Mengerti dan Menghargai

“Dengan pengertian maka muncullah penghargaan.”

Mengerti merupakan sebuah tindakan seseorang yang mengetahui dan memahami suatu keadaan dan dapat merasakan apa yang terjadi terhadap sesuatu atau seseorang. Sikap saling mengerti diperlukan antar sesama manusia untuk menjalin keharmonisan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri orang yang mengerti dapat dilihat dari bahasa tubuhnya seperti anggukan kepala, mengatakan Saya mengerti, dan melakukan aksinya dengan tangan. Jika seseorang sudah mengerti maka orang lain akan menghargai.

Respect
Respect

Berikut ini adalah beberapa contoh adegan cerita pendektentang mengerti dan menghargai :

GERALD

Gerald tinggal di rumah kos dekat kantor tempat ia bekerja. Di rumah kos itu terdapat lima kamar. Gerald sangat akrab dengan keempat temannya itu. Jika ada temannya yang sakit, Gerald membantu dan merawatnya. Jika temannya punya masalah, dia ikut memikirkan dan mencari solusi terbaik. Gerald juga sering membagi makanan kepada temannya yang belum makan. Sikap Gerald yang mengerti kondisi temannya itu menimbulkan penghargaan dari teman-temannya. Misalnya mereka membantu Gerald jika ada tugas kantornya yang belum selesai dan tidak makan di depan Gerald ketika mereka berpuasa. Dengan sikap saling mengerti di antara teman menimbulkan sikap saling menghargai.

LEO

Leo adalah seorang pecandu rokok. Dalam satu hari dia bisa menghabiskan empat bungkus rokok. Walaupun sebagai seorang perokok aktif dia masih punya akal sehat. Leo hanya merokok di kamar rumahnya, di bis atau di kantor yang ada ruangan merokok atau di tempat yang tidak mengganggu orang lain. Leo tidak seperti perokok lainnya yang merokok dengan seenaknya di tempat yang mereka anggap asyik untuk merokok. Leo tahu rokok tidak baik untuk dirinya tapi jika tidak merokok sehari saja, ia sudah seperti orang gila, mencari-cari rokok di semua penjuru rumahnya atau ngacir ke warung Mpok Minah untuk membelinya.

Leo punya pikiran seperti ini. “Gue ngerokok karena gue mau dan karena gue udah nyandu. Tapi gue gak akan sembarangan ngerokok di tempat umum, di bis, di angkot, di halte, di terminal, di rumah makan atau di tempat yang bisa ngeganggu orang lain. Gue tau rokok itu berbahaya buat tubuh gue. Sebobrok-bobroknya gue, gue masih inget kata Pak Haji Sadeli, doi bilang merusak diri sendiri dilarang oleh agama dan bisa menjadi dosa. Dosa gue ini udah bejibun banget. Gue gak mau asap rokok gue membuat sesak orang di sekitar dan buat mereka gak enak atau ngerusak tubuh. Bisa-bisa dosa gue terus nambah tiap hari. Ogah ah! Gue ngerokok itu urusan gue. Badan-badan gue ini. Tapi kalo harus buat orang sengsara, eit..tunggu dulu! Gue gak mau.”

Sikap Leo yang mengerti dengan tidak merokok di tempat umum membuat keluarga dan temannya menghargai dia. Bahkan banyak orang yang memuji aksinya. Leo hanya tersenyum melihat reaksi orang-orang kepadanya. Ia teringat kata-kata dari almarhumah emak, “Udin Leonudin, dengerin emak. Lo boleh aje berbuat semau lo, asal lo tau, ngarti ame siap konsekuensinya entar. Kalo lo berbuat dosa, tanggung ama diri lo, jangan ngajak atau ngejerumusin orang jadi berbuat dose. Lo mesti mikir !”

HANI

Hani adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat perhatian kepada keluarganya. Dia menyiapkan makanan, pakaian yang bersih dan kenyamanan di rumah kepada suami dan anak-anaknya. Sementara suaminya bekerja di kantor, ia mendidik anak-anaknya di rumah. Menghadapi anak-anak bukanlah perkara mudah tapi tidak sulit. Tergantung dari bagaimana cara seseorang mengatasinya. Diperlukan kesabaran yang ekstra dalam mengurus anak-anak. Namun Hani tetap semangat menjalani kehidupannya. Ia tidak pernah mengeluh sama sekali. Baginya mengeluh adalah sikap seorang yang pengecut.

Setiap hari Hani melakukan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga. Hingga suatu hari ibu yang Super Care ini jatuh sakit. Dan semua pekerjaan rumah menjadi terbengkalai. Tapi Imran, sang suami tidak tinggal diam. Dengan kerelaan hati ia mengemban tugas sebagai kepala rumah tangga sekaligus ibu rumah tangga.

Pagi-pagi sekali setelah sholat subuh, ia menanak nasi, mencuci pakaian dan menyetrika pakaian yang sudah kering kemarin. Kemudian memasak makanan untuk sarapan pagi. Setelah itu menyiapkan kebutuhan si kecil James. Merapikan buku sekolah, menyiapkan botol minuman dan merapikan bajunya. Sementara James makan, Imran menyuapi Hani di kamarnya. Dengan telaten dan penuh cinta ia merawat sang istri.

Hani sempat melarang Imran melakukan tugasnya, namun dengan halus Imran mengatakan bahwa Hani harus istirahat dan membiarkan semua tugasnya diselesaikan oleh Imran. Hani tahu suaminya adalah seorang pekerja yang sibuk di kantornya. Seringkali sebelum Imran berangkat ke kantor, ia sudah ditelpon oleh klien dan bawahannya. Mereka menanyakan banyak hal tentang pekerjaannya. Posisi sebagai General Manager membuat banyak orang bergantung kepadanya. Tapi Hani tahu suami tercintanya itu sangat keras kepala. Imran tidak bisa pergi ke kantor sebelum memastikan istrinya baik-baik saja. Padahal Hani sudah mengatakan ia bisa melakukan pekerjaannya lagi setelah ia istirahat sebentar. Hani merasa kasihan kepada Imran. Setelah semua pekerjaan selesai di pagi hari, Imran harus mengantarkan James ke sekolahnya dan menjemputnya saat ia istirahat kantor. Belum lagi Imran harus jalan berlawanan arah dengan kantornya untuk menuju sekolah James. Dan kemacetan di kota membuat semuanya menjadi sempurna.

Hani tahu, Imran melakukannya karena sayang dan mengerti akan kondisinya sekarang. Sakit anemia yang ia derita sejak awal pernikahan sudah banyak membuat Hani meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Hani merasa sangat beruntung mempunyai suami sehebat Imran. Ia bertekad akan mencintai dan hanya akan mencintai Imran sebagai satu-satunya suami. Hani juga tidak akan mengecewakan Imran, Ia akan menjaga hati, badan dan jiwanya dari godaan dan berbakti untuk sang suami. Sikap Imran yang mengerti Hani membuat Imran dihargai dan dicintai lebih dari sebelumnya oleh Hani.

###

Banyak contoh lain mengenai sikap saling mengerti dan menghargai di kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk sosial, sudah seharusnya kita bisa menanamkan sikap saling mengerti agar bisa menimbulkan sikap menghargai dari orang lain kepada kita. Mulailah hari ini. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

View My Daily Post

Logika dan Perasaan

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan logika dan perasaan pada cinta?

Semua hubungan cinta itu sudah diatapi oleh sesuatu yang bernama perasaan. Pertanyaan ‘kapan menggunakaan perasaan?’ jawabannya yaitu ‘sudah menggunakannya’. Itu sebabnya disebut cinta.

Ketika kita bertemu seseorang dengan perasaan itu maka semua keputusan diwarnai oleh cinta. Cinta itu tidak logis karena cinta memiliki logikanya sendiri. Logika cinta itu apa? Yaitu tergesa-gesa, harus hanya dia, harus selamanya, jangan sakiti aku, setialah hanya kepadaku, dan aku mau apa saja pokoknya kamu harus mengerti. Seseorang yang mengatakan, “Aku butuh pasangan yang pengertian,” itu sama artinya dengan, “Apapun yang aku lakukan, semua hal yang aku mau, kamu HARUS mengerti.”

Semua hal ini dinaungi oleh atap rasa. Supaya seimbang, saat seseorang sedang mabuk kepayang oleh cintanya, ia juga mesti menggunakan otak dan pikirannya. Ia harus punya rasa dan logis dalam waktu bersamaan.

Ketika kamu sedang dalam upaya pendekatan, jangan mengatakan hal-hal yang bisa membuat cemburu si calon pasangan. Baru kenal, jangan bicara tentang mantan kekasih. Baru kenal, sudah membanding-bandingkan. Atau baru kenal mengatakan, “Kamu lebih cantik deh kalau kamu menggunakan jenis potongan rambut seperti ini,” sambil menunjukkan foto seprang model di sebuah majalah. Bayangkan, sudah ada demand, tuntutan dan permintaan yang memaksa. Atau misalnya saat pertama bertemu bertanya, “Gajimu berapa?”Laki-laki yang ditanya soal gaji sama tidak senangnya dengan wanita yang ditanya soal umur dan berat badannya.

Pembuktian yang sebenarnya dalam kehidupan adalah hal yang liogis. Contohnya biaya hidup, kesehatan untuk keluarga dan perawatan anak dalam kandungan hingga melahirkan. Pikiran logis tentang hal seperti ini tidak boleh hilang.

Kalau laki-laki berkata, “Terimalah aku apa adanya. Kita percayakan kepada Tuhan.”

Tuhan menjawab, “Kalau kamu percaya kepada-Ku maka percayalah juga pada hukum upaya. Bahwa kalau kamu mengupayakan sesuatu, kamu akan mendapatkannya.”

Tidak bileh kita mengatakan PERCAYA kepada Tuhan tapi mengabaikan hukum-Nya.

Jadi jawaban untuk pertanyaan, “Kapan seseorang menggunakan perasaannya?” Jawabnya ialah, “Sepanjang waktu.” Perasaan sayang, cinta, memperhatikan dan mengkhawatirkan pasangan dan keluarga dan bertanggung jawab, itu semua digunakan hingga akhir hayat. Sementara logika dimulai seawal mungkin untuk mengenali tanda-tanda ketidaksetiaan, rendahnya tanggung jawab, malas mencari nafkah dan mengurus rumah tangga. Dan logika mesti dipakai secara teratur supaya perjalanan cinta di bawah naungan perasaan itu menjadi indah, logis dan mampu. Karena sulit sekali kita mencintai dengan damai kalau kita tidak mampu secara ekonomi dan logis (mapan dalam kehiduoan dan matang dalam pemikiran).

###

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

7 Informasi Tentang Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk yang memeluk agama Islam. Bahkan lebih banyak daripada negara Arab Saudi. Pernahkah kamu bertanya mengapa hal itu bisa terjadi? Sebagai seorang muslim, aku ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia. Semoga rasa penasaran ini pun sedang bersemayam di dalam hati dan pikiranmu sekarang. Tidak ada salahnya belajar tentang sejarah, apalagi yang kita bicarakan adalah tentang agama Islam dan Indonesia. Saya seorang muslim dan saya juga seorang warga negara Indonesia. Oleh karena itu, rasanya perlu kita mengulas dan membahas tentang hal tersebut.

Pada kesempatan ini, Seven Views akan fokus pada 7 hal yang berkaitan dengan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Ketujuh hal tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menggelitik benak dan pikiranku. Rasa penasaran yang tak biasa ini membutuhkan jawaban dengan segera. Continue reading “7 Informasi Tentang Sejarah Masuknya Islam di Indonesia”