Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Niat

Penjelasan Hadits Tentang Niat

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”.(HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu).
Takhrijul Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary no. 1, 54, 2529, 3898, 5070, 6689 dan 6953, Imam Muslim no. 3530 dan lain-lain dari jalan Yahya bin Sa’id Al-Anshory dari Muhammad bin Ibrahim at-Taimy dari ‘Alqomah bin Waqqosh Al-Laitsy dari ‘Umar ibnul Khoththob radhiallahu ‘anhu.

Continue reading


Berserah Diri Kepada Allah

Allah SWT berfirman dalam Surat Luqman Ayat 22 :

luqman-ayat-22

Sahabat, yang dimaksud dengan berserah diri adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dengan keyakinan penuh bahwa Dia Yang Maha Suci dan Maha Pengatur pasti memilihkan jalan yang terbaik bagi manusia. Berserah diri bukan berarti mengabaikan usaha tetapi justru harus berusaha sekuat kemampuan yang ada. Orang yang berserah diri itu ikhlas menerima segala ketentuan, musibah atau nikmat yang dipilihkan Allah bagi dirinya. Ia juga meyakini bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan mungkin bertindak sewenang-wenang atau pun menganiaya hamba-Nya. Continue reading


7 Kekuatan Semut

 

Setelah nonton film Ant-Man dari Marvel, aku jadi semakin penasaran dengan semut. Hewan kecil tersebut memiliki banyak kekuatan dan keahlian yang membuatku berdecak kagum. Subhanallah! Semut adalah makhluk ciptaan Allah yang luar biasa. Hal yang paling diingat dan diketahui banyak orang adalah semut itu kuat karena bisa mengangkat beban yang beratnya berkali-kali lipat dari tubuhnya dan semut sering melakukan ‘salaman’ saat bertemu dengan semut yang lain.

Semut juga tersebut dalam Al-Qur’an. Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut“) adalah surah ke-27 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara. Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 18-19)

Sahabat Viewer, semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsa Hymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis (spesies), sebagian besar hidup di kawasan tropika. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Anggota koloni terbagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Dimungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. Koloni semut kadangkala disebut “superorganisme” karena koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali berat badannya sendiri. Continue reading


2 Comments

Bila Doa Tidak Terjawab

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirobbll ‘alamin.

Saudara-saudara kaum muslimin rohimakumullah, suatu hari seorang ulama besar yang bernama Al-Imam Al-Faqih Abu Lais tengah berjalan-jalan di Kota Bashrah, berkumpullah sekelompok orang di dekat beliau. Mereka datang mengajukan satu pertanyaan.

“Imam, kami ingin bertanya, di dalam Al-Qur’an itu Allah menjelaskan, ‘Berdoalah kepada-Ku, maka akan Aku jawab doamu’ dalam artian ‘mintalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaanmu’ Begitulah janji Allah di dalam Al-Qur’an. Kami sudah lama berdoa kepada Allah tetapi kenapa sampai sekarang doa kami belum dikabulkan. Katanya kalau aku berdoa maka Allah akan jawab, penuhi dan kabulkan doa. Itu adalah janji Allah. Kami sudah berdoa di pagi dan sore hari, siang serta malam. Pada kenyataannya doa kami masih belum dikabulkan. Bagaimana ini? Apakah ayat Al-Qur’an yang salah? Atau Tuhan sedang tidak mendengar? Apakah doa kami yang terbalik?” Continue reading


Al-Muhyi dan Al-Mumiit (Yang Maha Menghidupkan dan Yang Maha Mematikan)

Bismillahirrohmanirrohim! Saudara sekalian, semoga kita semua diberikan kehidupan yang berkah, yang hatinya hidup oleh nikmat iman, semangat berbuat kebaikan, menikmati lezatnya beribadah, dan hati yang hidup dengan kasih sayang karena hidup tidak hanya identik dengan hal yang bernyawa melainkan identik dengan nilai dari apa yang bisa kita berikan ketika hidup di dunia.

Asma (nama) Allah yang akan kita kaji dalam kesempatan ini adalah Al-Muhyi dan Al-Mumiit artinya Allah Yang Maha Menghidupkan dan Allah Yang Maha Mematikan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat makhluk menjadi hidup kecuali Allah dan tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat kita mati kecuali Allah.

Al-Muhyi terambil dari kata HAYA (huruf ha dan ya), yang memiliki dua makna. Satu, lawan kata dari mati (yaitu hidup). Dua, bermakna malu. Sedangkan Al-Mumiit terambil dari kata MAUT (huruf mim, wau dan ta) yang bermakna hilangnya kekuatan dan potensi serta dari kata ini lahirlah antonim dari hidup yaitu mati. Continue reading


Arti Kesuksesan

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Alhamdulillahirobbil ‘Alamin. Allhumma Sholli Ala Muhammad Wa ‘Ala Aalihi Washohbihi Azmain. Semoga Allah Yang Maha Agung, Maha Menatap, mengaruniakan kepada kita kehati-hatian atas kesuksesan karena orang yang diuji dengan kesusahan lebih mudah sabar dibandingkan diuji dengan kesuksesan. Banyak orang yang tahan menghadapi kesulitan tapi sedikit orang yang tahan ketika menghadapi kemudahan dan kelapangan. Ada orang yang bersabar ketika tidak punya uang tapi banyak orang yang hilang kesabaran ketika banyak uang. Oleh karena itu para pembaca yang budiman, kajian kita pada kesempatan ini adalah membahas tentang seperti apa sih sukses itu? Karena kalau kata-kata sukses itu sudah salah alat ukurnya maka kita akan diperbudak oleh keinginan sukses.

Sementara ini, kita menganggap kesuksesan itu kalau suami naik jabatan, ibu ikut bahagia. Padahal apakah jabatan ini sesuai dengan kemampuan atau tidak itu belum kita pertimbangkan. Padahal apakah ketika mencapai jabatan ini, prosedurnya benar atau tidak, itu tidak kita perhatikan.

Ini hanya sekedar selentingan. Katanya ada yang kalau mau naik jabatan itu dia kasak-kusuk seperti tikus untuk mendapatkan sesuatu. Kemudian dia merasa sukses padahal ketika dia naik, dia ‘menginjak’ siapa, ‘menyikut’ siapa. Lalu apanya yang sukses? Jabatan didapatkan tetapi kepribadiannya ia tinggalkan.

Ada juga kita menganggap jika anak kita lulus kuliah disebut sukses. Potretnya kita pajang di rumah. Tentu ini bukan hal yang salah. Tapi alangkah ruginya jika kita melihat kesuksesan hanya dari ijazah. Kemana-mana dia bawa ijazah. “Saya lulusan dari kampus ini.” Suatu saat tas ijazahnya dicuri lalu dia menjadi sengsara karena bekal dia untuk mencari kerja adalah ijazah tersebut.

Makanya, alangkah lebih baik apabila Ibu punya anak, bisa kuliah, selesai dia kuliah, jangan diambil ijazahnya. Supaya dia benar-benar andalannya bukan ijazah tapi kemampuan dirinya. Apalah artinya punya 10 ijazah, jika kesana-kesini untuk mencari kerja tetapi tidak ada yang menerima. Hayoh weh ngelapan ijazah nya.

Ada kalanya orang merasa sukses dengan menjadi kaya. JRENG! Dia ganti mobil. Ini tidak salah. Tapi apakah benar mencari hartanya ini adalah tanda kesuksesan kalau hak orang lain diambil. Kita menghina maling padahal kita juga mengambil hak orang lain, terus apanya yang sukses? Punya mobil hasil maling dari korupsi, terus apanya yang sukses? Sukses nipu diri. Apa yang dibanggakan pada diri kita, huh? Baju bagus, segala bagus padahal dirinya tidak bagus. Mobil berharga, rumah berharga, perhiasan berharga tapi dirinya tidak berharga. Makanya hati-hati dengan alat ukur sukses ini.

Success

Para pembaca yang budiman, ada juga yang menganggap bahwa sukses itu adalah populer. JRENG! Banyak diberitakan di koran-koran. Atuh da populer mah bukan tanda kesuksesan. Tidak sedikit penjahat yang populer, yah? Ariel Sharon pupuler dengan kekejian dan kejahatannya. Jadi popularitas itu bukan tanda kesuksesan. Apalah artinya kita mengejar kesuksesan dengan populer tapi babak belur rumah tangga, anak tidak terurus. Terus dimana kesuksesan? Hati-hati dengan ini.

Sepengatahuan saya, kita harus tetap kembali kepada Al-Qur’an bahwa orang yang sukses adalah “Inna akromakum ‘indallahi atqokum” artinya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah. Orang yang sukses adalah orang yang paling berhasil menata hati, pikiran, mata dan mulutnya sehingga hidup ini ada di jalan yang tepat yang disukai Allah.

Posisi apa saja tidak apa-apa. Tidak harus menjadi orang TOP dalam pandangan manusia tapi harus TOP dalam pandangan Allah karena tidak mungkin semua jadi Presiden. Masa satu negara presiden semuanya. Ini negara bingung. Mungkin ini tuh rumah sakit jiwa. Tidak mungkin kita jadi Jendral semua. Kalau kesuksesan dianggap jendral maka akan sedikit yang sukses. Sukses di pandangan Allah tidak diukur dari gelar, penampilan, banyaknya jamaah, harta melainkan apakah orang itu berhasil atau tidak dalam taat kepada Allah.

Dia punya kedudukan, taat, lulus dan ‘bersih’ maka dia berhasil. Dia populer dan popularitasnya menjadi figur yang bisa mengajak orang lain untuk taat maka dia sukses. Apalah artinya populer jika untuk mengejar popularitasnya ia harus menggadaikan dirinya. Dia sibuk populer tapi istri hancur, anak hancur. Oh, hati-hati. Maaf, ini tidak berniat untuk mengoreksi siapapun tapi jadikan ini sebagai bahan renungan bagi kita. Kalau ada diantara pembaca yang akan populer, Bapak naik jabatan, itu harus hati-hati. Jika naik jabatan maka orang yang dengki akan makin banyak, yang iri terus bertambah, yang mau menjatuhkan lebih banyak. Yang lebih apes lagi kalau kemampuan kita tidak sebanding dengan jabatan yang disandang. Jika seperti itu ia akan ‘tersungkur’.

Pedoman kesuksesan adalah ayat Al-Qur’an berikut : “Dan apabila pertolongan Allah telah datang dan kemenangan (kesuksesan). Dan kamu lihat orang berbondong-bondong memasuki agama Allah. Sucikanlah Allah dengan memuji Tuhanmu. Dan istigfar serta bertobatlah.”

Yang membuat kita naik jabatan itu adalah Allah. Kurangi saja 2 CC otak kita, maka kita tidak bisa jadi sarjana. Kurangi saja pikiran kita dengan penyakit, maka kita tidak bisa jadi pimpinan. Maka orang yang sukses adalah orang yang merasa dirinya tidak sukses kecuali semua yang diraihnya itu adalah amanah dari Allah. Orang yang sukses adalah orang yang tidak merasa suci dan tidak ingin dipuji. Orang yang sukses adalah orang yang selalu bisa memuji Allah dan tobat memohon ampun. Jangan-jangan ketika saya mendapatkan jabatan ini saya sempat melukai orang lain. Jangan-jangan mencapai hal ini saya sudah berbuat dzolim kepada orang lain. Jadi orang yang sukses adalah orang yang tidak rindu pujian. Bahkan ia selalu ingin terus memuliakan Allah dalam kesuksesannya.

Halaman Berikutnya >>