Menjadi Calon Menantu Idaman

Sebagai lelaki, hal yang paling dibutuhkan dari pasangannya adalah menjadi dirinya sebagai perempuan. Perempuan yang punya kasih sayang dan bisa mengurus rumah dengan caranya sendiri. Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi maka titelnya itu adalah tambahan atau sebuah nilai plus. Memiliki istri yang tidak hanya pandai di bidangnya namun telaten dalam mengurus rumah tangga sungguh merupakan anugerah bagi suaminya. Namun andaipun istri bukan sarjana atau bahkan di bawahnya tentu bukan masalah. Istriku juga demikian. Jika ditanya siapa superhero di rumah? Maka dengan yakin kukatakan dialah istriku.

Seorang perempuan ditanya tentang kriteria pasangannya kelak. Ia menjawab bahwa lelaki yang memiliki sosok sebagai imam/pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab adalah jawabannya. Bagi kamu, wahai para lelaki, jangan dulu menganggap itulah jawaban utama mereka. Memang hanya ada 2 kritea sebagai calon pemdamping hidup seorang perempuan. Tapi ingatlah ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pernikahan bukan hanya tentang menyatunya lelaki dan perempuan tetapi keluarga juga. Sebelum atau sesudah menikah menjalin hubungan baik antara kedua keluarga besar perlu dijalin.

Untuk kamu yang saat ini sedang memiliki rencana untuk menikah, maka hal yang tidak kalah penting adalah mencari cara untuk mendekatkan diri kepada camer (calon mertua). Calon mertua menjadi penting untuk ‘didapatkan’ hatinya karena mereka adalah orang tua dari kekasih kita dan kelak akan menjadi orang tua bagi diri kita sebagai suami dari anaknya. Dianggap penting karena pada akhirnya keputusan untuk menikah ada di tangan calon mertua. Uniknya, kamu bisa jadi tidak butuh fase PDKT atau pendekatan yang oertama (mendapatkan si perempuan), jika calon mertua sudah merestuimu menjadi calon menantunya. Dalam beberapa contoh pernikahan seseorang, si lelaki justru lebih dulu mendapatkan ‘hati’ calon mertua daripada anak perempuannya. Caranya bisa melalui perjodohan antara orang tua pengantin lelaki dan perempuan atau justru orang tua perempuan yang datang meminang si lelaki agar mau menikahi anak perempuannya. Tentu, tidak semuanya seperti itu karena jalan hidup setiap orang berbeda.

Kalau kamu belum mengetahui caranya, berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar bisa PDKT dengan calon mertua.

PENAMPILAN

Mata manusia memiliki batasan yaitu hanya bisa melihat sebatas mata memandang. Tidak bisa melihat suatu benda yang terhalangi oleh benda lain. Tidak bisa tembus pandang. Tidak bisa menebak isi hati dan tidak bisa melihat ke masa lalu atau masa depan. Oleh karena itu, apa yang terlihat akan menjadi bahan pertimbangan seorang manusia untuk melakukan sesuatu atau untuk mengambil suatu keputusan tertentu.

Karena mata memiliki sifat seperti itu, maka saat seseorang ingin menarik perhatian orang lain, ia mesti memperhatikan penampilan dirinya. Ia harus bisa membuat dirinya tampil menarik dan tetap menunjukkan jati dirinya.

Begitu pun dengan calon mertua. Penampilan menjadi hal penting yang mesti kamu pikirkan. Saat kamu berkunjung ke rumahnya, kamu mesti memilih pakaian terbaik agar tampil sempurna dan menawan di mata si kekasih, apalagi saat kamu akan bertemu dengan calon mertua.

Kesan pertama itu tidak hanya selalu menggoda tetapi juga selalu menentukan langkah berikutnya. Saat kamu pertama kali bertemu dengan calon mertua, pilihlah pakaian terbaikmu, yang sopan, bersih, rapi dan mencerminkan jati diri sebagai orang baik.

BICARA

Saat kamu bicara dengan calon mertua, pilihlah kata-kata yang baik, tidak terburu-buru, jelas dan bisa dipahami. Jangan terlalu lebay (berlebihan) dalam menceritakan sesuatu yang tidak ada dalam dirimu karena artinya kamu telah berbohong kepada calon mertua. Jangan berpura-pura senang atau takut di hadapannya. Berusahalah menjadi dirimu sendiri. Tunjukkanlah bahwa kamu itu lelaki yang tidak takut dan siap berhadapan dengan siapa saja.

Pemilihan kata juga mesti diperhatikan. Kata adalah dasar dari sebuah hubungan komunikasi. Sebuah komunikasi akan terjalin baik dan nyambung jika bahasa yang digunakan itu berkualitas. Ketahuilah, bahwa bahasa adalah pembeda kelas yang sebenarnya.

Orang yang bicaranya sembarangan, kasar dan ngawur itu kelas orang yang tidak pandai, terbukti dari pilihan kata yang keluar dari mulutnya. Orang yang bicaranya terburu-buru, cepat, tidak jelas, lebih sering manggut-manggut daripada diamnya, itu adalah kelas orang yang panikan. Sedangkan orang yang bicaranya tenang, lancar, jelas dan tidak berbelit-belit adalah kelas orang yang bijak dan cerdas.

Jadi, kamu bisa membedakan kelas orang lain dari cara ia memilih kata-kata. Kamu juga bisa merenung, tipe kelas mana kamu berada. Kalau kamu belum terbiasa bicara jelas dan tenang, belajarlah dari sekarang agar apa yang ingin kamu sampaikan bisa dimengerti dengan baik oleh calon mertua.

TUJUAN

Dalam beberapa kali pertemuan dengan calon mertua, pastikanlah bahwa mereka tahu akan tujuan utamamu yaitu ingin menikahi anak perempuannya dan menjadi amggota baru di keluarga besar mereka. Jangan sampai mereka salah paham, kalau kamu dianggap hanya sebagai teman anaknya atau bahkan bisa dikira tukang ojek karena misalkan setiap hari datang menjemput anaknya untuk pergi.

Untuk poin ini, katakanlah secara tegas tentang keinginanmu untuk menikah. Bahwa dengan pernikahan, kamu memiliki tujuan yang mulia, yang ingin kamu bangun bersama dengan calon istrimu nanti.

Kamu bisa menyampaikan beberapa tujuan dari pernikahan menurut Islam sebagai berikut :

  1. Tuntutan Naluri Manusia. Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan akad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini; dengan kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
  2. Benteng Akhlaq. Pernikahan berfungsi untuk membentengi manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan merusak martabatnya. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”
  3. Ibadah. Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadahan dan amal shalih di samping ibadah dan amal-amal shalih yang lain, bahkan berhubungan suami istri pun termasuk ibadah (sedekah). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan isterinya adalah sedekah!” (Mendengar sabda Rasulullah, para Sahabat keheranan) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap isterinya akan mendapat pahala?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain isterinya, bukankah ia berdosa? Begitu pula jika ia bersetubuh dengan isterinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.”
  4. Keturunan Yang Shalih. Tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang shalih, untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” [An-Nahl : 72]

LATAR BELAKANG

Selanjutnya, kamu juga mesti memberitahukan informasi tentang latar belakangmu seperti tempat tinggal, silsilah keluarga, riwayat pendidikan, pekerjaan dan sebagainya. Hal ini penting dilakukan untuk bisa membangun kepercayaan dari kedua belah pihak dan nantinya masing-masing akan semakin mengenal lebih dekat.

Ajaklah camer untuk membicarakan hal ini secara santai. Kamu bisa mengajaknya ke taman dekat kompleks perumahannya sambil lari pagi di hari Ahad, makan siang bersama dengan keluarga camer, atau bisa sambil bermain catur dan minum kopi di sore hari.

HOBI CAMER

Kamu pasti senang jika ada orang lain yang mau berpartisipasi melakukan suatu kegiatan yang merupakan hobimu. Kamu merasa ada orang yang perhatian dan mempunyai keinginan untuk menemani dan menyenangkanmu dalam melakukan suatu hobi tertentu. Walaupun kamu tahu bahwa orang itu tidak sejago dan sebagus kamu dalam hobi tersebut.

Begitu pun dengan hobi dari calon mertua. Mereka akan senang jika ada orang yang menaruh perhatian pada hobi yang mereka miliki. Tugas pertamamu adalah mencari tahu hobi apa yang disenangi baik oleh camer lelaki atau perempuan kemudian berusahalah untuk terjun langsung dan mencoba hobi itu, meskipun hanya sekali saja.

Misal, camer perempuan menyukai hobi berkebun maka kamu bisa memyempatkan waktu untuk menemaninya mengurus tanaman di depan rumahnya atau kamu bisa membelikannya bibit pohon dan bunga yang ia sukai. Atau jika dia hobi masak, kamu bisa membantunya memasak di dapur. Kalau kamu payah dalam hal ini, setidaknya ajukanlah diri untuk menemani camer untuk berbelanja ke pasar atau supermarket.

Camer lelaki juga sama, kamu harus mau ikut berpartisipasi dalam hobinya. Misal, ia hobi memancing ikan di kolam pemancingan atau di laut. Kamu bisa ikut menemaninya dan cobalah untuk bersaing mendapatkan ikan terbanyak. Camer lelaki pasti akan senang dan merasa tertantang untuk melakukannya.

Jika kamu pandai mencari hal yang bisa membuat kedua calon mertuamu senang dan bahagia dalam melakukan hobinya maka peluangmu untuk bisa meluluhkam hati camer bisa meningkat. Dan berarti kamu telah mengalami kemajuan yang pesat. Jika kekasihmu mengetahui bahwa kamu peduli kepada orang tuanya, maka ia pun akan semakin respect dan sayang kepadamu.

WAKUNCAPH DI RUMAH

Berusahalah untuk menekan egomu untuk selalu ingin pergi berduaan ke luar rumah. Pertama, kamu dan dia belum halal. Kedua, hal ini tidak baik dilakukan.

Saat Wakuncaph (Waktu Kunjung Calon Pendamping Hidup), sebaiknya kamu lakukan di rumah. Jangan pergi ke mana-mana. Habiskan semua kerinduanmu itu di rumahnya. Banyak hal positif yang bisa kamu lakukan bersama seperti membantu camer membersihkan halaman rumah dan sebagainya. Dan datanglah berkunjung minimal 2 kali dalam sebulan. Jangan terlalu sering datang ke rumahnya. Selain untuk menjaga hati dan nafsu (emosi dan syahwat), kamu juga bisa memelihara rasa rindu, baik dari calonmu atau camer. Kalau mereka sudah sampai ke tahap, “Neng, kemana si Aa, kok belum dateng lagi ke rumah?” maka peluangmu untuk meluluhkan hati camer sudah semakin tinggi.

Kalau memang kamu perlu pergi bersama dengan calonmu itu, jangan pergi sebelum ia ditemani oleh mahramnya. Jadi, kamu pergi tidak hanya berdua tetapi minimal ada satu orang mahram yang ikut. Ini penting untuk menjaga dirimu dari melakukan hal-hal yang diinginkan oleh syahwat dalam dirimu.

MAKANAN FAVORIT CAMER

Terakhir, bawakanlah makanan favorit calon mertuamu. Ingatlah bahwa makanan itu tidak hanya martabak. Ada sekian banyak menu kuliner di daerahmu. Jangan melulu memberikan martabak untuk camer. Bukan tidak boleh. Sesekali kamu bisa membelikannya martabak tapi setelah itu belikanlah makanan lain yang tidak kalah enak.

Bagaimana kalau ternyata makanan favorit camer adalah martabak? Tetap belikan martabak saat kamu berkunjunga ke rumahnya dan nanti belikan makanan lainnnya. Kamu bisa bilang, “Om, Tante, cobain deh. Makanan ini lagi hits loh,”

Tentunya kamu juga mesti jeli memilih makanannya. Tanyalah calonmu itu sebagai sumber referensi makanan favorit orang tuanya. Jangan sampai kamu membelikan makanan yang lagi hits tetapi tidak bisa dimakan oleh camer karena penyakit atau alergi tertentu.

###

Demikianlah tips yang bisa kamu coba untuk mendekatkan diri kepada keluarga calon pendamping hidupmu. Kamu bisa mencoba salah satu atau seluruhnya. Atau mungkin kamu memiliki tips lain yang sudah kamu lakukan dan berhasil? Boleh dong share pengalamanmu di sini.

Salam.

Temukan motivasi lainnya di sini.

Komunitas Bloger Ikatan Kata – Nasional

Siang tadi aku dan Pasa Susanto menghadiri undangan pernikahan dari teman satu kosan kami. Mempelai pria berumur di kepala 5 dan mempelai wanita berumur di kepala 4. Ya, sekitar umur 51 dan 44 tahunan. Aku tak tahu pasti hitungan yang benar. Itu pun diberitahu oleh Santo.

Hari ini aku belajar bahwa jodoh itu pasti datang pada waktunya. Jodoh tidak pernah telat datang. Hanya terkadang kebanyakan orang terlanjur mengeluh karena lelah dalam ujian sabar menanti belahan hati. Continue reading “Komunitas Bloger Ikatan Kata – Nasional”

Pacarku Tidak Peka

Apa bedanya Tidak Peka dan Tidak Mengerti? Biasanya memang orang yang tidak peka itu sulit untuk mengerti. Orang yang sulit mengerti itu kadang-kadang dia sebetulnya mengerti tapi tidak mau mengerti.

Kalau kita memilih pacar yang tidak peka, jangan tanya bagaimana kalau pasangan saya tidak peka kepada saya? Karena kamu kan sudah memilihnya. Continue reading “Pacarku Tidak Peka”

Jodohku : Kamu

“Kalau jodoh gak kemana.” (pepatah)

Jodoh. Lima hurup. J.O.D.O.H. Apa yang terpikir di benakmu ketika mendengar kata itu? Pasangan? Ya. Soulmate? Bisa jadi. Atau teman sehidup semati dalam sebuah ikatan pernikahan? Benar. Apa pun persepsi kita tentang jodoh, semuanya berujung kepada hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan. Mereka berharap dapat bertemu, saling mencintai, membangun  keluarga dan membina sebuah bahtera rumah tangga.

Well, itu semua terdengar seperti sebuah cerita dongeng yang happy ending, dimana semua orang menginginkannya. Begitu juga dengan diriku. Sampai saat ini jodoh yang ditakdirkan untuk hidup denganku tak kunjung bertemu. Entah karena aku yang memang bodoh dalam hal percintaan atau mungkin aku payah dalam menghadapi perempuan. Continue reading “Jodohku : Kamu”

Bahaya Free Sex

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ! Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirobbil ‘Alamin. Washolatu wassalamu ‘ala ashrofil anbiyai walmursalin imamil muttaqin sayyidina Muhammad shollallahu alaihi wassalam.

Saudara-saudara kaum muslimin, di zaman Rasulullah SAW, ada seorang pemuda bernama Ikaf bin Khalid. Ia seorang pemuda yang ganteng, sehat, tidak impoten, suka bergaul dengan wanita, suka pesta dan ia memang orang kaya. Ia selalu menunda-nunda perkawinan dengan berbagai alasan-alasan yang tidak syar’i. Sampailah keadaan Ikaf bin Khalid ini kepada Baginda Nabi sehingga ia dipanggil oleh Baginda Nabi. Setelah sampai ditanyalah Ikaf bin Khalid ini.

“Hai Ikaf.”

“Saya, Ya Rasullullah.”

“Kau sudah punya istri?”

Continue reading “Bahaya Free Sex”

7 Penyakit Hati

Halo, Viewers ! Apa kabar? Semoga Anda berada dalam keadaan sehat wal’afiat baik jiwa maupun raga. Nikmat sehat mesti kita syukuri karena ketika Anda sakit, banyak hal tidak enak terjadi kepada diri Anda. Pada kesempatan ini Seven Views akan membahas tentang 7 Penyakit hati yang berada di dalam diri manusia.

Penyakit adalah sesuatu yang menyerang sebuah sistem dalam tubuh. Penyakit bisa disebabkan oleh virus, bakteri dan sebagainya. Tubuh manusia sering terkena penyakit. Misalnya penyakit influenza yang mengganggu sistem pernafasan manusia. Ternyata tidak hanya tubuh saja yang mempunyai penyakit. Hati manusia juga memiliki penyakit atau musuh yang selalu menyerang setiap saat. Kita harus mengenali ‘musuh’ hati ini supaya dapat mencegah serangannya, mempersiapkan senjata penangkalnya dan mengatur strategi yang lebih baik dalam melawannya. Jika kita sudah mengetahui ‘musuh’ maka kita akan selalu waspada setiap saat. Kita juga harus mengetahui apa ‘obat penawar’ dari penyakit hati tersebut.

Hati (bahasa Arab : Qalbu) adalah bagian yang sangat penting dari manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.”

Apa sajakah 7 penyakit hati itu? Tujuh Penyakit hati itu adalah Pride, Envy, Lust, Greed, Sloth, Wrath dan Gluttony. Mari kita bahas satu per satu dari ketujuh penyakit hati ini beserta obat penawarnya.

 1. Pride X Tawadhu’

Penyakit hati yang pertama adalah Pride. Pride memiliki arti sombong, angkuh, besar kepala, merasa dirinya paling benar, paling kuat. Sombong terjadi ketika seseorang merasa lebih dari orang lain. Apakah ia merasa lebih kuat, lebih pintar, lebih tampan, lebih cantik, lebih kaya, lebih punya segalanya. Dan perbuatan sombong adalah dosa.

Seperti yang kita ketahui, dulu Iblis diusir dari Surga dan menjadi musuh utama manusia ketika ia menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam. Dengan sombongnya ia mengatakan bahwa dirinya lebih mulia daripada Nabi Adam. Ia diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah. Dulu Iblis adalah hamba Allah yang taat beribadah selama ribuan tahun, namun kesombongan telah merubah dirinya menjadi musuh manusia yang dilaknat oleh Allah.

Ibnu Athailah Assakandari dalam kitab Al-Hikam menulis, “Man atsbata li nafsihi tawadhuan fahuwa almutakabbiru haqqan!” Artinya, “Siapa yang yakin bahwa dirinya merasa tawadhu’ maka berarti dia benar-benar telah takabur.” Kalimat lainnya adalah “Laisa almutawadhi’u al-lazi idza tawadha’a ra’a annahu fauqa ma shana’.” Artinya, “Bukanlah orang yang tawadhu’ atau merendahkan diri, seseorang yang jika merendahkan diri merasa dirinya di atas yang dilakukannya.” Misalnya, ada orang yang merasa tawadhu’ dengan duduk di belakang suatu majelis, tapi pada saat yang sama ia merasa tempat yang pantas bagi dirinya adalah di atas itu, yaitu duduk di bagian depan majelis. Maka orang seperti itu menurut Ibnu Athailah Assakandari bukanlah orang yang tawadhu’. Bahkan sejatinya adalah orang yang sombong. Atau misalnya ada orang yang merasa tawadhu’, merasa telah merendahkan diri dengan datang ke suatu tempat menggunakan sepeda ontel, tapi dia merasa dirinya sebenarnya pantas di atas itu, yaitu menggunakan motor. Maka orang seperti ini bukan orang yang merendahkan dirinya tapi orang yang sombong.

Lantas siapakah orang yang benar-benar tawadhu’? Ibnu Athailah menjelaskan, “Walakin almutawadhi’ idza tawadha’a ra-a annahu duna ma shana’a.” Artinya, “Tetapi orang yang benar-benar merendahkan diri adalah orang yang jika merendahkan diri merasa bahwa dirinya masih berada di bawah sesuatu yang dilakukannya.” Misalnya, ada orang yang dipaksa duduk di bagian depan suatu majelis, ia akhirnya duduk di sana tapi ia merasa sesungguhnya dirinya lebih pantas duduk di belakang. Atau misalnya di masyarakat ada orang yang dimuliakan dan dihormati banyak orang, ia selalu merasa dirinya belum pantas menerima penghormatan seperti itu. Itulah orang yang tawadhu’.

Sahabat Viewers yang saya hormati, Tawadhu’ adalah sifat orang-orang mulia. Tawadhu’ adalah sifat para nabi dan rasul. Kebalikan dari tawadhu’ adalah takabur, sombong. Ulama sepakat bahwa takabur itu diharamkan dalam islam. Sombong adalah sifat milik Allah saja, yang berhak memiliki hanya Allah. Tidak boleh ada satu makhluk pun yang menyaingi Allah dalam hal ini. Siapa yang menyaingi Allah dan merasa berhak memiliki sifat takabur maka dia berarti merasa menjadi Tuhan manusia. Orang yang seperti ini pasti mendapat murka dari Allah. Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah berfirman, “Sombong adalah selendang-Ku dan agung adalah pakaian-Ku. Siapa yang menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya maka akan Aku lempar dia ke dalam neraka Jahannam.

Karena rasa sayang dan cinta, Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk tawadhu’. Lalu karena rasa sayang dan cinta juga Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk tawadhu’. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ibnu Majah dan Abu Daud bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkan aku agar tawadhu’, jangan sampai ada salah seorang yang menyombongkan diri pada orang lain, jangan sampai ada orang yang congkak kepada orang lain.

Contoh yang menggetarkan jiwa kita adalah beliau sama sekali tidak risih menjadi pengembala kambing. Dengan menggembala kambing, beliau tidak hanya merendahkan diri pada manusia juga pada binatang. Beliau tidak canggung hidup di tengah-tengah kambing yang bau dan kotor. Beliau menjaga dan melayani kambing dengan penuh kasih sayang. Jika ada kambing yang melahirkan beliau membantu persalinannya. Tidak ada jarak antara beliau dengan kambing yang digembalakannya. Rasulullah tawadhu’ tidak hanya pada manusia juga pada binatang ternak yang digembalakannya.

Contoh sifat tawadhu’ Rasulullah yang lain adalah beliau masih mau memakan makanan yang jatuh ke tanah. Dapat kita baca dalam Sirah Nabawiyyah bahwa setiap ada makanan yang jatuh ke tanah, Rasulullah SAW tidak membiarkannya. Beliau pasti mengambilnya dan membersihkannya. Beliau membuang kotoran seperti debu yang menempel padanya lantas memakannya. Beliau selalu menjilati jari-jarinya setelah makan. Beliau tidak merasa risih akan hal itu sama sekali.

Anas bin Malik, pembantu Rasulullah menjelaskan jika Rasul makan, beliau menjilati jari-jarinya tiga kali. Anas meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Jika makanan kalian jatuh maka buanglah kotorannya dan makanlah dan jangan meninggalkannya untuk setan!

Para sahabat nabi juga menghiasi dirinya dengan sifat tawadhu’. Suatu hari Ali bin Abi Thalib membeli kurma satu dirham dan membawanya dalam selimutnya. Saat itu Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang memimpin umat islam seluruh dunia. Ada seorang lelaki melihatnya dan berkata padanya, “Wahai Amirul Mukminin, tidakkah kami membawakannya untukmu?” Ali menjawab dengan merendahkan diri, “Kepala keluarga lebih berhak membawanya.”

Sahabat Viewers yang saya cintai, sejarah membuktikan hancurnya seseorang juga hancurnya suatu bangsa diantaranya adalah kesombongan dan kecongkakan yang dilestarikan. Seorang ulama menjelaskan hakekat sombong adalah jika seseorang merasa pantas dibesarkan padahal sejatinya tidak pantas. Jika seseorang merasa pantas menempati suatu derajat padahal ia belum pantas.

Bangsa kita akan bisa binasa jika masih banyak orang-orang yang sombong. Bahkan sombong yang telah membudaya. Misalnya, ada seseorang yang masuk Fakultas Kedokteran dengan membayar uang yang berjuta-juta rupiah jumlahnya kepada pihak universitas. Ia tetap memaksakan diri masuk Fakultas Kedokteran. Ia merasa pantas. Padahal sejatinya ia tidak pantas. Nilainya masih kurang. Tapi ia merasa pantas karena memiliki uang. Kepantasan itu bahkan ia beli dengan uang. Ia tidak hanya sombong. Lebih sombong lagi, ia membiayai kesombongannya itu. Maka yang akan jadi korban selain dirinya sendiri adalah bangsa kita sendiri. Nanti akan muncul di negeri ini, ribuan dokter yang tidak tahu apa-apa. Sehingga malpraktek ada di mana-mana.

Ada juga maskapai penerbangan yang sombong. Sebenarnya tidak pantas dan tidak layak terbang. Tapi merasa layak terbang. Merasa layak dibesarkan. Ia mempropagandakan perusahannya sedemikian menyilaukan. Padahal pesawatnya adalah barang rongsokan. Pilotnya belum lulus jam terbang. Tapi ia sombong, ia merasa layak terbang. Akibatnya jika demikian, kebinasaanlah yang datang berulang-ulang.

Juga, banyak orang merasa layak jadi pemimpin. Merasa layak jadi negarawan yang mengatur bangsa. Padahal mengatur diri sendiri saja tidak bisa. Mengatur keluarganya saja tidak bisa. Tapi ia merasa layak ditinggikan sebagai pengatur negara. Sesungguhnya yang mendorong itu semua adalah kesombongannya. Maka jika sudah demikian, hukuman dari Allah tinggal ditunggu kapan datangnya. Naudzubillahi mindzalik!

Banyak orang menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain karena jabatan, kekayaan, atau kepintaran. Bahkan Fir’aun yang takabur menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya mati karena tenggelam di laut.

Allah melarang kita untuk menjadi sombong. Allah berfirman :

Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS Al Israa’ Ayat 37)

 “Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman Ayat 18)

Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong. Allah berfirman :

Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” (QS Al Mu’min  Ayat 76)

Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua, kita akhirnya jadi dewasa. Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan akan hilang. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran. Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina. “Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” (QS Al Mursalaat Ayat 20). Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?

Pride Versus Tawadhu

Sahabat Viewers yang saya cintai, bagaimana cara mengobati penyakit hati sombong? Untuk mengobatinya diperlukan sebuah obat hati yang bernama Tawadhu. Makin berisi makin merunduk. Begitulah peribahasa ‘ilmu padi‘ yang sering kita dengar. Dalam syari’at Islam yang mulia pun diajarkan hal yang serupa yaitu tawadhu’.

Pada uraian di atas diceritakan bagaiamana Nabi Muhammad, seorang nabi yang mulia memberikan contoh dan ajaran kepada umatnya untuk memelihara sifat tawadhu dalam hidup. Sifat tawadhu yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah sifat yang terpuji. Dalam Al-Qur’an menyebutkan pujian bagi orang-orang yang tawadhu’ dan mengancam orang yang sombong. Tidak ada keutamaan seseorang terhadap yang lain kecuali nilai takwanya. Allah عزّوجلّ berfirman :

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurot [49]: 13)

Maka yang menjadi ukuran adalah ketakwaan, bukan banyaknya harta, tingginya pangkat atau kemuliaan nasab (keturunan). Takwa adalah barometer dalam segala perkara. Tidak akan bermanfaat harta, pangkat dan keturunan kecuali diiringi dengan takwa. Salah satu perangai ketakwaan yang dianjurkan dalam agama adalah sifat tawadhu’.

DEFINISI TAWADHU’

Tawadhu’ secara bahasa bermakna rendah terhadap sesuatu. Sedangkan secara istilah adalah menampakkan perendahan hati kepada sesuatu yang diagungkan. Ada juga yang mengatakan tawadhu’ adalah mengagungkan orang karena keutamaannya. Tawadhu’ adalah menerima kebenaran dan tidak menentang hukum. Tidak ada yang mengingkari, tawadhu’ adalah akhlak yang mulia. Yang menjadi pertanyaan, kepada siapa kita merendahkan hati. Allah عزّوجلّ menyifati hamba yang dicintai-Nya dalam firman-Nya :

 “Yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al-Maidah [5]: 54)

SYARAT TAWADHU’

Tawadhu’ adalah akhlak yang agung dan ia tidak sah kecuali dengan dua syarat, yaitu :

  1. Ikhlas karena Allah عزّوجلّ semata. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda : “Tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim : 2588)
  2. Kemampuan. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan pakaian  karena tawadhu’ kepada Allah padahal dia mampu, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk hingga Allah memberinya pilihan dari perhiasan penduduk surga, ia bisa memakainya sekehendaknya.”

MACAM-MACAM TAWADHU’

  1. Tawadhu’ yang terpuji. Yaitu tawadhunva seorang hamba ketika melaksanakan perintah Allah عزّوجلّ dan meninggalkan larangan-Nya. Karena jiwa ini secara tabiat akan mencari kesenangan dan rasa lapang serta tidak ingin terbebani sehingga akan menimbulkan keinginan lari dari peribadatan dan tetap dalam kesenangannya. Maka apabila seorang hamba mampu  menundukkan dirinya dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sungguh ia telah tawadhu’ dalam peribadatan.
  2. Tawadhu’ yang tercela. Yaitu tawadhunya seseorang kepada orang yang mempunyai pangkat dunia karena berharap mendapat bagian dunia darinya. Orang yang memiliki akal sehat dan selamat tentunya ia akan berusaha meninggalkan tawadhu’ tercela ini dan akan berusaha berhias dengan sifat tawadhu’ yang terpuji.

MUTIARA SALAF SEPUTAR TAWADHU’

  1. Sahabat mulia Abu Bakar As-Shiddiq رضي الله عنه berkata: “Kami mendapati kemuliaan dalam ketakwaan, kecukupan dalam keyakinan dan kehormatan dalam tawadhu’.”
  2. Ummul Mukminin Aisyah رضي الله عنها berkata: “Kalian telah melupakan ibadah yang paling afdhal yaitu tawadhu’.”
  3. Fudhail bin Iyadh رحمه الله pernah ditanya tentang tawadhu’, beliau menjawab: “Tawadhu’ adalah engkau tunduk terhadap kebenaran, mengamalkan dan menerimanya dari orang yang mengucapkannya. Sekalipun mendengarnya dari seorang anak kecil maka ia akan menerimanya atau walaupun mendengarnya dari manusia yang paling bodoh maka ia akan tetap menerimanya.”
  4. ‘Urwah bin Wardi رحمه الله berkata: “Tawadhu’ adalah salah satu tujuan kemuliaan. Setiap nikmat pasti ada yang hasad kecuali tawadhu’.”
  5. Ibrohim bin Adham رحمه الله berkata: “Tidak pantas bagi seseorang untuk merendahkan dirinya di bawah kedudukannya. Dan janganlah dia mengangkat dirinya di atas kedudukannya”.

–>> 2. Envy X Syukur

7 Drama Yamashita Tomohisa

Drama televisi Jepang (テレビドラマ terebi dorama?) atau dorama (ドラマ?) adalah program drama yang ditayangkan di stasiun televisi Jepang. Jaringan televisi utama di Jepang memproduksi serial drama dalam berbagai tema, misalnya kehidupan sekolah, komedi, misteri, dan kisah detektif. Ceritanya dapat berasal dari skenario asli, atau adaptasi novel dan manga.

Serial drama Jepang umumnya tamat dalam satu musim tayang yang panjangnya tiga bulan. Sebagian besar drama ditayangkan malam hari pada pukul 21.00, pukul 22.00 atau pukul 23.00. Jumlah episode berkisar antara 9 hingga 12 episode. Namun tidak tertutup kemungkinan dibuat episode spesial (epilog) bila serial drama tersebut berhasil mendapatkan rating pemirsa yang tinggi.

Stasiun televisi di Jepang mengumumkan judul-judul serial drama baru sebelum Continue reading “7 Drama Yamashita Tomohisa”