Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Sang Penjaga Lisan

Lisan adalah cerminan dari hati

Bila hati bersih, lisan kian bersih

Bila hati kotor, lisan kian kotor

 

Lisan ialah pantulan dari jiwa

Jiwa yang tenang, bicara jadi tenang, orang pun senang

Jiwa yang gelisah, bicara jadi susah, orang mencapmu payah Continue reading

Advertisements


HATI YANG BEKU

Tahukah engkau, wahai jiwa?
Matahari mampu menghangatkan Bumi
Menggantikan malam yang diterangi Rembulan
Menumbuhkan harapan dari benih impian
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Jika kau berjalan di kutub utara
Sendirian di malam yang gulita
Tanpa alas, tanpa jaket, tanpa penutup kepala
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Seandainya hal itu terlaksana
Kau akan mati membeku dan merana
Akibat udara dingin yang dahsyat sempurna
.
Sama halnya dengan hati manusia
Ia bisa sangat hangat atau sangat dingin
Hati yang hangat mampu menenangkan
Hati yang beku dapat membahayakan

?????????????????????????????????????????????????????????????????
Saat ini aku merasakan bekunya hati
Kecewa, tidak peka, tak ada warna
Aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi
Aku merasa lelah, tak ada semangat, tiada asa
.
Tahukah engkau, wahai jiwa?
Aku sepi sendiri disini
Tanpa ada yang menghiburku
Tak seorang pun menemaniku
.
Hatiku masih beku
Dingin sedingin salju
Hatiku harus segera mencair
Kembali hangat dan mengalir
.
Hatiku tak boleh beku lagi
Aku harus temukan seorang bidadari
Yang mampu melelehkan hatiku
Yang sanggup menyentuh jiwaku
.
Duhai belahan jiwaku
Datanglah dari manapun kau berada
Temui aku disini dan obatilah hatiku yang beku
Aku tunggu dan akan selalu kutunggu

 

Kenali Hatimu di sini.