Menjadi Calon Menantu Idaman

Sebagai lelaki, hal yang paling dibutuhkan dari pasangannya adalah menjadi dirinya sebagai perempuan. Perempuan yang punya kasih sayang dan bisa mengurus rumah dengan caranya sendiri. Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi maka titelnya itu adalah tambahan atau sebuah nilai plus. Memiliki istri yang tidak hanya pandai di bidangnya namun telaten dalam mengurus rumah tangga sungguh merupakan anugerah bagi suaminya. Namun andaipun istri bukan sarjana atau bahkan di bawahnya tentu bukan masalah. Istriku juga demikian. Jika ditanya siapa superhero di rumah? Maka dengan yakin kukatakan dialah istriku.

Seorang perempuan ditanya tentang kriteria pasangannya kelak. Ia menjawab bahwa lelaki yang memiliki sosok sebagai imam/pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab adalah jawabannya. Bagi kamu, wahai para lelaki, jangan dulu menganggap itulah jawaban utama mereka. Memang hanya ada 2 kritea sebagai calon pemdamping hidup seorang perempuan. Tapi ingatlah ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pernikahan bukan hanya tentang menyatunya lelaki dan perempuan tetapi keluarga juga. Sebelum atau sesudah menikah menjalin hubungan baik antara kedua keluarga besar perlu dijalin.

Untuk kamu yang saat ini sedang memiliki rencana untuk menikah, maka hal yang tidak kalah penting adalah mencari cara untuk mendekatkan diri kepada camer (calon mertua). Calon mertua menjadi penting untuk ‘didapatkan’ hatinya karena mereka adalah orang tua dari kekasih kita dan kelak akan menjadi orang tua bagi diri kita sebagai suami dari anaknya. Dianggap penting karena pada akhirnya keputusan untuk menikah ada di tangan calon mertua. Uniknya, kamu bisa jadi tidak butuh fase PDKT atau pendekatan yang oertama (mendapatkan si perempuan), jika calon mertua sudah merestuimu menjadi calon menantunya. Dalam beberapa contoh pernikahan seseorang, si lelaki justru lebih dulu mendapatkan ‘hati’ calon mertua daripada anak perempuannya. Caranya bisa melalui perjodohan antara orang tua pengantin lelaki dan perempuan atau justru orang tua perempuan yang datang meminang si lelaki agar mau menikahi anak perempuannya. Tentu, tidak semuanya seperti itu karena jalan hidup setiap orang berbeda.

Kalau kamu belum mengetahui caranya, berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar bisa PDKT dengan calon mertua.

PENAMPILAN

Mata manusia memiliki batasan yaitu hanya bisa melihat sebatas mata memandang. Tidak bisa melihat suatu benda yang terhalangi oleh benda lain. Tidak bisa tembus pandang. Tidak bisa menebak isi hati dan tidak bisa melihat ke masa lalu atau masa depan. Oleh karena itu, apa yang terlihat akan menjadi bahan pertimbangan seorang manusia untuk melakukan sesuatu atau untuk mengambil suatu keputusan tertentu.

Karena mata memiliki sifat seperti itu, maka saat seseorang ingin menarik perhatian orang lain, ia mesti memperhatikan penampilan dirinya. Ia harus bisa membuat dirinya tampil menarik dan tetap menunjukkan jati dirinya.

Begitu pun dengan calon mertua. Penampilan menjadi hal penting yang mesti kamu pikirkan. Saat kamu berkunjung ke rumahnya, kamu mesti memilih pakaian terbaik agar tampil sempurna dan menawan di mata si kekasih, apalagi saat kamu akan bertemu dengan calon mertua.

Kesan pertama itu tidak hanya selalu menggoda tetapi juga selalu menentukan langkah berikutnya. Saat kamu pertama kali bertemu dengan calon mertua, pilihlah pakaian terbaikmu, yang sopan, bersih, rapi dan mencerminkan jati diri sebagai orang baik.

BICARA

Saat kamu bicara dengan calon mertua, pilihlah kata-kata yang baik, tidak terburu-buru, jelas dan bisa dipahami. Jangan terlalu lebay (berlebihan) dalam menceritakan sesuatu yang tidak ada dalam dirimu karena artinya kamu telah berbohong kepada calon mertua. Jangan berpura-pura senang atau takut di hadapannya. Berusahalah menjadi dirimu sendiri. Tunjukkanlah bahwa kamu itu lelaki yang tidak takut dan siap berhadapan dengan siapa saja.

Pemilihan kata juga mesti diperhatikan. Kata adalah dasar dari sebuah hubungan komunikasi. Sebuah komunikasi akan terjalin baik dan nyambung jika bahasa yang digunakan itu berkualitas. Ketahuilah, bahwa bahasa adalah pembeda kelas yang sebenarnya.

Orang yang bicaranya sembarangan, kasar dan ngawur itu kelas orang yang tidak pandai, terbukti dari pilihan kata yang keluar dari mulutnya. Orang yang bicaranya terburu-buru, cepat, tidak jelas, lebih sering manggut-manggut daripada diamnya, itu adalah kelas orang yang panikan. Sedangkan orang yang bicaranya tenang, lancar, jelas dan tidak berbelit-belit adalah kelas orang yang bijak dan cerdas.

Jadi, kamu bisa membedakan kelas orang lain dari cara ia memilih kata-kata. Kamu juga bisa merenung, tipe kelas mana kamu berada. Kalau kamu belum terbiasa bicara jelas dan tenang, belajarlah dari sekarang agar apa yang ingin kamu sampaikan bisa dimengerti dengan baik oleh calon mertua.

TUJUAN

Dalam beberapa kali pertemuan dengan calon mertua, pastikanlah bahwa mereka tahu akan tujuan utamamu yaitu ingin menikahi anak perempuannya dan menjadi amggota baru di keluarga besar mereka. Jangan sampai mereka salah paham, kalau kamu dianggap hanya sebagai teman anaknya atau bahkan bisa dikira tukang ojek karena misalkan setiap hari datang menjemput anaknya untuk pergi.

Untuk poin ini, katakanlah secara tegas tentang keinginanmu untuk menikah. Bahwa dengan pernikahan, kamu memiliki tujuan yang mulia, yang ingin kamu bangun bersama dengan calon istrimu nanti.

Kamu bisa menyampaikan beberapa tujuan dari pernikahan menurut Islam sebagai berikut :

  1. Tuntutan Naluri Manusia. Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan akad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini; dengan kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
  2. Benteng Akhlaq. Pernikahan berfungsi untuk membentengi manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabatnya. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”
  3. Ibadah. Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadahan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain, bahkan berhubungan suami istri pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan isterinya adalah sedekah!” (Mendengar sabda Rasulullah, para Sahabat keheranan) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap isterinya akan mendapat pahala?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain isterinya, bukankah ia berdosa? Begitu pula jika ia bersetubuh dengan isterinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.”
  4. Keturunan Yang Shalih. Tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang shalih, untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” [An-Nahl : 72]

LATAR BELAKANG

Selanjutnya, kamu juga mesti memberitahukan informasi tentang latar belakangmu seperti tempat tinggal, silsilah keluarga, riwayat pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. Hal ini penting dilakukan untuk bisa membangun kepercayaan dari kedua belah pihak dan nantinya masing-masing akan semakin mengenal lebih dekat.

Ajaklah camer untuk membicarakan hal ini secara santai. Kamu bisa mengajaknya ke taman dekat kompleks perumahannya sambil lari pagi di hari Ahad, makan siang bersama dengan keluarga camer, atau bisa sambil bermain catur dan minum kopi di sore hari.

HOBI CAMER

Kamu pasti senang jika ada orang lain yang mau berpartisipasi melakukan suatu kegiatan yang merupakan hobimu. Kamu merasa ada orang yang perhatian dan mempunyai keinginan untuk menemani dan menyenangkanmu dalam melakukan suatu hobi tertentu. Walaupun kamu tahu bahwa orang itu tidak sejago dan sebagus kamu dalam hobi tersebut.

Begitu pun dengan hobi dari calon mertua. Mereka akan senang jika ada orang yang menaruh perhatian pada hobi yang mereka miliki. Tugas pertamamu adalah mencari tahu hobi apa yang disenangi baik oleh camer lelaki atau perempuan kemudian berusahalah untuk terjun langsung dan mencoba hobi itu, meskipun hanya sekali saja.

Misal, camer perempuan menyukai hobi berkebun maka kamu bisa memyempatkan waktu untuk menemaninya mengurus tanaman di depan rumahnya atau kamu bisa membelikannya bibit pohon dan bunga yang ia sukai. Atau jika dia hobi masak, kamu bisa membantunya memasak di dapur. Kalau kamu payah dalam hal ini, setidaknya ajukanlah diri untuk menemani camer untuk berbelanja ke pasar atau supermarket.

Camer lelaki juga sama, kamu harus mau ikut berpartisipasi dalam hobinya. Misal, ia hobi memancing ikan di kolam pemancingan atau di laut. Kamu bisa ikut menemaninya dan cobalah untuk bersaing mendapatkan ikan terbanyak. Camer lelaki pasti akan senang dan merasa tertantang untuk melakukannya.

Jika kamu pandai mencari hal yang bisa membuat kedua calon mertuamu senang dan bahagia dalam melakukan hobinya maka peluangmu untuk bisa meluluhkam hati camer bisa meningkat. Dan berarti kamu telah mengalami kemajuan yang pesat. Jika kekasihmu mengetahui bahwa kamu peduli kepada orang tuanya, maka ia pun akan semakin respect dan sayang kepadamu.

WAKUNCAPH DI RUMAH

Berusahalah untuk menekan egomu untuk selalu ingin pergi berduaan ke luar rumah. Pertama, kamu dan dia belum halal. Kedua, hal ini tidak baik dilakukan.

Saat Wakuncaph (Waktu Kunjung Calon Pendamping Hidup), sebaiknya kamu lakukan di rumah. Jangan pergi ke mana-mana. Habiskan semua kerinduanmu itu di rumahnya. Banyak hal positif yang bisa kamu lakukan bersama seperti membantu camer membersihkan halaman rumah dan sebagainya. Dan datanglah berkunjung minimal 2 kali dalam sebulan. Jangan terlalu sering datang ke rumahnya. Selain untuk menjaga hati dan nafsu (emosi dan syahwat), kamu juga bisa memelihara rasa rindu, baik dari calonmu atau camer. Kalau mereka sudah sampai ke tahap, “Neng, kemana si Aa, kok belum dateng lagi ke rumah?” maka peluangmu untuk meluluhkan hati camer sudah semakin tinggi.

Kalau memang kamu perlu pergi bersama dengan calonmu itu, jangan pergi sebelum ia ditemani oleh mahramnya. Jadi, kamu pergi tidak hanya berdua tetapi minimal ada satu orang mahram yang ikut. Ini penting untuk menjaga dirimu dari melakukan hal-hal yang diinginkan oleh syahwat dalam dirimu.

MAKANAN FAVORIT CAMER

Terakhir, bawakanlah makanan favorit calon mertuamu. Ingatlah bahwa makanan itu tidak hanya martabak. Ada sekian banyak menu kuliner di daerahmu. Jangan melulu memberikan martabak untuk camer. Bukan tidak boleh. Sesekali kamu bisa membelikannya martabak tapi setelah itu belikanlah makanan lain yang tidak kalah enak.

Bagaimana kalau ternyata makanan favorit camer adalah martabak? Tetap belikan martabak saat kamu berkunjunga ke rumahnya dan nanti belikan makanan lainnnya. Kamu bisa bilang, “Om, Tante, cobain deh. Makanan ini lagi hits loh,”

Tentunya kamu juga mesti jeli memilih makanannya. Tanyalah calonmu itu sebagai sumber referensi makanan favorit orang tuanya. Jangan sampai kamu membelikan makanan yang lagi hits tetapi tidak bisa dimakan oleh camer karena penyakit atau alergi tertentu.

###

Demikianlah tips yang bisa kamu coba untuk mendekatkan diri kepada keluarga calon pendamping hidupmu. Kamu bisa mencoba salah satu atau seluruhnya. Atau mungkin kamu memiliki tips lain yang sudah kamu lakukan dan berhasil? Boleh dong share pengalamanmu di sini.

Salam.

Temukan motivasi lainnya di sini.

Ksatria Biji Hitam

Panah asmara bisa tertancap kepada siapa saja, bahkan bocah ingusan dapat merasakannya. Gelora cintanya memang tidak sedahsyat orang dewasa. Itulah sebabnya cinta pada masa anak-anak menuju remaja disebut cinta monyet. Sebuah perasaan suka kepada lawan jenis namun masih dalam tahap main-main saja. Tak serius dan tak akan pernah bisa menuju ke arah sana.

Tentang istilah ini, aku penasaran siapa sih orang yang pertama kali mencetuskan namanya. Kenapa cinta jenis ini dikaitkan dengan monyet? Apakah karena monyet suka usil dan tidak pernah serius? Atau sama seperti sebuah penemuan, nama istilah disematkan dari si penemunya? Jangan-jangan dulu ada orang yang benar-benar jatuh cinta kepada monyet ya?

Istilah ini sudah terlanjur ada maka marilah kita memakainya juga. Mungkin di lain kesempatan akan ada titik terang perihal asal-usul istilah ini.

Pengalaman cinta monyet ini pernah kualami juga sewaktu duduk di bangku kelas 6 SD (Sekolah Dasar).  Aku pernah suka sama seseorang. Parasnya rupawan, berambut panjang dan pintar matematika. Tetapi cintaku ditolaknya. Mungkin karena ia jago hitung-hitungan, aku dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai kekasih. Dia lebih memilih lelaki yang lebih tua. Bukan om-om. Dia tidak segila itu. Anak yang berhasil merebut hatinya adalah anak kelas 3 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Dari strata pendidikan saja aku sudah kalah. Dia juga mengatakan kalau lebih memilih pacarnya itu karena lebih tampan dariku. Padahal sejujurnya, setiap hari, sebelum berangkat sekolah aku selalu bercermin. Memang sungguh aneh peniliaian lelaki dan perempuan. Sebab kalau kulihat dari pantulan bayangan diriku di cermin, aku tak kalah tampan. Bahkan menggemaskan.

Lalu suatu ketika, guru memilihku untuk mengikuti lomba cerdas cermat bersama kedua orang teman lainnya. Acara diadakan di kantor desa setempat. Pesertanya datang dari berbagai sekolah. Itulah momen di mana panah asmara tertancap lagi di ulu hati. Aku berkenalan dengan salah satu peserta perempuan dari SD lain. Pepatah yang berbunyi, “Di atas langit masih ada langit,” benar adanya. Perempuan ini jauh lebih cantik daripada perempuan yang kutaksir di kelas. Ia tersenyum manis dan membuat jantung ini berdegup lebih kencang.

Pucuk dicinta ulam tiba. Dua minggu setelah pertemuan itu, sekolah kami akan mengikuti lomba bola voli antar sekolah. Dan kamu tahu di mana tempatnya? Di tempat Perempuan Cerdas Cermat itu bersekolah. Bukan main girangnya hati ini. Meskipun kali ini aku tidak ikut sebagai peserta karena payah dalam bola voli tetapi aku jauh lebih bersemangat dibandingkan peserta lomba.

Ketika rombongan tim dari sekolah kami datang, aku merasakan atmosfir yang berbeda. Teman-teman dari Perempuan Cerdas Cermat itu sepertinya sudah tahu maksud terselubung dari kehadiranku di sana.  Aku tidak masalah dengan teman sesama perempuannya. Mereka lebih cenderung mendukung perjodohan ini.  Justru teman-temannya yang lelaki yang membuatku bergidik.

Sebelum timku bermain, aku didatangi segerombolan anak-anak yang menamakan dirinya sebagai geng Ksatria Biji Hitam. Geng ini terkenal di sekolah itu karena selalu menjuarai lomba adu kelereng antar kelas. Mereka hanya menggunakan kelereng berwarna hitam sebagai alat tandingnya. Bagi mereka warna lain kurang keren. Karena sering menonton Kotaro Minami yang berubah menjadi Kstaria Baja Hitam maka muncullah ide untuk menamakan gengnya itu agar mirip dengan tokoh idolanya.

Salah satu di antara mereka mendekat lalu menanyaiku macam-macam. Usut punya usut ternyata ada anak yang bertanya kepada bapaknya. Ish, ish, ish. Bukan itu. Ternyata ada anak yang suka dan cinta kepada Perempuan Cerdas Cermat. Dia terlihat sangat tidak suka dengan keberadaanku di sana. Ia takut Perempuan Cerdas Cermat lebih memilihku daripada dirinya.

Saat momen itu terjadi teman-temanku datang.  Khawatir  akan terjadi keributan, akhirnya kami sepakat. Aku dan bocah dari Ksatria Biji Hitam harus bertanding adu kelereng saat itu juga. Siapa yang menang maka dialah yang akan mendapatkan kesempatan untuk mendekati Perempuan Cerdas Cermat. Aku dipinjami kelereng oleh salah satu anggota geng. Lalu pertandingan itu terjadi.

Keesokan harinya usai sekolah, Ali mengabariku sebuah berita. Perempuan Cerdas Cermat itu sudah berpacaran dengan anak yang kemarin mengalahankanku bermain kelereng.

“Sabar, mungkin nanti kamu akan bertemu yang lebih baik,“ Ali menenangkanku lantas pergi.

Aku berjalan lagi. Tetapi langkakhku terhenti ketika melewati rumah Mang Odik. Dia sedang bermain-main dengan hewan peliharaannya yang baru. Mang Odik menamainya Kucrit, seekor monyet betina berwarna hitam dan abu-abu. Aku mendekat. Kucrit tersenyum. Inikah yang dinamakan cinta monyet yang sesungguhnya?

Aku hendak mengelus kepalanya tetapi tiba-tiba Kucrit menyeringai dan memberikan tanda supaya aku menjauh. Lalu ia menaiki pundak kiri Mang Odik dan mengelus-elus rambut majikannya itu.

Kisah percintaan masa anak-anak memang tak ada yang pernah berhasil. Aku melangkah lagi dan meninggalkan dua mahkluk yang sedang kasamaran itu.

###

View My Daily Post

Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan

Tak terasa gelap pun jatuh
Di ujung malam menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya

Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya

Di malam hari menuju pagi
Sedikit cemas banyak rindunya

Continue reading “Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan”

Lelaki – Penilai Kecantikan

Hai perempuan, apa yang kamu tahu tentang lelaki?

Lelaki suka menilai kecantikan perempuan dari skala 1 sampai dengan 10. Angka 1 untuk yang paling buruk dan angka 10 untuk yang paling bagus. Kalau kamu tak percaya, coba perlihatkan foto pada pos ini kepada lelaki (teman, rekan kerja, saudara atau keluargamu) dan mintalah dia untuk mengatakan berapa nilai kecantikan dari masing-masing perempuan.

Continue reading “Lelaki – Penilai Kecantikan”

Perempuan – Pemarah (Grumpy)

Hai lelaki, apa yang kamu tahu tentang perempuan?

Perempuan bisa marahan kepada lelakinya lebih dari sehari. Dalam hal ini biasanya lelaki akan dilema. Pertama, jika dihubungi si perempuan akan marah karena dia tidak mau diganggu. Kedua, jika tidak dihubungi maka dia akan semakin marah karena menganggap kamu tidak peduli dengannya. Continue reading “Perempuan – Pemarah (Grumpy)”