Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Kerudung Merah

Ketika kubuka jendela, kehampaan datang menyapa
Apakah karena hembusan lembut Sang Bayu bawa aroma embun pagi?
Atau rintiknya air hujan menumpas khayalan asmara?
Aku kembali berselimut menahan kebekuan di dalam hati

Ketika aku berjalan sendiri mendaki gunung kebisuan
Apakah langkah ini kubawa ke puncak ataukah hanya diam dalam kebingungan?
Gemuruh suara hati memaksaku bangkit dari keputusasaan
Saat kau tiba-tiba datang memecah kesunyian Continue reading


HATI YANG BEKU

Tahukah engkau, wahai jiwa?
Matahari mampu menghangatkan Bumi
Menggantikan malam yang diterangi Rembulan
Menumbuhkan harapan dari benih impian
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Jika kau berjalan di kutub utara
Sendirian di malam yang gulita
Tanpa alas, tanpa jaket, tanpa penutup kepala
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Seandainya hal itu terlaksana
Kau akan mati membeku dan merana
Akibat udara dingin yang dahsyat sempurna
.
Sama halnya dengan hati manusia
Ia bisa sangat hangat atau sangat dingin
Hati yang hangat mampu menenangkan
Hati yang beku dapat membahayakan

?????????????????????????????????????????????????????????????????
Saat ini aku merasakan bekunya hati
Kecewa, tidak peka, tak ada warna
Aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi
Aku merasa lelah, tak ada semangat, tiada asa
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Aku sepi sendiri disini
Tanpa ada yang menghiburku
Tak seorang pun menemaniku
.
Hatiku masih beku
Dingin sedingin salju
Hatiku harus segera mencair
Kembali hangat dan mengalir
.
Hatiku tak boleh beku lagi
Aku harus temukan seorang bidadari
Yang mampu melelehkan hatiku
Yang sanggup menyentuh jiwaku
.
Duhai belahan jiwaku
Datanglah dari manapun kau berada
Temui aku disini dan obatilah hatiku yang beku
Aku tunggu dan akan selalu kutunggu

 

Kenali Hatimu di sini.