Saat Cinta Ditolak

Hai, Sahabat! Apa kamu pernah ditolak ketika menyatakan cinta kepada orang yang kamu sukai? Aku sih yes, hehe. Beberapa penolakan dari perempuan yang aku taksir sejak masa remaja hingga dewasa memiliki sebuah persamaan. Ketika mendengar kata tidak dari dia maka hati merasa kecewa. Bedanya, semakin dewasa aku sudah bisa menata hati agar tidak larut dalam kekecewaan. Berbeda dengan aku yang masih muda, culun dan tolol soal percintaan ketika ditolak perempuan malah menangis dan seolah-olah masalahku itu adalah masalah terbesar dan paling menyedihkan sedunia. 

Semakin dewasa, aku memegang sebuah prinsip soal menyatakan rasa cinta yaitu, “Lelaki boleh menyatakan cinta kepada siapapun perempuan yang ia sukai dan perempuan boleh menolak siapapun lelaki yang tidak ia sukai.” Jadi, sebagai lelaki saat ditolak cinta, aku akan cari lagi. Incar lagi. Nyatakan cinta lagi. Dan bagi yang perempuan, ia juga punya kebebasan untuk menolak lelaki manapun yang tidak ia sukai. Fair, bukan? 

Saat ini, Alhamdulillah, aku sudah menikah. Pacaran lama sama siapa, eh nikahnya sama siapa. Kadang-kadang hidup bisa nge-prank ya. Kalau mengikuti logika pendek dan sederhana, kenapa tidak dari awal aku dipertemukan dengan istriku? Kenapa aku harus menghabiskan banyak waktu berpacaran dengan perempuan yang tidak berujung ke jenjang pernikahan? Apakah kamu merasakan hal yang sama?

Anyway, sebab satu dan lain hal kita memang harus melewati jalan itu. Bisa dibilang, takdir yang telah digariskan memang seperti itu. Tergantung kepada kita akan memandangnya sebagai apa. Penyesalankah? Atau justru ada hikmah di balik love journey itu? Ada sesuatu yang berharga yang bisa kita temukan jika benar-benar menggalinya lebih dalam.

Pada pos ini, yuk kita bahas tentang apa saja sih yang harus kita lakukan saat cinta ditolak? Tak jauh-jauh, aku ambil dari pengalaman sendiri agar terasa lebih relate dan mudah bagiku untuk menjelaskannya.

1. Coba Lagi

Seperti yang sudah aku sampaikan di awal, langkah pertama yang dilakukan adalah mencoba lagi. Aku akan mencoba untuk mengutarakan lagi cinta kepada perempuan yang telah menolakku sebelumnya. Bisa saja dia menolakku saat itu karena suasana hatinya sedang tidak baik, tempatnya tidak mendukung, waktunya tidak pas, atau sesederhana akunya jelek lantas ia menolak. Untuk alasan terakhir memang sebaiknya kita harus bercermin dulu sebelum terlanjur percaya diri menyatakan cinta kepada seseorang. Tapi namanya anak muda, tak peduli itu. Dulu aku lebih sering bertindak dulu daripada mengedepankan otak untuk berpikir dan menimang-nimang sesuatu. Jadi waktu itu kalau aku suka kepada perempuan, aku utarakan saja. Melalui pesan, telepon atau secara gentle langsung menemuinya dan mengatakan langsung di hadapannya.

Opsi pertama ini bisa kamu lakukan tanpa terburu-buru juga. Misalnya kamu nembak dia hari Senin lantas kamu berencana untuk mencoba lagi lusa. Gak gitu juga konsepnya. 

Ketika kamu memutuskan untuk tetap berfokus pada satu perempuan artinya kamu memiliki ketertarikan dan menaruh harapan kepadanya. Kamu tidak peduli atau melirik perempuan lain. Kamu maunya dia. Dia saja. Tidak apa-apa. Cinta itu begitu. Cinta itu membuat seseorang merasa ingin memiliki orang yang ia kasihi. 

Berkaitan dengan coba tembak dia lagi ini, artinya kamu coba deh pikir-pikir lagi selama ini sejauh apa usaha yang telah kamu lakukan untuknya supaya dia melirik kamu. Setidaknya dia aware bahwa kamu itu ada. Jangan-jangan perempuan yang kamu tembak itu justru orang yang tidak kamu kenal atau baru kamu temui minggu lalu. Dan pada tingkat rasa yang lebih lanjut, ritual pernyataan cinta itu bahkan tidak dibutuhkan oleh perempuan. Mereka itu mahkluk perasa yang lebih sakti daripada kaum lelaki. Kamu tunjukkan perhatianmu kepadanya, tulus dari hati dan jangan dibuat-buat. Kalau sudah luluh, kamu tidak menyatakan cinta saja, dia sudah tahu kok kalau kamu condong kepadanya, bukan kepada perempuan lain. Namun untuk lelaki yang love language-nya butuh afirmasi maka menyatakan cinta kepada perempuan adalah mutlak baginya. Bagi lelaki seperti ini ketika mendengar kata ya dari perempuan incarannya itu ibarat mendapatkan jackpot di kasino. Senang bukan main.

Jadi, hal yang harus kamu lakukan sebelum memilih opsi coba lagi adalah bertanya kepada diri sendiri, “Apakah aku sudah melakukan usaha terbaikku untuknya? Apakah aku sudah punya potensi untuk membahagiakannya? Sebenarnya seberapa besar cintaku untuknya dan serela apa aku jika harus berkorban untuknya?”

2. Cari Lagi

Langkah kedua dan terakhir yang bisa aku sampaikan adalah jangan tutup kemungkinan baru. Jika kamu sudah yakin bahwa lelaki atau perempuan yang kamu taksir sebelumnya itu sudah berbeda (entah dia yang sikapnya mulai berubah atau kamu yang sudah luntur ketertarikan kepadanya), maka jangan sampai kamu menutup kemungkinan adanya calon pasanganmu berikutnya. 

Masih banyak ikan di lautan, kata pepatah seperti itu. Mati satu tumbuh seribu, kalau kata peribahasa. Artinya jika si dia memang sudah tak bisa lagi kamu jadikan sebagai calon pasangan, sudahi saja usahamu, Move on! Cari yang baru. Jangan hanya meratapi diri sambil mendengarkan lagu-lagu melow atau masih stalking akun sosial media miliknya. 

Hidup ini hanya sekali. Jangan sia-siakan hidupmu hanya berkutat pada masalah cinta. Semakin kamu dewasa, permasalahan hidup bukan hanya soal mesra-mesraan atau pamer kepada teman bahwa kamu punya pasangan. Di tahap kehidupan selanjutnya hal-hal yang tidak boleh kamu sepelekan seperti masalah finansial diri dan keluarga, bayaran cicilan dan tagihan sana-sini, ongkos bepergian, bekal makan sebulan, kebutuhan rumah dan lain-lain. Belum lagi masalah di kantor dan pekerjaan. Dan masih banyak lagi masalah lain. Alih-alih kamu sedih karena tak punya pasangan, lebih baik upgrade diri menjadi pribadi yang lebih baik. Misalnya kamu bekerja. Toh, meskipun kamu sudah berpacaran sekarang atau punya calon istri/suami, tetap butuh uang kan?. Jalan-jalan, makan, nonton bioskop atau sekedar minum kopi kekinian, semua tak lepas dari yang namanya uang. Dan di lingkungan kerjamu yang baru, kemungkinan bertemu calon pendamping hidup bisa terjadi. Banyak di antara rekan-rekan kerjaku yang menemukan calon istri atau suaminya di tempat kerja.

Jadi, jika kamu sudah memutuskan untuk berhenti menyukai orang yang kamu taksir sebelumnya yang menolak cintamu itu, yuk sekarang saatnya kamu melangkah lagi. Cari lagi cintamu yang baru!

###

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Cinta Monyet

Hai, Sahabat! Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata Cinta Monyet? By the way, kita tidak sedang bicara soal cintanya seseorang kepada hewan (dalam hal ini adalah monyet), melainkan sebuah istilah hubungan antara lelaki dan perempuan dalam fase awal percintaan.

Secara sederhana Cinta Monyet dapat diartikan sebagai bentuk cinta seseorang kepada lawan jenisnya untuk pertama kali dan ia tak tahu harus berbuat apa. Hal ini memberikan kesan betapa tingkahnya norak, konyol bahkan gila sebab ia kurang pengalaman dan belum tahu banyak hal tentang bagaimana cara mendekati si gebetan (orang yang ia taksir).

Aku juga berpikir mengenai nama hewan yang disematkan di belakang kata ‘cinta’. Kenapa mesti monyet yang dipilih? Apakah si penemu istilah ini dulunya sering berkunjung ke kebun binatang atau hutan? Atau mungkin saat ia kasmaran, di rumahnya terdapat hewan peliharaan dari kelas primata. Apa kau tahu alasannya?

Jika menelisik dari perilaku gerombolan monyet secara umum, tingkah laku mereka itu konyol, sering tertawa dan berteriak tanpa sebab, melakukan hal-hal gila demi sesuatu misal makanan. Mereka juga berpikiran pendek karena yang dipikirkan adalah bagaimana cara mengamankan pasokan makanan bahkan kalau perlu tega merebut dari monyet lain. Tentu tak semua monyet seperti itu. Karena ada pula monyet cerdas seperti Simpanse yang disebut-sebut peneliti memiliki kemiripan struktur otak 98% dengan manusia.

Kembali ke soal di atas, sepertinya penyematan nama monyet dalam istilah Cinta Monyet lebih cenderung dipilih karena tingkah konyolnya. Waktu aku SD, di kelas 6 teman-teman siswi yang sekelas sudah mulai dewasa. Beberapa di antara mereka ada yang sudah mengalami siklus haid dan pertumbuhan buah dada yang signifikan. Dan secara naluri para bocah yang beranjak remaja ini ada yang sudah mengenal apa itu dandan. Mereka kreatif. Bisa belajar dari ibu, kakak atau sepupunya yang perempuan. Atau jika di era milenial seperti sekarang, sudah banyak beauty vloger dan MUA (make up artist) dadakan yang menebar ragam tips dan trik berdandan.

Saat para siswi sudah mulai dewasa dengan perubahan bentuk fisiologis tubuh dan psikologisnya, kami para siswa masih bertahan di posisi sama. Masih tolol dan tak tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan. Yang kami tahu adalah menjaili mereka, iseng, kadang-kadang sampai merundungnya tapi kami senang. Tertawa-tawa dan bahagia melihat teman siswi sekelas diperlakukan seperti itu.

Tentu ada saja siswi yang berani dan balas melawan kelakuan para siswa. Seperti jika ada siswi yang dijaili dengan menaruh sisa permen karet di kursinya sehingga ketika diduduki dan bangkit si permen karet itu akan melekat erat pada rok merahnya. Dan bagi kalangan siswi yang pemberani, akal jail terlintas pula di pikirannya. Ia akan mengambil penghapus papan tulis kapur (waktu aku kecil belum ada papan tulis putih dan spidol) lalu menempelkannya di pipi siswa jail tadi. Ah, tidak berhenti hingga di sana. Rambut hitamnya pun tak luput menjadi sasaran empuk. Plus celana pendek warna merah menjadi target berikutnya. Dan suasana kelas menjadi riuh-rendah, berantakan, tidak karuan. Yang kami lakukan berikutnya adalah tertawa sebelum datang guru, lengkap dengan omelan dan mistar kayu panjang yang diacung-acungkan.

Pun demikian, benih-benih cinta bisa dirasakan pada anak-anak semi remaja ini. Cinta monyet itu datang juga kepadaku. Di kelas 6, tak akan pernah aku lupa, ada siswi yang aku sukai. Alasannya cukup konyol karena nama dia sama-sama berawal huruf F. Selain itu orangnya kalem dan lembut. Kalau dia senyum luluhlah semua pertahananku. Kalau berpapasan dengannya aku selalu degdegan. Jauh lebih berdebar dibandingkan biasanya. Seolah-olah ada tukang pemukul bedug yang tinggal di jantungku.

Namun semakin aku mengenal dan mengikuti semua informasi darinya, aku patah hati untuk pertama kali. Bukan karena cinta ditolak sebab aku belum sempat menyatakannya, melainkan sebuah tradisi di kampung halamanku. Jika ada orang tua yang memiliki anak gadis, lalu ada lelaki yang berkeinginan untuk meminangnya, ditambah si lelaki merupakan bagian dari keluarga terpandang di kampung, maka sudah bisa dipastikan anak gadis itu akan dijodohkan. Dan itu yang terjadi kepadanya.

Bagi beberapa orang tua di kampungku, terutama mereka yang masuk dalam kalangan ekonomi lemah dan memiliki anak gadis maka semakin cepat dipinang orang semakin baik. Perjodohan macam ini lumrah terjadi di era aku masih kecil (entah sekarang apakah sudah berubah). Bahkan saat aku lulus SMA, hanya 3 orang (termasuk aku) dari teman sekelas lulusan SD yang belum menikah. Ada teman-temanku yang menikah/dinikahkan usai lulus SD, SMP, atau SMA. Beragam. Tergantung syarat dan kondisinya.

Memang tak semua menikah lantaran dijodohkan, ada juga yang jatuh cinta kepada lawan jenis yang berusia di atasnya. Jika teman-temanku semasa SD menikah itu sebelum umur mereka 18 tahun maka aku menikah di usia 28. Menikah bukan soal siapa yang cepat menuju ke pelaminan tetapi tentang keberkahan setelah acara resepsi. Kehidupan seseorang baru akan masuk ke babak baru setelah menikah. Dikatakan bahwa orang yang menikah itu menyempurnakan agamanya. Karena dari lahir hingga saat memikah, ia sudah menjalani sebagian kehidupannya. Sebagian lagi ia jalani usai melangsungkan resepsi.

Tentang Cinta Monyet yang kita bahas di atas, ada satu pertanyaan yang naik ke permukaan. Bisakah Cinta Monyet itu serius?

Berkaca dari pengamatan dan pengalaman dari masa kecil hingga sekarang, Cinta Monyet bisa serius jika terdapat hal-hal berikut:

  1. Kecocokan mental, yaitu kondisi ketika seseorang bisa menjadi dirinya sendiri di depan orang (si pasangan). Sudah tidak merasa malu untuk melakukan apa saja.
  2. Perilaku yang mirip (pada pasangan) dengan orang yang ia kagumi. Misal ia (perempuan) mengagumi lelaki yang baik hati dan santun seperti bapaknya. Atau ia (lelaki) menyukai perempuan yang sangat perhatian layaknya sang ibu.
  3. Tingkat kenyamanan (level of comfort) yaitu keadaan ketika sesorang merasa nyaman dekat pasangan.

Seseorang yang sudah kenal cukup lama (karena cinta monyet saat remaja) memiliki potensi untuk menjadi cinta yang serius (berujung ke pernikahan) jika mereka memiliki ketiga hal di atas.

Apakah kamu pernah mengalami Cinta Monyet? Atau malah pernah merasakan cinta yang lebih besar seperti yang dialami oleh Raditya Dika yaitu Cinta Brontosaurus? Yuk ceritakam Cinta Monyet versimu di kolom komentar!

Dadah!

###

Cari motivasi lainnya di sini.

Mencintai Orang yang Tidak Mencintaiku

“Bagaimana kalau aku mencintai orang yang tidak mencintaiku?”

Kalau kamu berada dalam kondisi seperti itu pasti akan frustasi. Karena hukum pertama dari cinta adalah perhatian. Jika kamu mencintai orang yang tidak mencintaimu maka perhatian yang ia berikan kepadamu lebih rendah daripada yang kamu harapkan.

Kedua, cinta itu satu ‘ruangan’ bagi dua jiwa. Kalau kamu mencintai orang yang tidak mencintaimu berarti dia berada di luar ruangan itu sehingga kepentinganmu bukan menjadi kepentingan dirinya. Dan urusan dia berada di luar kehidupanmu.

Ketiga, cinta itu pencemburu. Jadi kalau kamu mencintai orang yang tidak mencintaimu, dia akan bergaul di luar circle atau lingkunganmu. Kamu akan cemburu jika dia lebih mengutamakan orang lain daripada dirimu.

Kamu tak bisa membayangkan dia berada dalam masa depanmu jika dia tidak bisa berada di dekatmu. Karena rencana-rencana dia pun tidak melibatkan dirimu.

Ada pertanyaan umum yang ditanyakan oleh seseorang kepada kekasihnya. “Seberapa jauh aku ada dalam masa depanmu?”

Kalau cinta itu memang harus memiliki maka ada dua hal yang harus kamu lakukan. Pertama, kamu mesti mengupayakan supaya dia bisa mengerti bahwa kamu mencintainya. Kedua, dia melihat keuntungan karena dicintai olehmu, yaitu menjadikannya orang yang lebih baik.

Banyak orang tidak melihat keuntungan dalam mencintaimu. Apa untungnya? Lho kok hitung-hitungan? Nanti dulu. Ini cintanya baru atau sudah lebih matang? Karena kalau cintanya baru maka tidak ada hitung-hitungan. Tidak masuk akal pun tetap dipaksakan. Tapi kalau sudah mulai matang dan dewasa maka ia bisa menghitung rencana masa depan. Misalnya apakah tetap akan meneruskan hubungan dengan kekasihnya atau berhenti dan tentunya tentang masalah finansial yang mesti dipikirkan bersama.

Untuk menghilangkan frustasinya cinta yang tidak berbalas itu adalah dengan memperkuat upaya untuk membuatnya mengerti bahwa kamu mencintainya dan tahu keuntungan dicintai olehmu.

Atau, jika segalanya tidak berhasil kamu bisa berhenti berharap kepadanya dan move on kemudian temukanlah orang yang mencintai dan dicintai olehmu. Karena salah satu keindahan dalam hidup ini adalah mencintai orang yang juga mencintaimu.

###

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Bukan Lagu Valentine

Kadang-kadang manusia melakukan kesalahan bukan karena ketidaktahuan atau kurang ilmu. Seseorang yang bahkan sudah mengetahui sesuatu itu salah tetapi tetap ia lakukan. Apalagi jika motivasinya adalah cinta. Maka sebutan cinta itu virus, racun, atau buta memang pantas. Ketika mabuk kepayang karena cinta, seseorang bisa melakukan apa saja untuk menyenangkan orang yang ia cintai. Misalnya momen Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Bodohnya, aku juga pernah mengalami hal ini.

Usia remaja, darah muda serta semangat membara menjadi bahan bakar alami ketika melakukan pendekatan kepada perempuan yang disukai. Istilahnya gebetan atau calon pacar.

Berlabel Hari Kasih Sayang, tanggal 14 Februari menjadi target empuk tidak hanya para bucin (budak cinta) melainkan tim marketing dari beragam bidang usaha. Hari Valentine identik dengan cokelat, bunga, surat dan amplop khusus membuat para penjualnya banjir order. Apalagi sekarang banyak bonus atau promo tertentu saat Hari Valentine di platform marketplace. Barang-barang yang dijual menjadi lebih murah dari biasanya. Dan siapa target pasar mereka? Para bucin silakan acungkan tangannya!

Aku masih ingat hari itu, ketika jantung berdegup lebih cepat. Tangan kananku membawa satu bungkus cokelat berbentuk segitiga memanjang dan sebuah amplop kecil yang di dalamnya berisi sepucuk surat yang kutulis semalaman serta sebuah pita warna merah untuk mengikatnya supaya tidak lepas. Sementara tangan kiri bertugas sebagai pengelap keringat yang bercucuran secara perlahan. Dari dahi, pipi bahkan tengkuk pun ikut-ikutan basah.

Pagi hari, sebelum semua siswa datang, aku mendekati tempat duduk Tania –sebut saja dia begitu-. Cokelat dan sepucuk suratnya kumasukkan ke laci meja. Tapi kenapa cokelatnya tak muat? Saat kulihat, ternyata di dalamnya sudah ada cokelat. Kira-kira empat atau lima. Aku tak terlalu ingat. Saat tertegun dan meresapi kenyataan yang sedang terjadi itu Tania masuk ke dalam kelas. Ia melihatku seperti pria tolol yang terciduk sedang melakukan hal buruk di mejanya. Aku malah celingak-celinguk, menggaruk kepala yang tak gatal lantas pergi ke luar kelas. Aku tinggalkan Tania tanpa sepatah kata, Tania heran. Mungkin di kepalanya ada begitu banyak pertanyaan. Atau, ia tak peduli sama sekali.

Sekarang, aku memandang tanggal 14 Februari itu tak beda dari hari lainnya. Apalagi setelah mengetahui sejarah kelam dan tragis di balik peristiwa lampau kala itu. Bagiku, kasih sayang bisa diekspresikan setiap hari tanpa mesti menunggu tanggal 14 Februari. Sudut pandang ini bahkan menjadi lebih berubah ketika aku sudah menikah. Kebersamaan dengan anak dan istri itu jauh lebih berharga daripada perayaan Valentine yang hanya satu hari. Sama seperti Hari Ayah atau Hari Ibu. Sebagai anak, seseorang tak perlu menunggu tanggal tersebut untuk membuktikan baktinya kepada orang tua.

Untukmu yang masih merayakan hari Valentine, sadarlah bahwa ungkapan kasih sayang itu tidak hanya terjadi di satu hari pada tanggal 14 Februari. Untukmu yang masih pacaran dan menjadikan momen Hari Valentine untuk berbuat mesum, percayalah, setelah kamu menikah kamu bisa melakukannya semaumu dengan pasangan halal. Untukmu yang masih tak peduli tentang hal ini, sebaiknya kamu dengarkan Bukan Lagu Valentine dari Fiersa Besari. Itu adalah sebuah gambaran tentang bagaimana seharusnya sepasang insan manusia menilai tanggal 14 Februari. Ah iya, ada pula parodi dari lagu ini yang dibuat oleh Dzawin Nur. Liriknya usil, kocak tapi dalam.

Salam.

Bukan Lagu Valentine – Fiersa Besari
Bukan Lagu Valentine – Dzawin Nur (cover parody)

###

View My Daily Post

Logika dan Perasaan

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan logika dan perasaan pada cinta?

Semua hubungan cinta itu sudah diatapi oleh sesuatu yang bernama perasaan. Pertanyaan ‘kapan menggunakaan perasaan?’ jawabannya yaitu ‘sudah menggunakannya’. Itu sebabnya disebut cinta.

Ketika kita bertemu seseorang dengan perasaan itu maka semua keputusan diwarnai oleh cinta. Cinta itu tidak logis karena cinta memiliki logikanya sendiri. Logika cinta itu apa? Yaitu tergesa-gesa, harus hanya dia, harus selamanya, jangan sakiti aku, setialah hanya kepadaku, dan aku mau apa saja pokoknya kamu harus mengerti. Seseorang yang mengatakan, “Aku butuh pasangan yang pengertian,” itu sama artinya dengan, “Apapun yang aku lakukan, semua hal yang aku mau, kamu HARUS mengerti.”

Semua hal ini dinaungi oleh atap rasa. Supaya seimbang, saat seseorang sedang mabuk kepayang oleh cintanya, ia juga mesti menggunakan otak dan pikirannya. Ia harus punya rasa dan logis dalam waktu bersamaan.

Ketika kamu sedang dalam upaya pendekatan, jangan mengatakan hal-hal yang bisa membuat cemburu si calon pasangan. Baru kenal, jangan bicara tentang mantan kekasih. Baru kenal, sudah membanding-bandingkan. Atau baru kenal mengatakan, “Kamu lebih cantik deh kalau kamu menggunakan jenis potongan rambut seperti ini,” sambil menunjukkan foto seprang model di sebuah majalah. Bayangkan, sudah ada demand, tuntutan dan permintaan yang memaksa. Atau misalnya saat pertama bertemu bertanya, “Gajimu berapa?”Laki-laki yang ditanya soal gaji sama tidak senangnya dengan wanita yang ditanya soal umur dan berat badannya.

Pembuktian yang sebenarnya dalam kehidupan adalah hal yang liogis. Contohnya biaya hidup, kesehatan untuk keluarga dan perawatan anak dalam kandungan hingga melahirkan. Pikiran logis tentang hal seperti ini tidak boleh hilang.

Kalau laki-laki berkata, “Terimalah aku apa adanya. Kita percayakan kepada Tuhan.”

Tuhan menjawab, “Kalau kamu percaya kepada-Ku maka percayalah juga pada hukum upaya. Bahwa kalau kamu mengupayakan sesuatu, kamu akan mendapatkannya.”

Tidak bileh kita mengatakan PERCAYA kepada Tuhan tapi mengabaikan hukum-Nya.

Jadi jawaban untuk pertanyaan, “Kapan seseorang menggunakan perasaannya?” Jawabnya ialah, “Sepanjang waktu.” Perasaan sayang, cinta, memperhatikan dan mengkhawatirkan pasangan dan keluarga dan bertanggung jawab, itu semua digunakan hingga akhir hayat. Sementara logika dimulai seawal mungkin untuk mengenali tanda-tanda ketidaksetiaan, rendahnya tanggung jawab, malas mencari nafkah dan mengurus rumah tangga. Dan logika mesti dipakai secara teratur supaya perjalanan cinta di bawah naungan perasaan itu menjadi indah, logis dan mampu. Karena sulit sekali kita mencintai dengan damai kalau kita tidak mampu secara ekonomi dan logis (mapan dalam kehiduoan dan matang dalam pemikiran).

###

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Kenapa Cintaku Biasa Saja?

Cinta memiliki kekuatan perasaan yang ekstrem dalam segala perilakunya. Ada rasa rindu, keinginan untuk bertemu, rasa sayang, marah, bahagia, malu dan sedih yang ekstrem. Jika cintamu menurun maka ia akan berada pada level biasa saja, hambar, flat atau datar dan tak ada perasaan yang menggebu-gebu. Adakah cinta yang seperti itu? Kenapa bisa terjadi? Wajarkah?

Manusia cenderung bersemangat pada saat-saat yang baru. Masuk sekolah, berkenalan dengan orang, bergabung komunitas, atau diterima di tempat kerja yang baru. Hal itu juga terjadi pada cinta yang baru. Seseorang akan sangat bersemangat dengan cinta barunya itu.

Berarti kita mesti berhati-hati pada orang yang sudah tidak berdebar-debar akan cintanya. Ia tidak lagi excited (senang) ingin bertemu pasangannya. Bahkan ia bisa menjadwalkan putus dan sambungnya sebuah hubungan. Itu namanya Transactional Love. Cintanya seperti transaksi perdagangan. Segalanya diperhitungkan. Ini tak bisa lagi disebut dengan cinta. Karena cinta sejatinya itu tak ada batasan. Cinta itu membuat orang ingin selalu berada dengan kekasih hatinya. Jika tidak bisa dalam bentuk kehadiran fisik, ia bisa merasakannya dalam spirit (merasakan kehadiran meskipun berjauhan).

Cinta yang biasa saja ini belum tentu karena seseorang tidak pantas untuk dicintai. Ada orang yang memang kebiasaannya itu nge-flat atau biasa saja. Ia cepat sekali tertarik tetapi cepat juga merasa hambar dan bosan. Ada yang begitu. Segala sesuatu itu memang membiasa. Apalagi bagi orang yang tidak suka mensyukuri cinta, uang dan persahabatan.

Anjuran untuk orang yang suka nge-flat ini adalah ia harus memperbaiki diri untuk tidak mudah merasa hambar atau bosan. Ia harus melatih dirinya dengan bersyukur.

Ada beberapa hal yang resikonya besar jika kita selalu merasa hambar selain cinta yaitu sebagai berikut:

1. UANG

Tidak bersyukur atas uang yang dimiliki sebagai wujud dari rezeki yang diberikan oleh Tuhan merupakan contoh seseorang yang hambar terhadap uang.

Jika ia bersyukur maka ia akan berterimakasih kepada Tuhan melalui doa-doa dan perilaku sehari-hari. Sebesar apapun rezeki yang diberikan ia akan menerima dengan ikhlas. Ia sama sekali tidak menyepelekan uang.

Di lain sisi, ada orang yang selalu rutin menerima uang setiap hari tetapi tidak pernah puas dengan jumlahnya. “Ah, masih kecil. Ah, tak cukup.”

2. PEKERJAAN

Ada jutaan orang di Indonesia yang menganggur. Lalu ada seseorang yang memiliki pekerjaan tetapi ia malah menyepelekan pekerjaan. Ia tidak bekerja dengan giat dan sepenuh hati, datang tidak tepat waktu, bahkan di beberapa kasus ada pegawai yang mencuri aset perusahaan.

“Gua malas kerja juga gak apa-apa. Gua dipecat juga gak apa-apa. Toh gua udah lakuin yang gua bisa. Cincay lah ya kerjaan gua itu. Kecil.”

Lalu Tuhan berkata, “Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?” Orang itu bisa-bisa dibabat oleh Tuhan karena sifat sombong dan menyepelekan nikmat berupa pekerjaan.

3. ILMU

Ada dua orang yang menginginkan ilmu lalu mereka pergi ke sebuah perpustakaan. Si A masuk tetapi ia malah mengantuk dan bosan. Ia hanya buka-buka buku, melihat-lihat dan membolak-balik halaman tanpa diresapi kandungan isinya. Sementara itu Si B yang masuk ke dalam perpusatakaan dengan penuh semangat, jiwanya bergejolak dan senyumnya terlukis di wajah.

“Betapa banyak buku yang ada di sini. Ini adalah kekayaan ilmu yang luar biasa.”

Sebenarnya kalau kita membaca buku itu seperti duduk bersama penulisnya. Lalu berdiskusi dengannya dan membahas apa yang sudah ia tulis.

Jadi pribadi yang suka nge-flat ini rata-rata karena ia lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Sang Pemberi Rezeki. Kalau ia bersyukur maka kapanpun dan di manapun ia akan selalu melihat keindahan baru yang tidak akan membuatnya bosan. Itulah sebabnya jatuh cinta kepada orang yang sama selama bertahun-tahun bisa terjadi karena orang itu selalu bisa menemukan sisi-sisi atau hal baru dari pasangannya. Ia menolak untuk nge-flat. Ia fall in love setiap hari.

Ada pula orang yang dalam hubungannya dengan orang lain, ia menunggu perasaannya berdebar-debar. Jadi standar dia untuk menilai kecocokan dengan orang lain adalah berdasarkan debaran di hatinya. Ia ibarat metal detector yang mencari dan mendeteksi logam di sekitarnya. Ia mengecek kecocokan hatinya berdasarkan debaran atau sebarapa degdegannya dia saat bertemu seseorang. Calon kekasihnya, ia ibaratkan seperti itu.

Tetapi bagaimana jika detector miliknya itulah yang rusak? Kira-kira detector debaran yang rusak itu seperti apa sih? Orangnya itu pendiam. Tidak terlihat apakah dia sedang mengantuk atau pingsan. Tak marah meskipun diganggu sehebat apapun. Tidak bisa dibedakan apakah ia sedang tersenyum atau sedang kesakitan karena kesetrum. Lalu dia menstandarkan hubungannya dengan orang lain pada getaran dan debaran di hatinya? Mana mungkin bisa. Dia sendiri tidak pernah merasakan itu. Jangan menggunakan standar seperti ini kalau kamu bukan tipe orang yang excited dan berdebar-debar karena semangat. Memang ada orang yang seperti ini. ia melihat segala sesuatu itu biasa saja.

Sebaliknya orang yang terlalu mudah excited,  mudah pula mati ketertarikannya. Sulit sekali kita bisa menentukan apakah seseorang itu adalah jodoh kita atau tidak hanya dari debaran. Karena ada orang yang sangat biasa saja dan ada pula yang terlalu bersemangat. Jadi mesti bagaimana?

Kamu mesti berada dalam posisi yang wajar. Tidak terlalu biasa dan tidak terlalu berlebihan. Kamu harus memiliki ketegasan untuk melihat keindahan pada pribadi pasanganmu lalu menemukan debaran itu dalam kebersamaan. Bukan alamiah. Kemesraan itu tidak alamiah. Ia dibentuk. Kesetiaan pun tidak alamiah. Ia tumbuh karena ada rasas percaya.

Ada yang bilang, “Ketidaksetiaan adalah masalah kesempatan.”

Bukan. Karena ada kesempatan pun, orang yang tegas akan selalu setia. Jadi hindarilah diri dari kebiasaan tidak mensyukuri. Hidupkan kesyukuran dan rasa berterimakasih atas apapun yang kita miliki sehingga sekecil-kecilnya rahmat Tuhan itu kelihatan patut dihargai. Apalagi yang namanya cinta. Cinta adalah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada umat manusia.

###

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

.

Ksatria Biji Hitam

Panah asmara bisa tertancap kepada siapa saja, bahkan bocah ingusan dapat merasakannya. Gelora cintanya memang tidak sedahsyat orang dewasa. Itulah sebabnya cinta pada masa anak-anak menuju remaja disebut cinta monyet. Sebuah perasaan suka kepada lawan jenis namun masih dalam tahap main-main saja. Tak serius dan tak akan pernah bisa menuju ke arah sana.

Tentang istilah ini, aku penasaran siapa sih orang yang pertama kali mencetuskan namanya. Kenapa cinta jenis ini dikaitkan dengan monyet? Apakah karena monyet suka usil dan tidak pernah serius? Atau sama seperti sebuah penemuan, nama istilah disematkan dari si penemunya? Jangan-jangan dulu ada orang yang benar-benar jatuh cinta kepada monyet ya?

Istilah ini sudah terlanjur ada maka marilah kita memakainya juga. Mungkin di lain kesempatan akan ada titik terang perihal asal-usul istilah ini.

Pengalaman cinta monyet ini pernah kualami juga sewaktu duduk di bangku kelas 6 SD (Sekolah Dasar).  Aku pernah suka sama seseorang. Parasnya rupawan, berambut panjang dan pintar matematika. Tetapi cintaku ditolaknya. Mungkin karena ia jago hitung-hitungan, aku dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai kekasih. Dia lebih memilih lelaki yang lebih tua. Bukan om-om. Dia tidak segila itu. Anak yang berhasil merebut hatinya adalah anak kelas 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Dari strata pendidikan saja aku sudah kalah. Dia juga mengatakan kalau lebih memilih pacarnya itu karena lebih tampan dariku. Padahal sejujurnya, setiap hari, sebelum berangkat sekolah aku selalu bercermin. Memang sungguh aneh peniliaian lelaki dan perempuan. Sebab kalau kulihat dari pantulan bayangan diriku di cermin, aku tak kalah tampan. Bahkan menggemaskan.

Lalu suatu ketika, guru memilihku untuk mengikuti lomba cerdas cermat bersama kedua orang teman lainnya. Acara diadakan di kantor desa setempat. Pesertanya datang dari berbagai sekolah. Itulah momen di mana panah asmara tertancap lagi di ulu hati. Aku berkenalan dengan salah satu peserta perempuan dari SD lain. Pepatah yang berbunyi, “Di atas langit masih ada langit,” benar adanya. Perempuan ini jauh lebih cantik daripada perempuan yang kutaksir di kelas. Ia tersenyum manis dan membuat jantung ini berdegup lebih kencang.

Pucuk dicinta ulam tiba. Dua minggu setelah pertemuan itu, sekolah kami akan mengikuti lomba bola voli antar sekolah. Dan kamu tahu di mana tempatnya? Di tempat Perempuan Cerdas Cermat itu bersekolah. Bukan main girangnya hati ini. Meskipun kali ini aku tidak ikut sebagai peserta karena payah dalam bola voli tetapi aku jauh lebih bersemangat dibandingkan peserta lomba.

Ketika rombongan tim dari sekolah kami datang, aku merasakan atmosfir yang berbeda. Teman-teman dari Perempuan Cerdas Cermat itu sepertinya sudah tahu maksud terselubung dari kehadiranku di sana.  Aku tidak masalah dengan teman sesama perempuannya. Mereka lebih cenderung mendukung perjodohan ini.  Justru teman-temannya yang lelaki yang membuatku bergidik.

Sebelum timku bermain, aku didatangi segerombolan anak-anak yang menamakan dirinya sebagai geng Ksatria Biji Hitam. Geng ini terkenal di sekolah itu karena selalu menjuarai lomba adu kelereng antar kelas. Mereka hanya menggunakan kelereng berwarna hitam sebagai alat tandingnya. Bagi mereka warna lain kurang keren. Karena sering menonton Kotaro Minami yang berubah menjadi Kstaria Baja Hitam maka muncullah ide untuk menamakan gengnya itu agar mirip dengan tokoh idolanya.

Salah satu di antara mereka mendekat lalu menanyaiku macam-macam. Usut punya usut ternyata ada anak yang bertanya kepada bapaknya. Ish, ish, ish. Bukan itu. Ternyata ada anak yang suka dan cinta kepada Perempuan Cerdas Cermat. Dia terlihat sangat tidak suka dengan keberadaanku di sana. Ia takut Perempuan Cerdas Cermat lebih memilihku daripada dirinya.

Saat momen itu terjadi teman-temanku datang.  Khawatir  akan terjadi keributan, akhirnya kami sepakat. Aku dan bocah dari Ksatria Biji Hitam harus bertanding adu kelereng saat itu juga. Siapa yang menang maka dialah yang akan mendapatkan kesempatan untuk mendekati Perempuan Cerdas Cermat. Aku dipinjami kelereng oleh salah satu anggota geng. Lalu pertandingan itu terjadi.

Keesokan harinya usai sekolah, Ali mengabariku sebuah berita. Perempuan Cerdas Cermat itu sudah berpacaran dengan anak yang kemarin mengalahankanku bermain kelereng.

“Sabar, mungkin nanti kamu akan bertemu yang lebih baik,“ Ali menenangkanku lantas pergi.

Aku berjalan lagi. Tetapi langkakhku terhenti ketika melewati rumah Mang Odik. Dia sedang bermain-main dengan hewan peliharaannya yang baru. Mang Odik menamainya Kucrit, seekor monyet betina berwarna hitam dan abu-abu. Aku mendekat. Kucrit tersenyum. Inikah yang dinamakan cinta monyet yang sesungguhnya?

Aku hendak mengelus kepalanya tetapi tiba-tiba Kucrit menyeringai dan memberikan tanda supaya aku menjauh. Lalu ia menaiki pundak kiri Mang Odik dan mengelus-elus rambut majikannya itu.

Kisah percintaan masa anak-anak memang tak ada yang pernah berhasil. Aku melangkah lagi dan meninggalkan dua mahkluk yang sedang kasamaran itu.

###

View My Daily Post

Saya Pamit

Rindu ini membuncah, tak tertahan, tak terbendung, sungguh rumit

Nyeri dan berdebar-debar seperti dikalungi celurit

Badan tak bisa bergerak tetapi pikiran melayang menembus langit-langit

Namun ia telah pergi meninggalkan rasa sakit

Laksana pisau menyayat-nyayat kulit

Ibarat tubuh dihinggapi parasit

Aku tetap tak bisa berkelit

Rasa ini fakta, hati ini menjerit-jerit

Ketika kau berkata, “Saya pamit.”

Ini tak mudah, cukup sulit

Tak butuh dukun untuk bacakan wangsit

Hanya perlu lapang dada meskipun masih terasa sempit

###

Puisi lainnya di sini.

Pembohong yang Payah

(Ini adalah puisi tentang pasangan. Baris pertama adalah suara si lelaki. Kedua, ialah perempuan. Begitu seterusnya. Atau kau bisa menukar urutannya. Suka-suka kau sajalah)

Perahu ini sudah tak seimbang dan goyah
Kita telah kehilangan arah
Kau yang salah, kau pula yang marah
Aku yang salah, marah kau tambah parah

Hush, jangan banyak cakap
Akulah yang seharusnya bercakap
Dengarkan dengan sigap
Ini sebuah curahan hati bukan rap

Kau tahu, aku pun lelah
Dengan semua omong kosong sampah
Aku tak ingin bersumpah serapah
Tapi kau memang banyak tingkah

Udara di sini sungguh pengap
Kualitasnya kotor serta gelap
Hubungan ini pun sama, tak ada harap
Kita saling menyalahkan, tak sudi saling tatap

Kau pembohong yang payah
Selalu berkelit, padahal tahu salah
Gelagatmu bisa terbaca dengan mudah
Tak pantas kau marah-marah

Rasa ini perlu dilatih supaya cepat tanggap
Peka pada apa yang kau mau dan anggap
Beri aku kesempatan untuk menetap
Agar nanti kita bisa berteduh di bawah satu atap

###

Puisi Cinta lainnya ada di sini.

Cinta Beda Keyakinan

Seperti inilah rasanya diabaikan

Tak pernah disapa sekalipun ada

Tak pernah dilirik sungguhpun nyata

 

Beginilah cinta bertepuk sebelah tangan

Sekeras apa pun berjuang, hatinya tetap bergeming

Sebesar apa pun berkorban, tak dianggap penting

 

Inilah cinta beda keyakinan

Aku yakin dialah satu-satunya untukku

Dia sangat yakin dan berucap, “Kau bukan untukku.”

###

Puisi Cinta lainnya ada di sini.