tetap memelihara kebaikan dan berusaha mencari pasangan terbaik? Atau memaksakan diri dalam sebuah hubungan yang kamu sendiri tahu bahwa hubungan yang akan kamu jalin itu tidak akan berhasil karena kamu sendiri merasa tidak cocok dengan pasangan?

Single

Continue reading


Jodohku : Kamu

“Kalau jodoh gak kemana.” (pepatah)

Jodoh. Lima hurup. J.O.D.O.H. Apa yang terpikir di benakmu ketika mendengar kata itu? Pasangan? Ya. Soulmate? Bisa jadi. Atau teman sehidup semati dalam sebuah ikatan pernikahan? Benar. Apa pun persepsi kita tentang jodoh, semuanya berujung kepada hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan. Mereka berharap dapat bertemu, saling mencintai, membangun  keluarga dan membina sebuah bahtera rumah tangga.

Well, itu semua terdengar seperti sebuah cerita dongeng yang happy ending, dimana semua orang menginginkannya. Begitu juga dengan diriku. Sampai saat ini jodoh yang ditakdirkan untuk hidup denganku tak kunjung bertemu. Entah karena aku yang memang bodoh dalam hal percintaan atau mungkin aku payah dalam menghadapi perempuan. Continue reading