Perayaan Isra Mi’raj

Mereka bergegas pergi dari Makkah Al-Mukarromah
Meninggalkan Masjidil Haram menuju Madinah
Melewati Syajar Musa, Mesir serta Tunisia
Melintasi Baitullahmi dan berakhir di Masjidil Aqsha

(Potongan puisi – Isra Mi’raj)

Bulan ini, sebagai muslim, kita merayakan hari peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad shollalahu alaihi wassalam. Setiap tahun kita merayakan dan memperingatinya, tetapi apakah hanya sebatas itu? Bagaimana dengan perintah shalat yang turun pada saat itu? Apakah kamu (yang muslim), sudah benar-benar menyadari pentingnya shalat? Selalu mengerjakannya tanpa terlewatkan? Atau masih bolong-bolong bahkan sengaja meninggalkannya?

Kita tahu bahwa amalan pertama yang akan dihisab adalah shalat. Tetapi kenapa masih lalai? Kenapa bacaannya masih salah? Kenapa tidak tepat waktu? Belum sampaikah pada level bahwa shalat itu adalah kebutuhanmu sebagai hamba selain merupakan kewajiban sehari-hari?

Merayakan hari Isra Mi’raj setiap tahun adalah hal baik. Namun jauh lebih baik lagi jika kamu fokus pada shalatmu. Jika masih ada yang kurang dalam berbagai aspeknya, perbaiki. Belajar lagi dan lagi. Kita tak pernah tahu kapan akan meninggal, bukan?

###

View My Daily Post

Di Saat-saat Sulit

Alhamdulillah. Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah subhanahu wata’ala. HIngga hari ini, kita diberikan rahmat dan karunia-Nya berupa kemudahan-kemudahan hidup. Juga yang paling penting adalah nikmat keimanan. Dengan keimanan ini, kita menjadi mulia di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Kita menjadi orang yang mempunyai kesempatan untuk bisa memasuki surganya Allah. Dan apalagi yang kita harapkan di dunia ini kecuali mendapat ridha dari Allah subhanahu wata’ala.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad shollalahu alaihi wassalam. Manusia mulia yang menjadi panutan. Kita mengambil contoh dan teladan dari semua gerak-gerik, kata-kata, dan keputusannya. Semoga dengan mencintai beliau dan keluarganya serta mengikuti sunnahnya, kita berharap mendapatkan ridha dan syafaatnya kelak di hari kiamat.

Seorang muslim itu memang diuji pada saat-saat sulit. Itulah namanya ujian. Kalau seandainya tidak ada saat-saat sulit maka tidak akan ada perkembangan bagi seorang muslim. Kalau kita tengok di kehidupan masa lalu, apa sih yang membuat kita tumbuh dan berkembang dalam kehidupan selain dari makan makanan bergizi? Apa yang membuat kita menjadi naik ke kelas yang lebih tinggi? Adalah karena kita mengalami saat-saat sulit dan belajar untuk menghadapinya.Ujian ini pun tidak hanya berlaku untuk kita, melainkan semua orang, termasuk orang-orang mulia seperti nabi.

Bukan hanya manusia, ternyata saat-saat sulit juga bisa kita temukan pada barang. Misalnya tembikar, guna mendapatkan bentuk tertentu maka ia harus dibakar. Tembikar dibakar lebih dari sekali dengan suhu yang sangat tinggi. Untuk mendapatkan emas yang murni, kita mesti bersusah payah. Emas harus dibakar dan diuji dalam temperatur yang tinggi agar kemurniannya meningkat dan nilainya menjadi lebih berharga.

Setiap orang memiliki titik-titik kritis dalam hidupnya. Titik terendah. Pada titik itulah ditentukan nilai sebenarnya dari orang tersebut. Bagaimana ia merespon peristiwa yang menimpanya itu, baik dari perkataan yang terucap atau sikap yang dipilih.

Pada setiap kali shalat, kita meminta petunjuk dan bimbingan kepada Allah untuk menghadapi kehidupan.Kita memohon supaya ditujukkan pada jalan lurus.

Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Jalan lurus yang ingin ditunjukkan adalah jalan atau langkah kehidupan yang telah dilalui oleh orang-orang yang telah diberikan kenikmatan. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ada 4 golongan orang yang termasuk ke dalamnya, yaitu para nabi, syuhada (orang-orang yang mati syahid), siddiqin (orang-orang atau sahabat yang berada di sisi nabi yang membenarkan dan mengimaninya) dan shalihin (orang-orang yang berpegang teguh pada ajaran agama Allah dan senantiasa beramal baik/shalih). Dan keempat jalan ini tidak pernah mudah untuk dilalui.

Sebagai orang yang beriman, kita juga pasti akan diuji. Ujian ini berfungsi untuk menyaring mana mukmin yang bersungguh-sungguh beriman kepada Allah dan mana orang-orang yang munafik dan fasik.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.
Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Semoga bermanfaat.

###

Kajian selengkapnya bisa ditonton di bawah ini:

Yuk kaji ilmu lainnya di sini.

Meneladani Perasaan Nabi



Tak ada orang atau sosok yang lebih dicintai oleh muslim selain Nabi Muhammad. Kamu tidak bisa mengklaim kamu mencintai beliau tanpa mengenalnya. Kalau kamu bilang sudah cinta beliau dari hanya secuil kisah, maka jangan-jangan kamu belum jujur.

Salah satu bukti cinta adalah dengan mengenal beliau hingga pada level kamu lebih mengenalnya daripada orang lain bahkan dirimu sendiri. Seperti ketika Umar bin Khattab datang kepada Nabi lalu berkata, “Ya Rasulallah, aku mencintaimu lebih dari apapun selain diriku.”

“Belum cukup wahai Umar.”

Lalu Umar meralat dan berkata, “Aku mencintaimu melebihi cinta pada diriku sendiri.”

Beliau menjawb, “Benar, wahai Umar.”

Seharusnya seperti itu pula muslim berlaku. Ia lebih mengenal Nabi daripada keluarga, pasangan, anak, teman, tetangga atau kolega. Seorang ayah tahu betul apa yang dibutuhkan keluarga. Ibu tahu karakter anak-anaknya. Suami atau istri tahu sifat pasangannya. Anak tahu cara menyenangkan hati orang tuanya. Maka sebagai umat islam kita pun harus tahu apa yang diinginkan dan disenangi oleh Nabi. Juga tahu apa yang beliau larang dan tidak disukai.

Cara mengenal beliau adalah dengan mempelajari sunnahnya. Pertama adalah surrah artinya penampilan Nabi. Banyak yang membahas tentang penampilan Nabi seperti jenggot, sorban, jubah atau sandalnya

Kedua adalah sirah artinya perbuatan Nabi. Kehidupan Nabi secara dzohir seperti cara tidur, berdiri, jalan, shalat, sikap, dan semua tentang daily life beliau. Termasuk jihad dan dakwahnya. Kehidupan pribadi, lingkungan di sekitar, dan akitifitas di masjid.

Kedua sunnah tersebut sering dibahas namun ada satu lagi sunnah yang jarang diketahui yaitu sarirah. Sarirah artinya perasaan. Seperti apa yang membuat Nabi senang, malu, marah, berkenan, berkesan, tidak suka, sakit hati atau bagaimana cara beliau memaafkan orang lain.

Nabi adalah orang yang sangat menjaga perasaan orang lain. Beliau tidak suka memberatkan atau membebankan sesuatu kepada orang lain. Oleh karena itu yuk kenali sarirah nabi. Bukan hanya surrah atau sirah yang merupakan bagian dzohir atau yang tampak oleh mata. Kita juga harus meneladani hingga ke dalam perasaan Nabi.


###

Mari pelajari surrah, sirah dan sarirah dari guru-guru dan ulama. Salah satunya kamu bisa mengikuti kajian dari Ustadz Hanan Attaki.

Kekuatan Kata-kata

Kata-kata yang diucapkan oleh seseorang bisa menjadi sangat ampuh saat didengar oleh orang lain. Tidak hanya bisa membuat orang lain terdiam, pun bisa membuat mereka mengerti bahkan mengikuti dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Orang yang memiliki kekuatan seperti ini juga mampu mengendalikan orang lain dengan sekehendak hatinya. Apakah kekuatan seperti ini memang ada di dunia nyata? Continue reading “Kekuatan Kata-kata”

Islam, Iman, Ihsan dan Kiamat

Sebagai seorang muslim, kamu tentu familiar dengan 4 kata dari judul post ini. Aku juga berasumsi bahwa kamu tahu dan hafal pengertian dari masing-masing istilah itu. Hari ini, mari kita refresh otak dan ilmu tentang apa itu islam, iman, ihsan dan kiamat. Continue reading “Islam, Iman, Ihsan dan Kiamat”

Nabi Musa Belajar Hikmah Kepada Nabi Khidir

Cerita Nabi Musa tidak hanya tentang perjuangan dakwahnya yang ditentang oleh Firaun. Salah satu ceritanya yang lain adalah tentang belajar hikmah kepada Nabi Khidir. Bagaimana cerita lengkapnya?

Di antara ustadz yang membahas tentang hal ini adalah Ustadz Hanan Attaki. Dalam kajiannya yang berjudul HIKMAH, pertama-tama beliau menjelaskan apa itu hikmah dan contoh-contohnya. Salah satu contoh yang diceritakan adalah tentang cerita Nabi Musa yang sedang belajar hikmah kepada Nabi Khidir. Dan cerita ini terekam di dalam Al-Qur’an dan Hadirs. Continue reading “Nabi Musa Belajar Hikmah Kepada Nabi Khidir”

Kok Doaku Gak Dijawab Sih? (Jawab 3 – Mengabaikan Ajaran Rasulullah)

“Ketiga, yang menyebabkan hati mati dan doa tidak terjawab adalah kamu mengaku dan memproklamirkan diri sebagai umat Nabi Muhammad Shollalohu Alaihi Wassalam tetapi ajaran sunnahnya tidak pernah kamu amalkan.”

Malah perkembangan terakhir memperlihatkan bukan hanya tidak mengamalkan sunnah (ajaran) Nabi tetapi mengingkarinya. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Continue reading “Kok Doaku Gak Dijawab Sih? (Jawab 3 – Mengabaikan Ajaran Rasulullah)”

7 Informasi Menarik Tentang Kurma

Hal yang paling umum kita ketahui tentang kurma yaitu kurma merupakan buah yang sering kita beli dan makan saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Minimal satu hal ini saja yang paling kita kenal tentang kurma. Namun, jika kita gali lebih dalam lagi tentang kurma ternyata ada banyak hal lain yang menarik untuk kita ketahui. Continue reading “7 Informasi Menarik Tentang Kurma”

Kisah Umar Bin Khattab 3 – Keburukan dan Kebaikan

Setelah masuk Islam, Umar juga sering mengunjungi tempat-tempat yang dulu ia pernah melakukan maksiat dan kesalahan. Hingga ia berkata, “Tak ada tempat yang saya pernah melakukan kesalahan di sana sebelum masuk Islam melainkan saya melakukan kebaikan di sana setelah masuk Islam.” Continue reading “Kisah Umar Bin Khattab 3 – Keburukan dan Kebaikan”