Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Niat

Penjelasan Hadits Tentang Niat

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”.(HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu).
Takhrijul Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary no. 1, 54, 2529, 3898, 5070, 6689 dan 6953, Imam Muslim no. 3530 dan lain-lain dari jalan Yahya bin Sa’id Al-Anshory dari Muhammad bin Ibrahim at-Taimy dari ‘Alqomah bin Waqqosh Al-Laitsy dari ‘Umar ibnul Khoththob radhiallahu ‘anhu.

Continue reading

Advertisements


Quote : One Piece

Salah satu anime favoritku adalah One Piece. Aku sangat menyukainya. Aku membaca manga dan menonton animenya. Oda Sensei sebagai pembuat One Piece sangat pintar dalam membuat cerita dan pendalaman masing-masing karakter yang khas dan unik. Selain berisi tentang petualangan bajak laut, kekuatan luar biasa dan peperangan, terdapat pesan baik yang dapat menginspirasi para fans One Piece.

Ada begitu banyak tulisan di Internet tentang quote dari film One Piece. Pada postingan ini, aku hanya membatasi quote yang pernah diucapkan oleh kru bajak laut Topi Jerami. Continue reading


Wasiat Bapak

Namaku Lyra dan aku adalah seorang presenter. Hari ini tema untuk acara Night With akan menghadirkan seorang arsitek terkenal di Jakarta. Dia adalah anak muda yang sukses dan telah menginspirasi banyak orang. Namun, malam ini tema yang akan dibahas bukan tentang cerita kesuksesan dan perjalanan karirnya melainkan tentang cerita dia dengan ayahnya. Kenapa? Karena minggu ini masih ada dalam suasana Father’s Day. Produser aku ingin mengangkat tema ini. Menurutnya, cerita tentang karir dari narasumber terlalu mainstream dan dia ingin sesuatu yang lain. Maka dipilihlah tema Hari Ayah untuk acara Talkshow malam ini.

Sekitar pukul 8 malam, Mas Ihsan telah hadir di studio. Kami akan melakukan siaran langsung setengah jam kemudian. Para kru sedang melakukan persiapan dan pengecekan terakhir serta briefing. Aku melihat Mas Ihsan sebagai sosok yang ramah, santun dan hmmm… tampan. Agak deg-degan sih duduk di dekatnya. Perasaan yang lama itu perlahan satu per satu muncul di bayanganku.  Tapi aku harus profesional. Perasaan ini harus aku tahan. Harusnya aku tidak mengajak dan mengundangnya ke acara ini. Andai saja si bos gak milih dia, pasti aku gak akan segugup ini. Aku malu bertemu dengannya lagi dan lagi. Kejadian waktu itu, pertengkaran waktu itu, sikap egois aku, dan semua permasalahan yang pernah kami hadapi bersama-sama, semuanya campur aduk di dalam pikiranku saat ini. Oh my god, please help me. Bantu aku agar aku tidak lagi luluh di hadapannya. Aku takut, aku kembali menyakiti perasaannya. Aku khawatir, aku tidak bisa mengontrol diri. You can do it, Ra. Yes, you can. Kamu tahu kan kalau Mas adalah orang baik. Dia juga bisa profesional. Continue reading


1 Comment

Semangat dan Mimpi

“Semangat adalah kobaran jiwa manusia, gairah untuk menggapai sesuatu, energi yang meluap-luap yang menunggu suatu aksi tertentu. Mimpi adalah sebuah cita-cita, sebuah harapan, sebuah tujuan. Semangat dan mimpi adalah satu paket. Beranilah untuk bermimpi. Bersemangatlah untuk mewujudkan mimpi-mimpimu. Dengannya hidup ini terasa lebih hidup. Tetaplah bersemangat dan bermimpi, walau hanya itu yang tersisa darimu.”

Jika aku ditanya, mengapa tagline blog ini adalah Semangat dan Mimpi? Karena menurutku keduanya sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang manusia. Tanpa semangat, manusia tidak akan memiliki gairah dalam hidup. Tanpa mimpi, manusia tidak akan mempunyai harapan. Keduanya saling berkaitan. Kamu harus semangat dalam hidup untuk menggapai seluruh mimpimu. Pun demikian, kamu harus punya mimpi, harapan dan cita-cita untuk masa depan agar kamu bersemangat dalam hidup.

Sejak kecil aku mempunyai sebuah mimpi. Aku ingin menjadi seorang dokter yang dapat mengobati berbagai macam penyakit. Membayangkannya saja aku sudah merasa keren. Memakai jas putih dengan sebuah stetoskop yang menggantung indah di leher, menyapa para pasien dengan senyuman ramah. Wah, luar biasa. Itu adalah pemikiranku sewaktu kecil. Saat Ibu Guru di SD bertanya apa cita-citaku, aku jawab dengan tegas, “DOKTER!.”

Luffy-Semangat

Namun seiring dengan berjalannya waktu, cita-citaku berubah. Aku lihat di televisi ada polisi, aku ingin jadi polisi. Ada aksi seorang pemadam kebakaran, aku juga ingin jadi seperti dia. Setelah masuk kuliah di Jurusan Teknik Informatika, aku pun berubah keinginan ingin menjadi seorang programmer atau teknisi komputer. Namun jauh di lubuk hati yang paling dalam, mimpi aku adalah ingin menjadi seorang penulis yang terkenal, handal, dan tulisan yang aku hasilkan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Setiap orang memiliki mimpinya sendiri. Aku percaya itu. Baik itu mimpi besar atau kecil namun itu tetaplah mimpi. Semua tergantung dari tindakan dan upaya apa yang akan ia lakukan agar dapat mewujudkan mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Untuk mencapainya kita perlu semangat. Ya, sebuah semangat membara. Semangat yang penuh dengan kesungguhan. Bersemangatlah! Bermimpilah!

Temukan kata-kata mutiara lainnya di sini.


5 Comments

Bertemu Dengan Sang Joker

Aku mengambil semangkuk es buah dari kulkas kemudian aku duduk di sofa ruang keluarga. Mukena aku simpan di meja. Sehabis sholat tarawih memang paling enak minum minuman dingin seperti es buah. Hmm… nyesss…. Dingin sekali di tenggorokan. Menghilangkan dahaga yang sudah protes sejak di masjid. Puasa hari ini Alhamdulillah selesai dengan lancar. Sambil menikmati sensasi dingin dari es buah, aku menyalakan televisi dan mengambil remote. Hari ini hari kamis, ada acara seru apa ya malam ini?

Channel pertama yang kulihat adalah sinetron tentang orang yang naik haji. Duh…. Sinetron ini gak pernah selesai dari dulu, panjang sekali ceritanya. It’s boring. Aku ganti lagi. Channel kedua tentang acara musik. Ah aku sedang tidak ingin bernyanyi. Pindahin lagi ah. Aku tekan nomor tiga, acara bola. Empat, sinetron lagi. Lima, kartun. What? Kartun di malam hari? Haha… kok ada ya? Mungkin karena ini bulan puasa, anak-anak belum tidur jam sembilan ini. Bagusnya itu kartun tentang tata cara puasa. It’s good enough tapi aku rasa bukan itu yang aku mau tonton. Channel enam, tujuh, delapan sama saja. Tentang berita, komedi dan drama.

Aku minum lagi es buahku. Enak sekali. Besok aku beli lagi ah. Aku masih memegang remote. Di layar televisi menampilkan drama korea tentang anak sekolah. Baru dua menit, eh sudah iklan. Payah nih. Aku tekan nomor sepuluh.

Selamat malam, pemirsa. Bertemu lagi dengan saya Stefani Alvaro di acara Talk To Me. Bagaimana kabar Anda semua? Saya harap baik-baik saja ya.” Continue reading


Kemiskinan

“Kemiskinan itu membelenggu setiap unsur di dalam jiwa, raga dan cita-cita tapi tidak dapat membelenggu iman di dalam dada manusia.”

Siang yang panas di Kota Semarang. Setiap orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Siang itu pukul 14:04 Hasan baru menyelesaikan urusannya dengan klien perusahaan tempat ia bekerja. Perut Hasan mulai berdemo. Perutnya keroncongan minta diisi. Hasan memarkirkan mobilnya di sebuah rumah makan. Dia pun masuk dan Continue reading


Memilih Waktu Untuk Memilih

“Hidup itu penuh dengan pilihan. Setiap orang harus selalu memilih. Baik memilih suatu pilihan atau memilih untuk tidak memilih pilihan. Dan dari setiap pilihan yang dipilih, ada harga yang harus dibayar.”

Setiap hari manusia dihadapkan kepada sebuah pilihan. Mulai dari ia bangun tidur sampai ia tidur kembali. Tatkala  kumandang adzan subuh terdengar, bagi seorang muslim yang sedang tertidur lelap dihadapkan pada sebuah pilihan, apakah ia mau bangun tidur untuk menunaikan kewajiban sholat subuh atau ia memilih untuk menarik selimutnya agar tidurnya lebih lelap. Beberapa jam kemudian ia berpikir apakah mau langsung mandi pagi atau mandinya nanti saja sebelum berangkat ke tempat kerja. Ketika pergi ke dapur, ia berpikir apakah mau masak telur dadar untuk sarapannya, buat mi rebus, beli nasi kuning atau Continue reading