Jenis Cinta 7 – Cinta Kepada Harta

Sesungguhnya semua harta di dunia
Serta semua kekayaan yang berlimpah
Bukanlah pedoman kebahagiaan
Dan bukan pula sebagai pembeda

Terkadang harta membuat orang lupa
Merasa tinggi hati dan berkuasa
Tak disadari harta yang digenggamnya
Itu hanya amanat yang kuasa
Maka berhati-hatilah dengan harta
(LAGU Harta – Rhoma Irama)

Apa yang kamu ketahui tentang cinta? Benarkah hanya sekedar lima huruf C.I.N.T.A dan tidak memiliki arti apa-apa? Apakah cinta itu hanya tertuju pada satu makhluk atau ada beragam jenisnya? Continue reading “Jenis Cinta 7 – Cinta Kepada Harta”

Advertisements

Zakat Mal

Zakat Mal (bahasa Arab: الزكاة المال; transliterasi: zakah māl) adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan secara syara.

Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Milik Penuh : harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat.
  2. Berkembang : harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan.
  3. Mencapai nisab : harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah.
  4. Lebih dari kebutuhan pokok : orang yang berzakat hendaklah kebutuhan minimal/pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu
  5. Bebas dari hutang : bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nisab, dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat.
  6. Berlalu satu tahun (Haul) : kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak memiliki syarat haul.

Macam-macam Zakat Mal dibedakan atas obyek zakatnya antara lain:

  1. Hewan ternak : Meliputi semua jenis & ukuran ternak (misal: sapi, kerbau, kambing, domba, dan ayam)
  2. Hasil pertanian : Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan.
  3. Emas dan Perak : Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun.
  4. Harta Perniagaan : Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi.
  5. Hasil Tambang (Makdin) : Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan lain-lain.
  6. Barang Temuan (Rikaz) : Yakni harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun).
  7. Zakat Profesi : Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta.

Berdasarkan firman Allah QS At-Taubah ayat 60, bahwa yang berhak menerima zakat/mustahik sebagai berikut:

  1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  3. Amil : orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mualaf : orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Hamba sahaya : memerdekakan budak mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berhutang: orang yang berutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar utangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Sabilillah: yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, madrasah, masjid, pesantren, ekonomi umat, dll.
  8. Ibnu sabil, Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Atau juga orang yg menuntut ilmu di tempat yang jauh yang kehabisan bekal.

Halaman Berikutnya >>

Jenis-jenis Cinta

Karena cinta, yang pahit menjadi manis

Karena cinta, tembaga menjadi emas

Karena cinta, ampas menjadi anggur murni

Karena cinta, penyakit menjadi penawar

Karena cinta, yang mati menjadi hidup

Karena cinta, sang raja menjadi hamba

(Jallaludin Rumi)

Sebuah syair dari Rumi yang indah. Aku tutup buku puisiku. Aku melihat jam di tangan kiri. Sudah pukul 11.45. Sebentar lagi akan masuk waktu dzuhur. Sebaiknya aku menunggu di masjid saja. Hari ini aku akan menjemput istriku. Sekarang aku sudah berada di sekolahnya. Istriku mengajar mata pelajaran Bahasa Arab dan ia pulang siang, sekitar pukul 13.30. Hari ini aku libur bekerja jadi aku bisa menjemput istriku.

Beberapa menit kemudian, adzan dzuhur dikumandangkan. Aku mengambil Continue reading “Jenis-jenis Cinta”

Kemiskinan

“Kemiskinan itu membelenggu setiap unsur di dalam jiwa, raga dan cita-cita tapi tidak dapat membelenggu iman di dalam dada manusia.”

Siang yang panas di Kota Semarang. Setiap orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Siang itu pukul 14:04 Hasan baru menyelesaikan urusannya dengan klien perusahaan tempat ia bekerja. Perut Hasan mulai berdemo. Perutnya keroncongan minta diisi. Hasan memarkirkan mobilnya di sebuah rumah makan. Dia pun masuk dan Continue reading “Kemiskinan”