Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Leave a comment

Untukmu, Ramadhan (Cerita Pertama)

Bagian 1 – Mudik

Tokoh : Rama

Tadi malam ibuku menelpon dan menanyakan kabarku di Jakarta. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir aku pulang ke rumah adalah 6 bulan yang lalu. Waktu itu aku pulang untuk menghadiri acara pernikahan sepupuku.

Bukannya aku tidak rindu sama ibu, tetapi aku terlalu sibuk bekerja di kota ini. Sibuk mencari pekerjaan baru, lebih tepatnya. Dan momen mudik di bulan puasa ini menjadi sangat pas dan mendorongku untuk segera pulang.

Yang aku inginkan sebenarnya bisa pulang setiap bulannya ke kampung halaman. Namun, hal itu sepertinya belum bisa aku lakukan dengan baik. Alasan minta cuti dari kantor yang susah atau tiadanya ongkos untuk pulang menjadi jawabanku kepada Ibu setiap kali beliau menanyakanku kapan aku pulang.

Continue reading


2 Comments

Bila Doa Tidak Terjawab

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirobbll ‘alamin.

Saudara-saudara kaum muslimin rohimakumullah, suatu hari seorang ulama besar yang bernama Al-Imam Al-Faqih Abu Lais tengah berjalan-jalan di Kota Bashrah, berkumpullah sekelompok orang di dekat beliau. Mereka datang mengajukan satu pertanyaan.

“Imam, kami ingin bertanya, di dalam Al-Qur’an itu Allah menjelaskan, ‘Berdoalah kepada-Ku, maka akan Aku jawab doamu’ dalam artian ‘mintalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaanmu’ Begitulah janji Allah di dalam Al-Qur’an. Kami sudah lama berdoa kepada Allah tetapi kenapa sampai sekarang doa kami belum dikabulkan. Katanya kalau aku berdoa maka Allah akan jawab, penuhi dan kabulkan doa. Itu adalah janji Allah. Kami sudah berdoa di pagi dan sore hari, siang serta malam. Pada kenyataannya doa kami masih belum dikabulkan. Bagaimana ini? Apakah ayat Al-Qur’an yang salah? Atau Tuhan sedang tidak mendengar? Apakah doa kami yang terbalik?” Continue reading


Kerudung Merah

Ketika kubuka jendela, kehampaan datang menyapa
Apakah karena hembusan lembut Sang Bayu bawa aroma embun pagi?
Atau rintiknya air hujan menumpas khayalan asmara?
Aku kembali berselimut menahan kebekuan di dalam hati

Ketika aku berjalan sendiri mendaki gunung kebisuan
Apakah langkah ini kubawa ke puncak ataukah hanya diam dalam kebingungan?
Gemuruh suara hati memaksaku bangkit dari keputusasaan
Saat kau tiba-tiba datang memecah kesunyian Continue reading


HATI YANG BEKU

Tahukah engkau, wahai jiwa?
Matahari mampu menghangatkan Bumi
Menggantikan malam yang diterangi Rembulan
Menumbuhkan harapan dari benih impian
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Jika kau berjalan di kutub utara
Sendirian di malam yang gulita
Tanpa alas, tanpa jaket, tanpa penutup kepala
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Seandainya hal itu terlaksana
Kau akan mati membeku dan merana
Akibat udara dingin yang dahsyat sempurna
.
Sama halnya dengan hati manusia
Ia bisa sangat hangat atau sangat dingin
Hati yang hangat mampu menenangkan
Hati yang beku dapat membahayakan

?????????????????????????????????????????????????????????????????
Saat ini aku merasakan bekunya hati
Kecewa, tidak peka, tak ada warna
Aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi
Aku merasa lelah, tak ada semangat, tiada asa
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Aku sepi sendiri disini
Tanpa ada yang menghiburku
Tak seorang pun menemaniku
.
Hatiku masih beku
Dingin sedingin salju
Hatiku harus segera mencair
Kembali hangat dan mengalir
.
Hatiku tak boleh beku lagi
Aku harus temukan seorang bidadari
Yang mampu melelehkan hatiku
Yang sanggup menyentuh jiwaku
.
Duhai belahan jiwaku
Datanglah dari manapun kau berada
Temui aku disini dan obatilah hatiku yang beku
Aku tunggu dan akan selalu kutunggu

 

Kenali Hatimu di sini.

 


RINDU KAMU

Aku tak mengerti apa yang sedang kurasa

Aku tak pernah mengalaminya

Rindu yang menggebu di dalam dada

Teringat akan kekasihku tercinta

.

Badanku di sini, jiwaku di sini tapi hatiku di sana

Ragaku di sini, langkahku di sini namun pikiranku di sana

Rindu yang membuncah dari dasar kalbu

Membuatku sesak dan menjadi pilu

.

Aku tahu kau berada nun jauh di sana

Bermil-mil jarak antara kita berdua

Dipisahkan oleh lautan dan samudera

Namun hati tetap bersatu atas nama cinta

.

Ketika malam datang menggantikan siang

Aku mengadu kepada rembulan yang benderang

Aku berbicara kepada para bintang

Mencurahkan rasa susah dan senang

.

Miss U

Wahai Bintang, sampaikan padanya

Aku ingin memeluk tubuhnya, membelai wajahnya, memanjakannya

Wahai Bintang, katakan padanya

Aku ingin dekat disampingnya, menyertainya, melindunginya

.

Setiap hari aku mengingatnya

Setiap malam aku memimpikannya

Namun saat aku terjaga ia sudah tiada

Aku hampa tanpa kehadirannya

.

Tuhanku Yang Maha Menyayangi

Obatilah rasa rinduku ini

Aku ingin memeluknya walau hanya dalam mimpi

Aku ingin bersamanya sampai subuh nanti

.

Tuhanku Yang Maha Kuasa

Penggenggam bumi, bintang dan semesta raya

Pertemukanlah kami kembali

Satukanlah cinta suci ini

.

Malam ini aku masih rindu..

Malam ini aku rindu kamu..

.

Puisi Cinta lainnya ada di sini