Ngapel

Mata manusia memiliki batasan yaitu hanya bisa melihat sebatas mata memandang, tidak bisa melihat suatu benda yang terhalangi oleh benda lain, tidak bisa tembus pandang, tidak bisa menebak isi hati dan tidak bisa melihat ke masa lalu atau masa depan. Oleh karena itu, apa yang terlihat akan menjadi bahan pertimbangan seorang manusia untuk melakukan sesuatu atau untuk mengambil suatu keputusan tertentu. Continue reading “Ngapel”

Advertisements

Isbal (Pakaian Menutup Mata Kaki)

Apakah hukum Isbal (memanjangkan pakaian yang menutupi mata kaki)?

Al-Isbal berasal dari kata as-Sabal artinya bulir. Asbala az-Zar’u artinya tanaman itu mengeluarkan bulirnya. Asbala al-Matharu artinya air hujan turun. Asbala ad-Dam’u artinya air mata menetes. Asbala Izarahu artinya si fulan mengulurkan pakaiannya. As-sabalu adalah penyakit pada mata yang menyerupai katarak, seperti sarang laba-laba dengan selaput berwarna merah. As-Sabil adalah jalan. Dalam bentuk mudzakkar dan mu’annats. Continue reading “Isbal (Pakaian Menutup Mata Kaki)”

Mata dan Hati Manusia

Sahabat, mata adalah panglima hati. Hampir semua perilaku dipicu dari pandangan mata.

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali berkata, “Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang maka pemiliknya akan berada di tepi jurang bahaya meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang.”

Beliau memberikan nasihat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip sebuah syair yang berbunyi :

Semua peristiwa besar awalnya adalah mata

Lihatlah api besar yang awalnya dari percikan api

Shalafussoleh mengatakan bahwa banyak makanan haram yang bisa menghalangi seseorang untuk mendirikan sholat sunat tahajud di malam hari. Banyak juga memandang kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca Al-Quran. Continue reading “Mata dan Hati Manusia”