Kenapa Aku Masih Menulis Blog?

Halo, Sahabat! Kumaha damang? Bagaimana puasamu hari ini? Masih kuat dan semangat?

Bicara tentang semangat, tagline dari blogku ini adalah Semangat dan Mimpi. Kamu harus memiliki semangat untuk menggapai mimpi dan cita-citamu. Meskipun menjadi seorang penulis besar tampak begitu muluk-muluk bagiku tetapi keinginan itu masih kupupuk hingga sekarang.

Kamu tahu sebuah petuah dari seseorang yang berkata, “Bermimpilah setinggi langit untuk menggapai cita-citamu. Toh kalaupun kamu jatuh maka jatuhmu bersama para bintang.” Kurang lebih konteksnya seperti itu. Apakah kamu tahu siapakah orang yang mengatakan petuah ini? Kuacungi 4 jempol sekaligus kalau kamu bisa menebaknya.

Jalan untuk meraih impian tidak selalu lurus dan mulus. Bahkan jalannya bisa berbeda antara satu orang dengan yang lain. Ada juga impian yang sedari dulu diinginkan tiba-tiba berubah haluan seiring pengaruh zaman dan bertambhanya pengetahuan.

Secara sederhana, blog yang aku bangun satu dekade ditambah satu tahun silam ini adalah untuk menampung ide, pikiran, keresahan, pendapat, keinginan dan harapan. Apa yang terjadi dan mengusik pikiran bisa aku tuangkan dalam sebuah tulisan. Menulis merupakan salah satu bentuk terapi otak lho. Dengan mengeluarkan unek-unek, pendapat atau ide secara tidak langsung hal tersebut bisa menenangkan pikiranmu.

Kalau kamu tengok pos lama di blog Ishfah Seven kamu akan menemukan isi tulisannya berantakan dari segi penulisan. Namun lambat-laun mulai memperbaiki isinya. Kadang-kadang diri ini suka gemes dan geregetan kalau ada bloger yang dengan bangga memproklamirkan dirinya tak peduli terhadap isi tulisannya sendiri.

Tulisan yang ada dalam di blog ini secara garis besarnya terbagi menjadi dua bagian. Pertama, pos yang berhubungan dengan diri sendiri. Kedua, pos yang ada kaitannya dengan kondisi saat itu, berbagi ilmu dan tips atau sebuah tutorial sederhana.

Menulis di blog jangan melulu tentang diri sendiri, kegalauan yang tidak ada akhir, cerita putus cinta yang menyedihkan atau sekedar curhat (curahan hati) ngalor-ngidul tentang keseharian. Itu hal baik dan perlu dipertahankan. Karena tulisan yang keluar dari lubuk hati akan sampai pula ke hati. Namun, di samping itu jangan lupa tulis pula hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi isi blogmu itu tidak selalu tentang dirimu tapi minimal ada hal yang bisa orang lain petik saat berkunjung dan membaca pos dalam blogmu.

Tetap semangat menulis, Sahabat! Godaan untuk berhenti menulis akan selalu menghantuimu setiap saat. Kamu harus kuat. Karena bukan hanya rindu saja yang berat namun konsitensi dalam menulis blog pun sama.

Oia, aku ingat sesuatu. Tadi pagi rekan kerjaku bertanya tentang bagaimana cara menghitung Zakat Mal. Segera kujawab pesannya. Kalau kamu sedang bingung tentang cara perhitungannya bisa coba cek di dalam pos berjudul Zakat Mal.

Nah itu sedikit cerita tentang kenapa aku masih menulis blog. Bagaimana denganmu?

###

Tips : Buka halaman depan blog Ishfah Seven lalu ketikkan kata BLOG dalam kolom pencarian. Di sana kamu akan menemukan pos-pos yang berhubungan khusus dengan topik tentang blog.

View My Daily Post

Apa Nama Blogmu?

Alhamdulillah, hari pertama puasa tahun ini selesai. Semoga puasa kami diterima oleh Allah. Amin.

Bagaimana dengan puasamu? Lelah dan lesukah? Atau justru fit dan lebih enerjik?

Aku berharap apapun kondisimu itu setelah berbuka puasa akan semakin segar dan semangat untuk menjalankan ibadah puasa lainnya seperti tadarus dan tarawih.

Omong-omong tentang semangat, kamu sebagai bloger, apakah masih memiliki semangat menulis hingga sekarang? Dari mana kamu mendapatkan kobaran api semangat itu? Apakah dari nama blog yang kamu miliki? Adakah filosofi khusus di balik nama itu?

Yuk, share ceritamu denganku. Siapa tahu kita bisa saling memberikan ide dan inspirasi tulisan.

Tetap semangat dan berbahagia, guys. Aku mau makan pizza dulu.

Bye bye.

###

View My Daily Post

Bertemu Nona Elipsis

Kalau aku ditanya kenapa suka menulis di blog maka kujawab, “Dalam otakku ini berkeliaran adegan-adegan dari cerita fiksi yang selalu datang setiap hari. Kalau tidak ditangkap, bisa lepas semua ide cerita tersebut. Untuk menangkap sebuah ide, kamu harus menuliskannya. Karena jika tidak segera ditulis, ide itu akan menguap lalu hilang ditelan kehampaan. Pun aku merasa bisa jadi gila karena harus mengontrol daya imajinasi di pikiran yang enggan hilang.”

Sejak kecil aku selalu senang membaca komik, menonton kartun, bermain game console dan menonton film bertema fantasi dan fiksi. Sebut saja One Piece sebagai salah satunya. Continue reading “Bertemu Nona Elipsis”

Keresahan Seorang Bloger

Aku ingin melihat kembali bahwa blog itu bisa menjadi salah satu pilihan utama dalam menyajikan sebuah informasi dan cerita. Pada saat ini, fenomena yang aku lihat dan alami yaitu masyarakat umum di internet atau yang sering kita sebut sebagai netizen itu lebih senang bercerita dan berbagi di akun media sosial Twitter, Facebook dan Instagram.

Continue reading “Keresahan Seorang Bloger”

Komunitas Bloger Ikatan Kata – Nasional

Siang tadi aku dan Pasa Susanto menghadiri undangan pernikahan dari teman satu kosan kami. Mempelai pria berumur di kepala 5 dan mempelai wanita berumur di kepala 4. Ya, sekitar umur 51 dan 44 tahunan. Aku tak tahu pasti hitungan yang benar. Itu pun diberitahu oleh Santo.

Hari ini aku belajar bahwa jodoh itu pasti datang pada waktunya. Jodoh tidak pernah telat datang. Hanya terkadang kebanyakan orang terlanjur mengeluh karena lelah dalam ujian sabar menanti belahan hati. Continue reading “Komunitas Bloger Ikatan Kata – Nasional”

Ide Membuat Komunitas Bloger Baru

Sudah lama bermain di Wordpess tetapi aku belum mengikuti satu komunitas bloger manapun. Alasannya ada dua. Pertama, aku tidak begitu banyak tahu komunitas-komunitas seperti itu. Boleh dibilang kuper (kurang pergaulan) lah. Yang aku tahu dari dulu hanya satu yaitu Forum Lingkar Pena. Itu pun saat aku mau mendaftar jadi anggota, ditolak. Alasannya sudah penuh di regional kota yang aku tinggali. Padahal aku ada di Jakarta. Kukira slotnya bisa lebih banyak.

Continue reading “Ide Membuat Komunitas Bloger Baru”

Waktu Untuk Menulis

Sudah beberapa hari ini aku tidak menulis di blog. Kalau kubilang alasannya sibuk, itu memang benar.

Mulai hari Senin pada minggu kemarin hingga akhir tahun 2019 (3 bulan), pekerjaanku di kantor menjadi double. Aku menggantikan pekerjaan rekan kerja yang cuti hamil. Semenrara pekerjaanku tidak dikurangi sedikit pun. Tentu ada kompensasi berupa uang lemburnya. Tapi aku tak tahu dapat berapa. Yang penting dijalani dulu saja.

Continue reading “Waktu Untuk Menulis”

Trik Swasunting 3 – Kerenyahan dan Kegurihan

Pada bagian ketiga ini, Khrisna Pabichara memberikan ilmu lain dari trik swasunting yaitu tentang bagaimana bloger mesti memperhatikan sisi kerenyahan dan kegurihan sebuah tulisan. Bukan hanya makanan, tulisan pun mesti enak saat dilahap oleh para pembacanya. Sebuah pos yang baik adalah yang telah melalui proses swasunting.

Beliau berkata, “Di sinilah pentingnya seorang bloger, termasuk Kompasianer, tidak tergesa-gesa mengeposkan (bukan memposting) tulisan. Sebaiknya tahan diri dulu. Cobalah baca ulang sembari melakukan swasunting (self-editing). Meskipun Anda tidak pernah belajar ilmu penyuntingan secara formal, Anda tidak perlu berkecil hati. Editologi atau ilmu penyuntingan bisa dipelajari secara autodidak. Ini bukan seruan bombastis karena saya sudah membuktikannya.” Continue reading “Trik Swasunting 3 – Kerenyahan dan Kegurihan”