Social Skill X Social Tool

Saat ini masyarakat hidup di dua alam ibarat hewan-hewan amfibi. Pertama, kehidupan riil atau nyata secara luring (luar jaringan atau offline). Kedua, kehidupan secara daring (dalam jaringan atau online). Baik secara luring atau daring, keduanya tidak bisa dipisahkan.

Jika dihitung secara kasar, diperkirakan masyarakat Indonesia menghabiskan minimal 4 hingga 5 jam terkoneksi dengan internet. Kebutuhannya bisa beragam. Misalnya untuk berkendara, belajar, belanja, chatting, menelpon, browsing dan membangun hubungan pertemanan (bersosialisasi). Bahkan untuk orang yang bekerja menggunakan komputer maka ia bisa menghabiskan waktu lebih dari itu. Continue reading “Social Skill X Social Tool”

Keresahan Seorang Bloger

Aku ingin melihat kembali bahwa blog itu bisa menjadi salah satu pilihan utama dalam menyajikan sebuah informasi dan cerita. Pada saat ini, fenomena yang aku lihat dan alami yaitu masyarakat umum di internet atau yang sering kita sebut sebagai netizen itu lebih senang bercerita dan berbagi di akun media sosial Twitter, Facebook dan Instagram.

Continue reading “Keresahan Seorang Bloger”

Ngomongin Instagram

Instagram itu sekarang menurut gue bukan Sosial Media untuk sharing, tetapi untuk pamer. Karena banyak banget sekarang orang yang pamer di Instagram. Orang tuh gak pernah nge-share dia lagi makan di warteg. Tapi dia nge-share kalau misalkan dia lagi makan di Sushi Tei. Karena Sushi Tei itu lebih mahal daripada warteg, makanya mau di-share. Semakin mahal Sushi-nya, semakin mahal update-nya. Kalau Sushi-nya biasa aja, ya udah difoto doang. Tapi kalau Sushi-nya mahal, biasa itu suka pakai Boomerang. Ada satu yang ditaruh di piring, terus diangkat ke tangan dan jadilah maju mundur kayak tari piring. Ada juga yang lagi makan terus dilepeh, makan lagi, dilepeh lagi. Fyuhh.. jadi kan jorok lihatnya. Continue reading “Ngomongin Instagram”