Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi


Untukmu, Ramadhan (Cerita Pertama)

Bagian 1 – Mudik

Tokoh : Rama

Tadi malam ibuku menelpon dan menanyakan kabarku di Jakarta. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir aku pulang ke rumah adalah 6 bulan yang lalu. Waktu itu aku pulang untuk menghadiri acara pernikahan sepupuku.

Bukannya aku tidak rindu sama ibu, tetapi aku terlalu sibuk bekerja di kota ini. Sibuk mencari pekerjaan baru, lebih tepatnya. Dan momen mudik di bulan puasa ini menjadi sangat pas dan mendorongku untuk segera pulang.

Yang aku inginkan sebenarnya bisa pulang setiap bulannya ke kampung halaman. Namun, hal itu sepertinya belum bisa aku lakukan dengan baik. Alasan minta cuti dari kantor yang susah atau tiadanya ongkos untuk pulang menjadi jawabanku kepada Ibu setiap kali beliau menanyakanku kapan aku pulang.

Continue reading

Advertisements


Kapan Nikah?

“Kapan nikah?”

“May.”

“Serius bulan Mei lo mau nikah?”

“Iya. Maybe yes, maybe no.”

“Yee.. semprul. Kirain beneran.”

Itu adalah contoh pertanyaan yang ‘default’ yang sering kita dengar. Dan jawaban Maybe Yes, Maybe No mungkin adalah jawaban ‘pelarian’ atau ngeles yang paling umum diucapkan oleh seseorang karena ia sendiri belum tahu kapan akan menikah.

Pertanyaan kapan nikah sering sekali ditanyakan kepada orang yang sudah ‘dewasa’. Misalnya Rudi bertanya kepada Kamil kapan ia menikah? Padahal dari aspek umur dan pekerjaan, Kamil sudah pantas untuk menikah tapi ia masih saja belum menikah. Bahkan pertanyaan ini bisa muncul dari siapa saja dan di waktu apa saja. Random. Bahkan seseorang bisa bertanya kepada dirinya sendiri. Bahkan Rudi yang masih lajang pun bertanya, “kapan saya nikah?” Continue reading