Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Untukmu, Ramadhan (Cerita Pertama)

Bagian 1 – Mudik

Tokoh : Rama

Tadi malam ibuku menelpon dan menanyakan kabarku di Jakarta. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir aku pulang ke rumah adalah 6 bulan yang lalu. Waktu itu aku pulang untuk menghadiri acara pernikahan sepupuku.

Bukannya aku tidak rindu sama ibu, tetapi aku terlalu sibuk bekerja di kota ini. Sibuk mencari pekerjaan baru, lebih tepatnya. Dan momen mudik di bulan puasa ini menjadi sangat pas dan mendorongku untuk segera pulang.

Yang aku inginkan sebenarnya bisa pulang setiap bulannya ke kampung halaman. Namun, hal itu sepertinya belum bisa aku lakukan dengan baik. Alasan minta cuti dari kantor yang susah atau tiadanya ongkos untuk pulang menjadi jawabanku kepada Ibu setiap kali beliau menanyakanku kapan aku pulang.

Continue reading


8 Comments

SINGLE

Tadi malam gue baru saja nonton film Raditya Dika yang terbaru. Judulnya SINGLE. Yup, seperti gue yang lagi sendiri alias jomblo. Gue suka film-film yang dibuat oleh Raditya Dika. Film Single berhasil membuat gue terhibur, ketawa-ketiwi, terharu, kesal, sedih, gregetan dan yang paling gue suka adalah unpredictable ending. That’s very a good one.

Dari film Single gue belajar banyak hal, terutama tentang sudut pandang terhadap kata single itu sendiri. Sampai tadi malam gue masih berpikir bahwa menjadi single adalah sebuah momok yang menakutkan, tabu dan lebih cenderung kepada gengsi terhadap pandangan orang sekitar yang mencap gue jomblo atau tak laku. Well, akhirnya hari ini gue belajar sesuatu bahwa single itu bukan hanya tentang mencari pasangan untuk hubungan pacaran saja, bukan untuk memuaskan nafsu atau hasrat untuk berpasangan. Terkadang kita terbuai atau tertutupi sebuah pemikiran yang menyebutkan bahwa single itu adalah seorang yang payah dan tidak menarik. Lebih baik mana single tapi tetap memelihara kebaikan dan berusaha mencari pasangan terbaik? Atau memaksakan diri dalam sebuah hubungan yang kamu sendiri tahu bahwa hubungan yang akan kamu jalin itu tidak akan berhasil karena kamu sendiri merasa tidak cocok dengan pasangan?

Single

Continue reading


Jodohku : Kamu

“Kalau jodoh gak kemana.” (pepatah)

Jodoh. Lima hurup. J.O.D.O.H. Apa yang terpikir di benakmu ketika mendengar kata itu? Pasangan? Ya. Soulmate? Bisa jadi. Atau teman sehidup semati dalam sebuah ikatan pernikahan? Benar. Apa pun persepsi kita tentang jodoh, semuanya berujung kepada hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan. Mereka berharap dapat bertemu, saling mencintai, membangun  keluarga dan membina sebuah bahtera rumah tangga.

Well, itu semua terdengar seperti sebuah cerita dongeng yang happy ending, dimana semua orang menginginkannya. Begitu juga dengan diriku. Sampai saat ini jodoh yang ditakdirkan untuk hidup denganku tak kunjung bertemu. Entah karena aku yang memang bodoh dalam hal percintaan atau mungkin aku payah dalam menghadapi perempuan. Continue reading


Pergi Untuk Kembali

Part 1 – Pergi

“Pak, lihat elang itu!”

Seorang bocah tengah menunjuk seekor elang yang terbang berputar-putar di bukit sana.

”Apakah Lingga juga bisa terbang?”

Tatap bocah itu penuh harap. Ayahnya masih menggambar sketsa hotel pesanan kliennya. Si bocah menatap polos ayahnya. Sang ayah menyimpan pensil yang sedari tadi menari-nari di atas kertas kerjanya. Ia bangkit memperhatikan ‘si penerbang ulung’ yang ditunjuk oleh anaknya.

“Lingga, suatu saat nanti kamu pun bisa terbang seperti elang itu. Bebas tanpa beban. Hanya saja untuk mencapai itu kamu perlu tekad yang kuat juga hati yang ikhlas.”

Sang ayah menunjuk dada anak tercintanya. Bocah itu diam tapi tetap mendengarkan. Matanya menyala dengan semangat ksatria. Continue reading


Hadiah Untuk Kakak

“Jika kamu sakit hati karena cinta maka untuk mengobati lukanya adalah dengan menerima cinta yang baru.”

Nama gue Hanna. Lengkapnya adalah Hanna Al-Qadri. Gue cewek enerjik, penuh semangat, cantik, menarik, suka blak-blakan, easy going dan tomboy. Gue paling suka makan buah stroberi. Hmmm… Yummy! Gue bisa menghabiskan satu keranjang buah stroberi sendirian. Kakak gue yang sering ngasih stroberi segar buat gue. Dia sayang banget sama gue. Namanya adalah Bang Rocky. Gue juga sayang sama kakak gue itu. Dia adalah keluarga gue satu-satunya. Nyokap dan bokap gue udah lama meninggal dunia. Kini Bang Rocky adalah kakak, ayah, guru sekaligus sahabat gue. Gue gak punya adik. Kita berdua tinggal di rumah sederhana di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Continue reading


Jenis-jenis Cinta

Karena cinta, yang pahit menjadi manis

Karena cinta, tembaga menjadi emas

Karena cinta, ampas menjadi anggur murni

Karena cinta, penyakit menjadi penawar

Karena cinta, yang mati menjadi hidup

Karena cinta, sang raja menjadi hamba

(Jallaludin Rumi)

Sebuah syair dari Rumi yang indah. Aku tutup buku puisiku. Aku melihat jam di tangan kiri. Sudah pukul 11.45. Sebentar lagi akan masuk waktu dzuhur. Sebaiknya aku menunggu di masjid saja. Hari ini aku akan menjemput istriku. Sekarang aku sudah berada di sekolahnya. Istriku mengajar mata pelajaran Bahasa Arab dan ia pulang siang, sekitar pukul 13.30. Hari ini aku libur bekerja jadi aku bisa menjemput istriku.

Beberapa menit kemudian, adzan dzuhur dikumandangkan. Aku mengambil Continue reading


4 Comments

Menyayangi dan Memberi

“Kamu bisa memberi tanpa menyayangi tetapi kamu tidak bisa menyayangi tanpa memberi.”

Buku misi ini aku tutup. Aku sudah membaca seluruh isinya. Aku mengerti. Lalu aku segera mengenakan pakaian tugasku. Aku berjalan menuju gerbang langit ketiga. Penjaga gerbang membukakan gerbangnya untukku. Aku berjalan ke tepian awan putih. Aku kembangkan sayap dan aku terjun ke bawah dengan ringan dan tanpa beban. Tujuanku adalah Planet Bumi. Tidak kurang dari satu menit, aku sudah melewati langit kedua dan langit pertama. Detik selanjutnya aku sudah berada di dekat Bumi. Aku dapat melihat lokasi target dan dalam sakejap mata aku sudah berada di rumah target.

Continue reading