Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Leave a comment

MSM 5 – Teman Yang Perhatian

–DINI—

Pekan ini berlalu sangat lambat, seperti bertahun-tahun rasanya. Belum pernah aku merasa hari-hari dan jam-jam merayap tak berkesudahan begini. Kucoba mencari-cari kegiatan apa saja untuk menyibukkan diri dan sedapat mungkin aku ingin melupakan perkataan Mama waktu itu. Ketika aku tiba di rumah setelah percobaan bunuh diri. Ingin rasanya dipeluk Mama dan ditenangkan hati, tetapi itu hanyalah ilusi dari pikiranku saja. Aku malah dimarahi habis-habisan dan seolah-olah kejadian yang menimpaku adalah hal lumrah bahkan sepele baginya. Continue reading

Advertisements


5 Comments

You Are The One For Me

Pada posting Ishfah Seven sebelumnya yaitu You Are NOT The One For Me, telah dibahas tentang tanda-tanda bahwa seseorang itu bukan jodohmu. Lalu untuk mengetahui siapa sebenarnya jodohmu, kamu hanya perlu menjawab kebalikannya. Seperti tanda jodoh itu ibadah jadi rajin, lebih hormat kepada orang tua, lebih banyak rukun dan gembira dengan pasangan dan seterusnya.

Di postingan ini, Ishfah Seven akan menambahkan beberapa hal tentang tanda bahwa seseorang itu memang jodoh kamu. Ibarat sebuah hidangan makanan, postingan ini adalah pelengkap dari menu utamanya. Continue reading


Leave a comment

You Are NOT The One For Me

Salah satu fitrah manusia adalah berpasangan. Semua orang yang sedang mencari jodoh itu karena mereka punya naluri untuk menemukan dan ditemukan pasangannya. Apalah jadinya diri ini jika tanpa pasangan? Lesu, tak ada semangat dan hanya bisa menahan hasrat. Itulah masalah yang sedang dihadapi oleh mereka yang sedang single atau jomblo. Bahkan ada yang menambahkan kata-kata di belakangnya agar terkesan keren seperti single but happy. Ada juga single lillah artinya sendirian tapi ada di jalan Allah, maksudnya jomblo syar’i yang tidak mau pacaran tapi ingin langsung menikah. Dan ada Jojoba alias jomblo-jomblo bahagia yang tetap merasa bahagia walau tak punya pasangan. Continue reading


Kapan Nikah?

“Kapan nikah?”

“May.”

“Serius bulan Mei lo mau nikah?”

“Iya. Maybe yes, maybe no.”

“Yee.. semprul. Kirain beneran.”

Itu adalah contoh pertanyaan yang ‘default’ yang sering kita dengar. Dan jawaban Maybe Yes, Maybe No mungkin adalah jawaban ‘pelarian’ atau ngeles yang paling umum diucapkan oleh seseorang karena ia sendiri belum tahu kapan akan menikah.

Pertanyaan kapan nikah sering sekali ditanyakan kepada orang yang sudah ‘dewasa’. Misalnya Rudi bertanya kepada Kamil kapan ia menikah? Padahal dari aspek umur dan pekerjaan, Kamil sudah pantas untuk menikah tapi ia masih saja belum menikah. Bahkan pertanyaan ini bisa muncul dari siapa saja dan di waktu apa saja. Random. Bahkan seseorang bisa bertanya kepada dirinya sendiri. Bahkan Rudi yang masih lajang pun bertanya, “kapan saya nikah?” Continue reading


Jodoh Yang Direstui

Apakah jodoh yang baik itu adalah yang direstui oleh orang tua? Belum tentu.

Jadi, tidak ada restu siapa pun (manusia) yang bisa membaikkan jodoh. Yang membaikkan jodoh itu adalah kita. Sebaik-baiknya kekasih/belahan jiwa, istri atau suami, kalau tidak kita jodohi maka tidak akan menjadi jodoh. Nah, menjodohi itu adalah perilaku sebagaimana seharusnya seorang jodoh yaitu mencintainya, menghormatinya, memperlakukannya dengan lembut dan lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Continue reading


Kerudung Merah

Ketika kubuka jendela, kehampaan datang menyapa
Apakah karena hembusan lembut Sang Bayu bawa aroma embun pagi?
Atau rintiknya air hujan menumpas khayalan asmara?
Aku kembali berselimut menahan kebekuan di dalam hati

Ketika aku berjalan sendiri mendaki gunung kebisuan
Apakah langkah ini kubawa ke puncak ataukah hanya diam dalam kebingungan?
Gemuruh suara hati memaksaku bangkit dari keputusasaan
Saat kau tiba-tiba datang memecah kesunyian Continue reading


Jodohku : Kamu

“Kalau jodoh gak kemana.” (pepatah)

Jodoh. Lima hurup. J.O.D.O.H. Apa yang terpikir di benakmu ketika mendengar kata itu? Pasangan? Ya. Soulmate? Bisa jadi. Atau teman sehidup semati dalam sebuah ikatan pernikahan? Benar. Apa pun persepsi kita tentang jodoh, semuanya berujung kepada hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan. Mereka berharap dapat bertemu, saling mencintai, membangun  keluarga dan membina sebuah bahtera rumah tangga.

Well, itu semua terdengar seperti sebuah cerita dongeng yang happy ending, dimana semua orang menginginkannya. Begitu juga dengan diriku. Sampai saat ini jodoh yang ditakdirkan untuk hidup denganku tak kunjung bertemu. Entah karena aku yang memang bodoh dalam hal percintaan atau mungkin aku payah dalam menghadapi perempuan. Continue reading